Home » Berita Foto » Korupsi, Gustian Bayu Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Korupsi, Gustian Bayu Dituntut 7,5 Tahun Penjara

-Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Lahan USB Tanjungpinang

Gustian Bayu, terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan USB Tanjungpinang saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (2/1). Foto: Rindu Sianipar
Gustian Bayu, terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan USB Tanjungpinang saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (2/1). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Gustian Bayu, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan Unit Sekolah Baru (USB) Tanjungpinang dituntut selama tujuh tahun dan enam bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa Zaldi Akri pada persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (2/2). “Atas perbuatan kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama tujuh tahun enam bulan penjara,” ujar Zaldi membacakan tuntutannya.

Selain hukuman badan, mantan Kasubbag Agraria di Sekretariat Daerah Pemko Tanjungpinang ini juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 200 juta. Jika denda tidak dibayar akan diganti hukuman tiga bulan penjara.

Dalam pertimbangan jaksa, adapun hal-hal meringankan terdakwa yakni berterus terang dalam persidangan, menyesali perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum.

“Sedangkan hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Zaldi.

Jaksa menilai, terdakwa telah terbukti bersalah melanggar ketentuan pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP.

Terhadap tuntutan tersebut, Gustian Bayu mengatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan yang akan datang. “Kita akan ajukan pledoi,” ujar Gustian Bayu melalui kuasa hukumnya Sri Ernawati.

Sidang yang dipimpin Parulian Lumbantoruan yang didampingi dua hakim anggota tersebut akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan pledoi terdakwa. Sebagaimana diketahui, selain Gustian Bayu, kasus ini juga melibatkan Dedi Chandra yang telah menerima vonis dari hakim pada persidangan terpisah.

Selain itu juga melibatkan, Syafrizal mantan Plt Camat Tanjungpinang dan Yusrizal, mantan Kasi HT BPN Tanjungpinang yang saat ini akan segera menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor. Keempatnya merupakan anggota Tim 5 (tim penilai harga) dalam pembebasan lahan.(Rindu Sianipar)

Check Also

kepala badan Baitul Mal Kota Langsa, Alamsyah Abubakardin (pakai peci hitam) mengecek rumah bantuan pimpinan dayah Darul Huda yang sedang dikerjakan.

Baitul Mal Bangun Rumah Pimpinan Dayah Darul Huda

Langsa, sidaknews.com – Tgk Muhammad Nasir selaku pimpinan dayah Darul Huda cabang Abu Ali atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>