Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Korupsi, Jaksa Lukman Dituntut Lima Tahun Penjara

Korupsi, Jaksa Lukman Dituntut Lima Tahun Penjara

Terdakwa Lukman usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (25/2). Foto: Rindu Sianipar
Terdakwa Lukman usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (25/2). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Lukman, oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Batam yang terlibat kasus dugaan korupsi dituntut selama lima tahun penjara pada persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Rabu (25/2).

“Atas perbuatanya, kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama lima tahun penjara dipotong masa tahanan dengan perintah tetap ditahan,” ujar jaksa Triyanto membacakan tuntutannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Jarot Widiyatmoko tersebut.

Selain hukuman badan, Lukman juga dikenakan hukuman denda Rp 200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayarkan akan diganti dengan hukuman selama enam bulan penjara.

Dalam tuntutan jaksa, terdakwa juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara yang timbau dalam kasus ini yakni senilai Rp 766 juta yang merupakan dana sitaan dari terpidana yang ditangani oknum jaksa ini.

10991139_937962656221749_5155722396980803002_n“Jika uang pengganti kerugian negara tidak dibayarkan, akan diganti dengan hukuman selama dua tahun dan enam bulan penjara,” papar jaksa.

Jaksa menilai, Lukman terbukti bersalah melanggar pasal 3 dan pasal 12 e UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider jaksa.

Terhadap tuntutan tersebut, Lukman yang saat persidangan didampingi kuasa hukumnya, mengatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan selanjutnya. Sidang akan dilanjutkan tiga minggu ke depan untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Kasus ini bermula ketika sekitar bulan Desember 2012 lalu terdakwa mendapat surat penunjukan sebagai JPU untuk menyelesaikan kasus narkotika atas nama dua terdakwa yakni Murhadi alias Rizky Ananda alias Mat dan Novie Cahyati di PN Batam.

Setelah penunjukan, Lukman aktif melakukan persidangan dua perkara tersebut hingga ada putusan dari hakim PN Batam untuk dua terdakwa. Dalam putusan hakim PN Batam disebutkan sekitar Rp766 juta dana di dalam rekening kedua terdakwa dinyatakan disita dan dirampas untuk negara.

Terhadap putusan itu, kemudian Kepala Kejari Batam memerintahkan terdakwa untuk melakukan eksekusi atas barang bukti yang didapat dari hasil transaksi narkoba kedua terpidana. Mendapat surat perintah dari atasannya, kemudian bekerja.

Lukman pertama sekali mendatangi Kasubdit Prekusor dan Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Sri Ana. Disana, Lukman mengatakan akan mengambil dan mengekseskusi dana sekitar Rp766 juta lebih yang sebelumnya dititipkan di dalam rekening milik BNN di Bank Mandiri.

Selanjutnya, barang rampasan ratusan juta tersebut diserahkan pihak BNN dengan disertai berkas berita acara penyerahan ke Lukman. Akan tetapi, barang rampasan tersebut tidak disetorkan yang bersangkutan ke kas negara.

Adapun perkiraan kerugian negara yang timbul dalam kasus dugaan korupsi ini yakni sekitar Rp766 juta yang berasal dari barang rampasan dalam perkara narkotika yang sebelumnya telah diputuskan PN Batam.(Rindu Sianipar)

Check Also

Salah satu Sertifikat praktek kerja industri.

Siswa SMKN 1 Malili Lulusan 2016 Masih Ada Yang Belum Menerima Ijazah

Lutim, sidaknews.com – Beberapa siswa SMKN 1 Malili tahun ajaran 2016 lalu, tidak menerima ijazah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>