Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Korupsi Padat Karya Natuna Pakai Perusahaan Fiktif Dan Mark-Up

Korupsi Padat Karya Natuna Pakai Perusahaan Fiktif Dan Mark-Up

Ilustrasi
Ilustrasi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Proyek Padat Karya tahun 2009 menelan dana Rp.19 milair, sungguh luar biasa, inilah suatu sipat dan tabiat para oknum pejabat di Natuna untuk memperkaya diri sendiri, sehingga masyarakat natuna semakin miskin dan melarat, pembangunan tidak pernah nampak selama 12 tahun berdirinya pemekaran wilayah.

Begitu juga dengan adanya Program “Padat Karya” tahun anggaran 2009 yang lalu, dimana program tersebut tidak menyentuh kepada masyarakat, yang ada adalah memperkaya para oknum pejabatnya. Bisa kita lihat secara kasat mata, betapa makmurnya kehidupan para pejabat Natuna, artinya, kehidupan masyarakat masih tergolong pada ekonomi lemah.

Awal kegiatan tersebut sudah diprogramkan oleh Pemerintah daerah kabupaten Natuna, untuk Pengadaan Alat sebesar 40% (persen) dari total Anggaran senilai Rp.19.000.000.000,00,- (sembilan belas miliar rupiah), atau 40% X 19.000.000.000,00,- atau sebesar Rp.7.600.000.000,00,- (dan sisanya untuk Upah kepada kelompok kerja), peruntukannya untuk 26 Desa ditambah 7 kelurahan.

Rekapitulasi Harga Satuan Biaya Dan Resume Kontrak
Rekapitulasi Harga Satuan Biaya Dan Resume Kontrak Padat Karya 2009

Namun hal ini panitia merubah menjadi 219 kelompok dari 73 desa, dan sehingga praktek dilapangan tidak sama dengan apa yang sudah terprogram, pada Paket Pengadaan senilai terindikasi proyek tersebut sebagian fiktip, menjadikan Ajang korupsi.

Peruntukan kegiatan Padat Karya untuk 73 Desa, dengan mata Anggaran sebesar Rp104.109.589,00,- per kelompok dari total Anggaran Rp.7.600.000.000,00,- atau 40% dari Rp.19.000.000.000.00,- namun hal ini panitia merubah dan memecah mata anggaran pengadaan ke mata anggaran pembelian alat tersebut.

Maka untuk menghindari adanya pelelangan, maka KPA, PPTK, Panitia berusaha untuk memecah paket tersebut untuk di PML kan, sehingga Paket tersebut tidak dilelangkan atau ditenderkan, Panitia memecah mata Anggaran tersebut menjadi 3 (tiga) Paket dalam satu mata anggaran yang sama, sehingga total yang didapat oleh setiap Desa adalah sebesar Rp.34.703.196,00,-/satu satu kelompok, dan Upah kerja selama 20 hari sebesar Rp.20.000.000,00,-

Rekapitulasi Harga Satuan Biaya Dan Resume Kontrak
Rekapitulasi Harga Satuan Biaya Dan Resume Kontrak Padat Karya 2009

Modus operandi yang dilakukan oleh Panitia, PPTK dan KPA adalah, sudah tidak dapat ditoleransi dan jelas-jelas suatu pelanggaran Kepres 80 tahun 2003, dan sudah mengarah pada tindak Pidana korupsi, Artinya, Panitia, PPTK dan KPA berperan sebagai kontraktor, sebab, tidak satu pun pihak rekanan atau yang punya perusahaan yang ikut bekerja/belanja dalam hal pelaksanaan pekerjaan dalam paket tersebut. Kontraktor hanya cukup mendapat Fei perusahaan dalam paket tersebut.

Untuk perbelanjaan modal pada kegiatan tersebut langsung ditangani dan dilakukan oleh Jokoyugo Putro Kabid Pelatihan Produktifitas Tenaga kerja dan Trasmigrasi, juga sebagai PPTK pada paket Proyek Padat Karya, adapun barang-barang yang dibelanjakan berupa : Pakaian Kerja, Cangkul,Parang, Garuk sampah, kereta sorong, kawat bubu, Hand Spayer, Herbisida, Sekop, Sendok semen, semen, sarung tangan, Ember, Batu asah.

CV.Jassa Nidar
Resume Kontrak CV.Jassa Nidar Pada kasus Padat Karya Natuna tahun 2009

Dari hasil keterangan yang diperoleh di lapangan oleh LSM GEBUKI-NGO saat itu, bahwa dana tersebut sudah dicairkan 100 persen oleh Bendahara kegiatan, dan sisetujui oleh KPA, namun pelaksanaan kegiatan dilapangan tidak sesuai dengan pakta, dan harga barang yang dibelanjakan oleh PPTK harganya di Mark-Up dan tidak dibagikan kepada masyarakat, juga pihak PPTK memakai perusahaan Piktif atas dasar persetujuan KPA/Kepala dinas Dinsostrasmigrasi Natuna.

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh panitia dilapangan,untuk satu perusahaan baik dia perusahaan resmi atau perusahaan bodong, dimana dananya tergantung kedekatan dengan pihak PPTK.Dan ada juga bantuan langsung diberikan kepada masyarakat, itu pun banyak ditelan oleh Panita, artinya, kegiatan selama 20 hari dilaksanakan hanya 10 hari saja.

Terhadap perusahaan yang dipakai untuk kegiatan Padat Karya tahun anggaran 2009 tersebut, dimana pihak perusahaan hanya tinggal tenang, artinya mereka tidak pernah melaksanakan kegiatan, hanya saja mereka diberikan fei 2%, selanjutnya barang-barang yang dibelanjakan oleh PPTK dimana harga pembelian jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga yang ada pada Rekapitulasi Harga satuan biaya.(Red)

Rekapitulasi Harga Satuan Biaya Dan Harga dipasaran 

1.Pakaian kerja       – @.Rp.90.000,00,- X 85 buah @.Rp.50.000,00,-
2.Cangkul                – @.Rp.90.000.00,- X 51 buah @.Rp.35.000,00,-
3.Parang                   – @.Rp.61.000,00,- X 85 buah @.Rp.15.000,00,-
4.Garuk Sampah    – @.Rp.55.000,00,- X 30 buah @.Rp.20.000,00,-
5.Kereta Sorong     – @.Rp.610.000,00,- X 20 buah @.Rp.250.000,00,-
6.Kawat Bambu     – @.Rp.710.000,00,- X 20 Gulung @.Rp.525.000,00,-
7.Hand Spayer       – @.Rp.650.000,00,- X 5 buah @.Rp.475.000,00,-
8.Herbisida             – @.Rp.170.000,00,- X 50 liter @.Rp.100.000,00,-
9.Sekop                    – @.Rp.80.000,00,- X 20 buah @.Rp.35.000,00,-
10.Sendok Semen  – @.Rp.50.000,00,- X 11 buah @.Rp.20.000,00,-
11.Semen                 – @.Rp.80.000,00,- (25kg) X 200 Saz @.Rp.25.000,00,-
12.Sarung Tangan – @.Rp.42.000,00,- X 2 lusin @.Rp.40.000,00,-
13.Ember                  – @.Rp.19.000,00,- X 5 buah @.Rp.5.000,00,-
14.Batu Asah           – @.Rp.40.000,00,- X 5 buah @.Rp.15.000,00,-
Total Rp.77.155.000,00,- Rp.36.862.000,00,- (Rp.40.293.000,00,- Selisih harga)

Check Also

Anggota Ramil 09/DAM Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga

Aceh Timur, sidaknews.com  – Warga Gampong Kedai Kecamatan Idi Cut Kabupaten Aceh Timur dikejutkan dengan Api yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *