Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Korupsi, Tiga Panitia Pemeriksa Barang Divonis Satu Tahun Penjara

Korupsi, Tiga Panitia Pemeriksa Barang Divonis Satu Tahun Penjara

 

Sidang korupsi natuna, pada sidang pemeriksaan  terdakwa pada minggu kemarin.
Sidang korupsi natuna, pada sidang pemeriksaan terdakwa pada minggu kemarin.

Tanjungpinang, Sidaknew.com – Selain Jasman Harun, yang menerima vonis dari hakim dalam kasus korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011. Tiga terdakwa lainnya juga menerima vonis dalam sidang yang digelar secara terpisah (displit-red) di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (12/11).

Tiga terdakwa yakni Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) atas nama Agus Ferdian yang menjabat sebagai ketua PPHP, Idrawadi sebagai sekretaris dan Tasimun sebagai anggota. Ketiganya divonis hakim masing-masing selama satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan tanpa dikenakan uang pengganti.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara dengan perintah tetap ditahan dan dikurangi seluruhnya selama terdakwa ditahan,” terang majelis hakim yang juga dipimpin Parulian Lumbantoruan membacakan amar putusannya.

Ketiganya dinilai terbukti bersalah secara bersama-sama dengan terdakwa lain melakukan korupsi dalam proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011 dengan pagu dana Rp 5 miliar tersebut.

Dalam amar putusan hakim, ketiga terbukti bersalah melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelum menjatuhkan putusannya, hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, berterus terang selama proses persidangan, menyesali perbuatannya,” kata hakim.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dipimpin Bambang Wijayanto yang sebelumnya menuntut para terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan tanpa dikenakan uang pengganti.

Menanggapi vonis tersebut, melalui kuasa hukumnya Agus Rikwantoro ketiga terdakwa mengatakan menerima, sementara jaksa mengutarakan masih pikir-pikir selama tujuh hari untuk menanggapinya.

Sebagaimana diketahui, adapun modus yang dilakukan para terdakwa sesuai dalam amar putusan hakim, yakni para terdakwa melakukan manipulasi harga barang sehingga tidak sesuai dengan spek. Beberapa item barang yang disediakan juga banyak yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). (Rindu Sianipar)

Check Also

Para Pelajar Madina terdiri dari SD, SMP dan SMA terlihat memadati sisi kiri dan sisi kanan jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, jum'at (24/3).

Ribuan Pelajar di Madina Turun Kejalan Sambut Kedatangan Jokowi

Mandailing Natal, sidaknews.com – Ribuan Pelajar di Kabupaten Mandailing Natal, turun ke jalan sambut kedatangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>