Home » Berita Foto » KPK periksa Kabag operasional Bank Windu KAS terkait kasus Bappebti

KPK periksa Kabag operasional Bank Windu KAS terkait kasus Bappebti

Gedung KPK. ©2012 (Foto:Merdeka.com)
Gedung KPK. ©2012 (Foto:Merdeka.com)

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Bagian Operasional Bank Windu KAS Rawamangun, Ika Lindyawati terkait kasus dugaan suap Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menjerat Hasan Widjaja (HW).

“Pihak terkait diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HW (Hassan Widjaja),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Rabu (25/3).

Sebelumnya, Selasa (10/3), KPK telah menetapkan tiga tersangka baru terkait kasus suap Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Di mana tiga tersangka baru itu yakni, Direktur Utama BBJ MBSW (M Bihar Sherman Wibowo), pemegang saham BBJ HW (Hasan Widjaja) dan pemegang saham BBJ SRK (Serman Rana Krisna).

Ketiga tersangka ini diduga telah menyuap Syahrul untuk mengeluarkan ijin operasional PT Indokliring Internasional. Guna memuluskan rencana tersebut, ketiga tersangka menyuap Syahrul sebesar Rp 7 miliar.

Atas perbuatannya, ketiganya disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 undang-undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Kasus ini terkuak dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait penanganan perkara investasi di CV GA/PT ACF yang dilakukan oleh Syahrul yang divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Diketahui, Syahrul Raja Sampoernajaya dinyatakan terbukti melakukan lima perbuatan mulai dari pemerasan, penerimaan hadiah, suap sampai pencucian uang yang dirangkum dalam enam dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terkait dugaan suap ijin operasional PT Indokliring Internasional, dalam analisa yuridisnya, hakim menyatakan Syahrul selaku Kepala Bappebti terbukti menerima uang sebesar Rp 7 miliar dari Komisaris Utama PT BBJ, Hasan Wijaya dan Direktur Utama PT BBJ, Bihar Sakti Wibowo. Dengan tujuan, memproses pemberian Izin Usaha Lembaga Kliring Berjangka PT Indokliring Internasional.

Dengan demikian, Syahrul terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a UU No Tipikor jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap Syahrul tersebut lebih ringan daripada tuntutan yang dimintakan jaksa, yaitu hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar jo delapan bulan kurungan.
(sumber:merdeka.com)

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya melantik dan mengukuhkan sebanyak 149 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemkab Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (19/1).

Wabup Sergai Kukuhkan dan Lantik 149 Pejabat Administrator

*Darma Wijaya: Laksanakan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab Sergai, sidaknews.com …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>