Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » KPK Segera Terbangkan Penyidik ke Makassar

KPK Segera Terbangkan Penyidik ke Makassar

Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi.
Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi.

Makassar,Sidaknews.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memberikan sinyal akan segera menerbangkan tim penyidiknya ke Makassar. Kedatangan KPK ke kota Daeng tak lain untuk melakukan validitasi data lapangan terkait dugaan korupsi PDAM Makassar yang tengah diusut.

“Penyidik akan segera ke Makassar untuk melakukan validitasi lapangan. Soal waktunya kapan, saya belum cek ke penyidiknya. Yang pasti dalam waktu dekat ini,” tukas Abraham usai memberikan kuliah umum di kampus UIN Makassar di Samata, Gowa, Senin (24/2).

Abraham menambahkan, terkait kasus PDAM Makassar, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan intensif. “Penyidik semakin mengintensifkan penyelidikan,” tukas Abraham.
Diketahui, KPK mengusut dugaan korupsi kerja sama PDAM dengan PT Traya yang diduga merugikan negara Rp 520 miliar.

Dalam laporan audit BPK disebutkan, indikasi korupsi Rp 520 miliar terjadi akibat kerja sama PDAM Makassar bersama empat perusahaan swasta. Penilaian BPK terkait kerja sama PDAM Makassar dengan pihak ketiga yang terindikasi korupsi yang dilaporkan ke KPK diantaranya, soal harga dalam kontrak yang terlalu mahal dibanding kajian yang telah dilakukan sebelum kontrak.

BPK baru memastikan jumlah kerugian negara pada kerja sama PDAM Makassar dan PT Traya Tirta Makassar, senilai Rp 38 miliar.
Sebelumnya, Kepala BPK Perwakilan Sulsel Cornell Syarif menyebutkan, pemeriksaan tahun 2012 terhadap kondisi keuangan PDAM, yang diyakini bermasalah adalah kerja sama PDAM dan PT Traya.

Tiga kerjasama dengan pihak ketiga lainditubuh PDAM yang dalam dilaporan BPK bernomor 14/S/VIII/03/2012, menyebutkan, indikasinya baru berpotensi merugikan keuangan PDAM dan negara.

Kerja sama yang dimaksud adalah kerjasama PDAM dan PT Bahana Cipta dalam hal pengusahaan pengembangan instalasi pengolahan air (IPA) V Somba Opu sebesar Rp 455,25 miliar. BPK menilai, kerjasama ini tidak sesuai dengan ketentuan serta berpotensi merugikan perusahaan. Hal lainnya, adalah kerjasama PDAM dalam pengembangan sistem penyediaan air minum atas pengoperasian IPA Maccini Sombala tahun 2012-2036 dengan nilai investasi Rp 69,31 miliar.

Kerjasama ini dilakukan PDAM dengan PT Multi Engka Utama. BPK menilai kerja sama tersebut bermasalah dan juga berpotensi merugikan perusahaan Rp 24,42 miliar lebih.
Dalam kontrak serta nilai investasi pengelolaan IPA Maccini Sombala sulit diukur dan akhirnya terdapat potensi kerugian Rp 24,42 miliar. Penyebabnya, harga air curah dalam kontrak lebih tinggi dibandingkan harga pada dokumen penawaran teknis.

Selanjutnya, BPK juga menilai kerjasama PDAM dan PT Baruga Asrinusa Development telah mengurangi potensi pendapatan PDAM sebesar Rp 2,635 miliar.(BKM)

Check Also

Bupati Soekirman: Dengan Xpansi Kita Tunjukkan Kepedulian Pada Dunia Pendidikan dan Kelestarian Alam

*Pemkab Sergai Gelar Kegiatan Xpansi, Sergai, sidaknews.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *