Home » Berita Foto » Krisis Air Bersih Perlu Penanganan Jangka Panjang

Krisis Air Bersih Perlu Penanganan Jangka Panjang

Pemkab Purwakarta upayakan bantuan air bersih ke setiap kecamatan yang mengalami kekeringan.
Pemkab Purwakarta upayakan bantuan air bersih ke setiap kecamatan yang mengalami kekeringan.

PURWAKARTA,sidaknews.com – Hujan yang mulai turun belakangan ini, di sebagian wilayah Purwakarta belum mampu mengatasi krisis air bersih yang sudah dialami beberapa kecamatan di kabupaten tersebut.

Dinas Energi dan Sumber daya mineral (ESDM) setempat melansir, sampai saat ini ada 12 kecamatan yang telah melaporkan telah terjadi krisis air bersih di wilayah masing-masing. Diantaranya, Kecamatan Tegalwaru, Plered, Sukasari, Sukatani, Darangdan, Jatiluhur, Pondoksalam, Pasawahan, Purwakarta, Campaka dan Cibatu.

Sementara itu Pemkab Purwakarta melalui dinas terkait, tengah mengupayakan solusi dengan memberikan bantuan berupa air bersih kepada mereka yang terkena dampak kemarau itu. Kepala Dinas ESDM Purwakarta, Tarsamana Wawan Setiawan mengatakan, sebenarnya bantuan suplai air bersih ke wilayah yang terkena krisis air itu bisa dikatakan hanya solusi jangka pendek.

Menurutnya, untuk persoalan ini sudah seharusnya dibuat solusi untuk jangka panjang. Supaya, kasus seperti ini tak lagi terjadi di wilayah kerjanya.

“Salah satu solusi jangka panjangnya, yakni dengan membuat sumur bor di lokasi-lokasi itu. Tapi, sebelumnya harus dilihat dulu apa di lokasi tersebut terdapat mata air bawah tanah atau tidak,” ujar Wawan.

Warga antri air bersih.
Warga antri air bersih.

Menurut Wawan, sejak beberapa tahun terakhir ada bantuan 10 sumur bor dari Badan Geologi pusat. Bantuan tersebut, sangat bermanfaat bagi mereka yang bermukim di daerah rawan krisis air. Namun, menurutnya, 10 titik sumur bor itu dirasa belum mencukupi untuk seluruh wilayah yang terkena krisis air.

Untuk itu, sambung dia, pemkab berencana menambah beberapa titik sumur bor di wilayah-wilayah itu. Misalnya, di Kecamatan Cibatu. “Untuk kebutuhan anggarannya masih kita bahas.

Tapi, sebelum membuat sumur bor, kita akan terlebih dahulu mengecek lokasi yang masih terdapat sumber air bawah tanah. Untuk ini, kami akan minta bantuan ke Badan Geologi,” jelas dia.

Kemudian, upaya untuk mengatisipasi datangnya pergantian musim (kemarau-hujan), Wawan menambahkan, dinasnya tengah melayangkan surat imbauan kepada setiap camat yang ada. Adapun isi imbauannya, yakni meminta masyarakat sadar untuk menjaga lingkungannya. Misalnya, membersihkan saluran air dan menghentikan aktifitas penebangan pohon.

“Kami akui, wilayah kami ini memang merupakan daerah yang sering dihantui ancaman tanah longsor saat musim hujan tiba. Makanya, kami sudah jauh-jauh hari memberikan imbauan kepada masyarakat melalui camat,” tambah dia.

Selain menyebarkan imbauan, sambung dia, pihaknya pun saat ini tengah sibuk membuat drap aturan berupa Perbup. Salah satu isinya, mengatur supaya masyarakat tak membangung rumah permanen di zona yang dilarang.

Dia menambahkan, di wilayah kerjanya terdapat tiga zona gerakan tanah. Yakni, Zona Biru (kerentanan gerakan tanah rendah), Zona Kuning (kerentanan gerakan tanah sedang), dan Zona Merah (kerentanan gerakan tanah tinggi). Dari semua wilayah itu, yang paling diantisipasi yakni, kecamatan yang masuk ke dalam zona merah.

“Dua zona ini yang perlu diantisipasi. Karena, hampir seluruh kecamatan di kita masuk ke dua zona tersebut,” pungkasnya.(ega)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno,MM tengah menerima hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/1). 

Tingkatkan Pelayanan Publik, Sergai Targetkan Zona Hijau Tahun 2017

Sergai, sidaknews.com – Dewasa ini pelayanan publik menjadi semakin penting karena senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>