Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » KSAD: Kegiatan TNI AD Ditingkatkan, Agar Lebih Dicintai Rakyat

KSAD: Kegiatan TNI AD Ditingkatkan, Agar Lebih Dicintai Rakyat

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (tengah) menyatukan tangan bersama Kasad Letjen Budiman (kiri) dan Jenderal Moeldoko usai upacara sertijab Kepala Staf Angkatan Darat di Markas Besar AD, Jakarta, Senin (2/9).

JAKARTA, Sidaknews..com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letjen TNI Budiman menginginkan agar seluruh prajurit TNI AD dicintai oleh rakyat Indonesia, oleh karena itu TNI AD akan meningkatkan kegiatannya untuk membantu masyarakat.

“Kami akan tingkatkan kegiatan kami agar lebih dicintai rakyat. Karena hakekatnya kami brerasal dari rakyat dan dibiayai rakyat, pertanggungjawaban kami kepada rakyat,” kata Letjen Budiman usai acara Serah Terima Jabatan KSAD di Mabesad, Jakarta, Senin (2/9/2013).

Sebagai KSAD baru, yang menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang dilantik sebagai Panglima TNI, Budiman mengatakan, dirinya akan melanjutkan apa yang belum sempat dilaksanakan oleh KSAD sebelumnya.

“Langkah berikutnya adalah meningkatkan Angkatan Darat menjadi prajurit profesional pada tataran kehidupan bangsa dan negara,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Budiman mengatakan bahwa pengamanan perbatasan merupakan salah satu perhatian utamanya.

“Pengamanan perbatasan adalah bagian tugas pokok TNI,” ujar Budiman.

Mengenai Pemilu 2014, Budiman berjanji TNI AD akan netral tidak memihak ke mana pun. “Pada hakekaknya TNI itu netral, maka TNI AD akan netral. Jika ada yang bersalah maka akan kita hukum,” tukasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memimpin upacara Serah Terima Jabatan serah terima jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI Moeldoko kepada Letjen TNI Budiman yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen Kementerian Pertahanan RI, di lapangan Mabesad, Jakarta.

Jenderal TNI Moeldoko selanjutnya akan menjabat sebagai Panglima TNI, setelah sebelumnya dilantik oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada Jumat (30/8). Selanjutnya Jenderal TNI Moeldoko akan menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono yang akan memasuki masa purna tugas.

Jenderal TNI Moeldoko yang menjabat KSAD pada tanggal 23 Mei 2013, merupakan perwira penerima Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1981. Sejak menjabat KSAD, Jenderal TNI Moeldoko telah menetapkan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI AD.

Jenderal TNI Moeldoko telah berkomitmen untuk meneruskan program memodernisasi Alutsista TNI AD, yang diikuti dengan peningkatan kualitas SDM prajurit agar mampu mengawaki Alutsista dengan baik. Kebijakan lain yang menjadi prioritas perhatian Jenderal TNI Moeldoko adalah pembenahan kultur prajurit melalui program menghapuskan Dehumanisasi dalam kehidupan prajurit.

Dalam menghadapi tahun politik 2013 dan Pemilu 2014, Jenderal TNI Moeldoko memerintahkan kepada seluruh prajurit TNI AD untuk bersikap netral dalam dinamika politik bangsa.

Sementara itu, Letjen TNI Budiman yang juga merupakan perwira penerima Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1978, mengawali kepemimpinannya menjadi orang nomor satu di TNI AD akan melanjutkan kebijakan KSAD sebelumnya yang akan menjadikan TNI Angkatan Darat semakin profesional.

Perjalanan karier Letjen TNI Budiman di antaranya pada tahun 2003 menduduki jabatan sebagai Danrem 061/Surya Kencana Dam III/Siliwangi. Selanjutnya menjabat sebagai Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan RI. Dua tahun kemudian menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Polkamnas. Pada tahun 2008 menjabat sebagai Sesmil Setneg RI.

Jabatan strategis lainnya yang pernah dijabat Kasad Letjen TNI Budiman, antara lain Pangdam IV/Diponegoro tahun 2009, Dankodiklat TNI AD tahun 2010, Wakasad tahun 2011, dan Sekjen Kemhan RI sampai 2013.

Letjen TNI Budiman yang lulus Seskoad tahun 1994, Sesko TNI tahun 2001 dan Lemhannas tahun 2005, telah menjalani penugasan di beberapa negara di antaranya ke Australia, Somalia, Papua Nugini, Denmark, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Amerika Serikat, serta berbagai Operasi Militer di antaranya adalah Operasi Seroja di Timor-Timur, Operasi Bhakti Trans Kalimantan, dan UNOSON II di Somalia.sumber.(minit.com)

 

Check Also

Pertahanan Semesta Membangun Kemanunggalan TNI-RAKYAT

Lhokseumawe, sidaknews.com – TNI merupakan alat pertahanan Negara untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *