Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Kualitas Proyek Buruk, Pengawas Lapangan DPU Tanjab Barat Disinyalir Jarang Ada Di Tempat

Kualitas Proyek Buruk, Pengawas Lapangan DPU Tanjab Barat Disinyalir Jarang Ada Di Tempat

Ilustrasi Proyek bermasalah
Ilustrasi : Proyek bermasalah.

Tanjab Barat,Sidaknews.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat di minta meningkatkan pengawasan terhadap realisasi pekerjaan proyek. Sebab, warga menemukan sejumlah proyek terkesan dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan mutu dan kualitas pekerjaan bahkan ada proyek yang tampa papan merek yang lebih dikenal masyarakat proyek siluman.

“Beberapa laporan masyarakat dan pemberitaan di media memang ada proyek yang dikerjakan asal-asalan, sehingga mengurangi mutu dan kualitasnya. Dinas PU harus tanggap dan cepat merespon keluhan masyarakat. Jangan dibiarkan hingga berdampak buruk terhadap hasil pembangunannya,” kata Yon warga Jalan Sri Soedewi kota Kuala Tungkal (27/10).

Yon menyebut, pengawasan menjadi kunci keberhasilan realisasi program pembangunan di masyarakat. Karenanya, para pengawas yang telah ditunjuk dari dinas hendaknya dapat bekerja dengan maksimal di lapangan. Jangan sampai pengawas Dinas PU tidak pernah turun lapangan, melainkan hanya menerima laporan di atas meja.

“Kalau petugas pengawas mampu menjalankan fungsi pengawasanya dengan baik, maka realisasi proyek bisa dilakukan dengan maksimal. Sebaliknya jika pengawasan tidak berjalan dengan baik, maka hasil pekerjaan juga tidak akan sempurna,” pendapatnya.

Pendapat senada dikatakan Gonton yang merupakan Sekretaris dari LSM Pro Rakyat Provinsi Jambi, Ia meminta agar Dinas PU lebih mengintensifkan kinerja pengawas di lapangan. Selama ini dirinya melihat keberadaan pengawas proyek masih kurang maksimal.

Pihaknya kerap mendapatkan tidak adanya pengawas dalam pekerjaan suatu proyek di lapangan. “Selama ini yang kita lihat sering tidak adanya pengawas proyek dari Dinas PU di lapangan, yang ada hanya pengawas dari kontraktor saja.

Ini yang menjadi kelemahan dan peluang bagi kontraktor dalam mengurangi mutu dan kualitas pekerjaan, belum lagi ada dugaan dalam foto-foto dokumentasi pekerjaan adanya editan foto proyek tahun 2013 bisa di jadikan untuk syarat foto dokumentasi pencairan tahun 2014 dan ini biasa dilakukan di DPU Tanjab Barat ” duganya.

Ia mencontohkan, proyek jalan rabat beton di beberapa Desa termasuk dalam kota Kuala Tungkal yang beberapa waktu lalu sempat dilaporkan warga dan dipublikasikan melalui media massa. Pelaksana kerja menggunakan tanah lokal, besi yang tidak sesuai dengan yang seharusnya di gunakan campuran adukan lebih banyak pasir dari pada semen.

Tentunya perbuatan itu telah menyalahi ketentuan. “Kita harap kejadian seperti itu tidak terulang lagi pada proyek lainnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ini bukti lemahnya kinerja petugas pengawas lapangan, sehingga terjadi pelanggaran dalam pekerjaan di lapangan. Kita mendesak agar dinas menindak tegas kontraktor nakal seperti itu,”Ujarnya. (Andi)

Check Also

Sakitnya di Penjara Malaysia, Ini Pengakuan Salmiah TKI Asal Sumut

Tanjungpinang, sidaknews.com – Setelah lama mengadu nasib di Negara jiran Malaysia kurang lebih selama 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *