Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Lapas Karimun Over Kapasitas, Didominasi Oleh Napi Narkoba

Lapas Karimun Over Kapasitas, Didominasi Oleh Napi Narkoba

Keterangan Foto: Kalapas Kelas II B Tanjung Balai karimun.Haswem Hasan.
Keterangan Foto: Kalapas Kelas II B Tanjung Balai karimun.Haswem Hasan.

-Jangan coba-coba jadi perantara di lapas, akan saya sikat,”kata Haswem Hasan Kalapas Kelas II B Tanjung Balai karimun.

Karimun,Sidaknews.com – Rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Tanjung Balai Karimun, hingga saat ini masih mengalami kelebihan kapasitas hunian (over kapasitas). Dimana dengan kapasitas hunian 269, Rutan Karimun dihuni sebanyak 292 narapidana, atau ada kelebihan hunian sebanyak 23 orang narapidana.

Kepala Rutan Kelas II B Tanjung Balai Karimun, Haswem Hasan mengatakan, dari 292 penghuni rutan, 50 persen diantaranya masih mendominasi kasus narkotika. Dan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan yang begitu sesak, maka pihaknya melakukan pengiriman narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang.

”Untuk napi tahanan narkotika ada 46 orang dan napi narkotika sebanyak 94 orang dan urutan kedua adalah kasus pelecehan seksual,”kata Haswem.

“Sekarang masih terjadi over kapasitas, dan kasus yang mendominasi adalah narkotika sebesar 50 persen dari seluruh jumlah narapidana ini. Kondisi over ini sudah terjadi dari beberapa tahun lalu,” ungkap Haswan,ketika di wawancarai di ruang kerjanya baru-baru ini.

Sebagai bentuk antisipasi agar tidak terlalu over kapasitas, sejumlah narapidana (Napi) dipercepat pemindahan yang kita kirim ke Lapas Tanjungpinang dan dua bulan yang lalu kami baru mengirimkan lima orang kesana (Lapas Tanjungpinang-red),:kata Haswen tanpa memberitahu tanggal yang pasti.

Untuk pengiriman napi ke Lapas Tanjungpinang menurut Haswem, dikhususkan bagi yang masa tahanannya 10 tahun keatas. Sehingga lima orang yang dikirim dua diantaranya menjalani masa tahanan 15 tahun, dua orang masa tahanan 14 tahun dan satu tahanan menjalani hukuman 10 tahun. Dimana kelima napi yang dikirim itu terlibat kasus perlindungan anak, narkotika, dan kasus pembunuhan.

Disinggung penuhnya Rutan kelas II Tanjungbalai Karimun Kelas II apakah tidak takut kalau suatu saat terjadi bentrok seperti kasus yang pernah terjadi di sejumlah lapas beberapa bulan lalu, sehingga ada ruang tahanan yang dijebol, Haswen mengaku hal itu tidak akan terjadi. Karena pihaknya telah mengantisipasi dengan tetap melakukan pembinaan, pendekatan berupa bimbingan moril dan pendidikan agama.

“Dengan pendidikan agama lah mereka bisa kita tanamkan sikap tidak membantah dan tetap taat menjalani hukuman. Sampai sekarang langkah itu tetap kita terapkan,” katanya.

Didalam Rutan kata Haswem, dilengkapi fasilitas rumah ibadah seperti Masjid, Kelenteng dan Gereja. Sehingga setiap saat para napi dapat menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.

Ketika di Tanya apa sangsi bagi Napi yang menggunakan narkoba dan Handpone di dalam rumah tahanan,Haswem mengatakan,”Jikalau ada nara pidana yang memakai Handpone dan mengkoumsumsi atau pun mengedarkan narkoba di dalam rutan dirinya akan mengambil tindakan,atau ada anggota saya yang coba-coba jadi perantara.

”saya ingat kan sekali lagi jagan main-main dengan saya kalau kedapatan Napi yang menggunkan Handpone ataupun mengkomsumsi atau pun mengedarkan narkoba,sangsinya adalah napi yang bersangkutan tidak akan mendapatkan remisi.

kemudian lanjut Haswen,bagi petugas yang kedapatan berkonspirasi dengan Napi sebagai perantara Hp dan Narkoba tidak ada ampun bagi mereka,”tegas Haswem mengakhiri.(Udo)

Check Also

Dinas kehutanan Provinsi Sumut selidiki banjir bandang di kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – akibat maraknya penebangan liar disekitar gunung lubuk raya, pihak Dinas Kehutanan Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *