Home » Berita Foto » Legislator Sangkali Status Tersangka

Legislator Sangkali Status Tersangka

Legislator Sangkali Status Tersangka
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Dr. Sukman Sadike.

Luwu Timur, Sidaknews.com – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur, Dr. Sukman Sadike, menyangkali, status tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran gaji dan tunjangan mantan anggota DPRD Lutim, Witman, yang dialamatkan pada dirinya.

Kepada wartawan, belum lama ini, Sukman yang akrab disapa Antoni ini, mengaku belum pernah dipanggil Polisi untuk memberikan keterangan. Ia justru mempertanyakan informasi yang menyebutkan jika dirinya telah dijadikan tersangka.

“Bagaimana mungkin saya dijadikan tersangka, sementara saya belum pernah diperiksa atau dimintai keterangan oleh polisi,” kata Sukman.

Sukman justru bingung dan mempertanyakan, dana apa yang telah diselewengkannya, sehingga dirinya ditetapkan tersangka.

“Saya ini anggota DPRD, dipilih ribuan masyarakat Luwu Timur, saya tidak mungkin mempertaruhkan reputasi saya dengan kasus seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu Timur, Ajun Komisaris, Abdul Nur Adnan, telah memastikan bahwa dalam kasus tersebut, telah ditetapkan empat tersangka, termasuk salah satunya adalah Sukman Sadike.

Bahkan, Adnan mengatakan, proses penyidikan dugaan korupsi pembayaran gaji dan tunjangan Witman, sudah hampir rampung. Rencananya, pekan ini, penyidik akan melimpahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke Kejaksaan Negeri Malili dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Ada empat tersangka, yakni mantan anggota DPRD Lutim, Witman, mantan Sekretaris Dewan, Baharuddin, mantan ketua DPRD Sukman Saddike, dan mantan wakil ketua DPRD, Muh Siddik,” tegas Adnan.

Adnan menambahkan, penyidikan Witman dan Baharuddin dilakukan tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Luwu Timur. Sedangkan untuk tersangka Sukman dan Siddik, penyidikannya diambil alih tim Kriminal Khusus Polda.

“Kalau Sukman dan Siddik penyidikannya oleh Polda, tapi kami tetap berkoordinasi dengan Polda, BAP keempat tersangka sudah hampir rampung, kami juga sudah meminta keterangan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan,” paparnya.

Adnan menjelaskan, Sukman, Muh Siddik, Witman dan Baharuddin dijadikan tersangka beberapa bulan yang lalu, setelah penyidik menemukan cukup bukti dugaan korupsi pembayaran gaji dan tunjangan mantan anggota DPRD Luwu Timur, Witman.

Padahal Witman selaku legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat itu tidak berhak lagi menerima gaji dan tunjangan, pasca dikeluarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo tentang Pergantian Antar Waktu (PAW) Witman.

Witman diketahui masih menerima gaji dan tunjangan atas persetujuan Ketua DPRD Luwu Timur, Sukman Saddike dan Muh Siddik, sebagai Wakil Ketua. Sukman memberikan rekomendasi kepada Baharuddin selaku Sekretaris Dewan untuk membayarkan seluruh gaji dan tunjangan Witman pada waktu itu.

“Hasil audit BPKP, kerugian negara Rp.125 juta, Insya Allah pekan ini sudah bisa P-21 tahap dua,” ungkap Adnan. (krm/yud/t)

Check Also

Nasaruddin menyerahkan Buku Nikah pengantin baru.

Nasaruddin Didaulat Beri Khutbah Nikah Sepasang Pengantin Baru

Takengon, sidaknews.com – Betapa bahagianya sepasang pengantin baru bila prosesi ritual nikahnya dihadiri oleh tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>