Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Libur Panjang Idul Fitri, Dishub Pematangsiantar “Raup” Puluhan Juta Rupiah Jasa Parkir

Libur Panjang Idul Fitri, Dishub Pematangsiantar “Raup” Puluhan Juta Rupiah Jasa Parkir

Suasana bahu jalan merdeka yang difunsikan lahan parkir Didepan kantor Walikota - Taman Bunga oleh Br.Sitorus yang mengakui Ada izin dari Dishub siantar, minggu (03/8) pukul 18.00wib
Suasana bahu jalan merdeka yang difunsikan lahan parkir Didepan kantor Walikota – Taman Bunga oleh Br.Sitorus yang mengakui Ada izin dari Dishub siantar, minggu (03/8) pukul 18.00wib

Siantar,Sidaknews.com – Dibalik cerita Idul Fitri Tahun 2014 yang sudah masuk plus hari ke 6 disatu sisi menjadi tambahan beberapa oknum tertentu hal ini terlihat dari membludaknya sepeda motor – mobil yang parkir di bahu -bahu jalan seantero Pematang siantar.

Tak canggung – canggung beberapa tukang parkir yang bertugas berani mengeluarkan opini bahwa mereka yang ditugaskan Boru Sitorus merupakan oknum yang memiliki hak izin dari Dinas Perhubungan Kota Siantar, hal ini diakui oleh Boru Sitorus, minggu (3/8) pukul 17.30wib disalah satu cafe wilayah taman bunga.

“Saya sudah 2 Tahun memegang parkir disini dan selama ini saya memegang Izin dari Dinas Perhubungan untuk mengelola parkiri disekeliling Taman Bunga, kalau memang ada tukang parkir di daerah ini yang tidak mau soter sama saya trus saya rugi lah karna saya juga kan setor setiap hari ke Dinas” jelas Br. Sitorus.

Dengan pengakuan Br. Sitorus terkuak sudah peran serta Dinas Perhubungan yang menyalah gunakan bahu jalan anehnya di depan Kantor Walikota Pematangsiantar untuk bisnis yang tidak jelas hasil setoranya masuk ke PAD, wajarnya warga mengerti secara peraturan disetiap lahan didepan perkantoran instansi pemerintahan tidak ada istilah adanya bayar parkir.

Sebelumnya juga tercuat informasi bahwa Kapolsek Siantar Barat sempat gencar menanyakan akan oknum koordinator parkir didepan kantor Walikota dan seputaran Cagar Budaya Taman Bunga, gonjang ganjing permasalahan parkir kota Siantar merebak jadi bisnis basah dimana sumber income yang tidak jelas masuk ke saku siapa namun mengatas namakan Dinas Perhubungan.

Pantauan semenjak seminggu sambut lebaran lahan parkir di seputaran Siantar sangat membludak menjadi sumber kemacetan pengguna jalan karena penataan parkir tidak ada rapi namun Dinas Perhubungan tidak pernah ambil sikap demi penertiban area parkir di pusat kota.

Penerbitan kartu tanda pengenal yang digunakan oleh penjaga parkir sangat menjadi polemik akan gampangnya dicetak bahkan anehnya dalam hari tertentu / hari besar adanya surat izin yang dikeluarkan Dinas Perhubungan kepada oknum tertentu namun tidak bersedia menunjukan surat izin tersebut saat dimintai guna mengetahui keabsahan.

Naik Lubis selaku kepala Dinas perhubungan kota Siantar saat dihubungi melalui telepon selular tidak berhasil melakukan konfirmasi hanya nada sela operator yang menyahut, begitu juga dengan melalui pesan singkat tidak ada etika baik dari Sang Kadis.

Adiaksa selaku Kadis Pendapatan kota Siantar juga tidak berhasil dihubungi guna konfirmasi besar PAD yang bersumber dari penghasilan pungutan parkir, apakah ada peningkatan PAD yang disetorkan Dinas Perhubungan karena dalam menyambut hari besar pendapatan parkiri di Siantar sangat membludak.(SyamP)

 

Check Also

Peneliti Jaringan Survei Inisiatif, Aryos Nivada

Aryos: Sengketa Hasil Pilkada Kewenangan MK, Bukan Wewenang Mahkamah Internasional

Banda Aceh, sidaknews.com – Menyikapi statemen dari Bale Seumike Aneuk Nanggroe (BESAN) yang mengancam akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>