Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » LPMK Melayu Lakukan Pengancaman, Kutip Biaya Siskambling Dengan Paksa

LPMK Melayu Lakukan Pengancaman, Kutip Biaya Siskambling Dengan Paksa

Salah satu bukti Struk Pembayaran.
Salah satu bukti Struk Pembayaran.

SIANTAR,Sidaknews.com – Kutipan liar menggunakan struk kwitansi untuk pembayaran Swadaya Gotong Royong Masyarakat untuk biaya Satuan Tugas Keamanan Lingkungan dilakukan LPMK Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara sangat merisaukan warga.

Kebijakan sepihak yang diberlakukan Pangeran Harahap selaku Ketua LPMK dan Rasyid Sinambela selaku Sekretaris LPMK Melayu tidak berpayung hukum hanya berdasarkan Hasil Musyawarah L.K.M.D/LPM Kelurahan Melayu tertanggal 4 Januari 2013 tidak layak diakui keabsahannya.

Anehnya retribusi tertulis dikertas kwitansi warna putih untuk tahun 2013 hanya sebesar Rp. 5.000.- tetapi dicoret dengan tinta pulpen dan besarnya diganti berfariasi sebesar Rp. 20.000 dan Rp. 25.000.-.

Pangeran Harahap selaku ketua LPMK Melayu sudah diduga melakukan pemerasan kepada warga dengan cara santun, mengatas namakan pembayaran tugas penjaga malam yang dimana tidak pernah dilaksanakan. Sehingga pungutan yang dilakukan tiap bulanya masuk ke kantong pengurus LPMK.

Tak ayal warga mendapat ancaman dari oknum pengutip retribusi yang disinyalir sebagai uang reman bahkan setiap warga yang telat memberikan setoran diganti dengan kwitansi kerap dimaki maupun di caci oleh oknum petugas penguti.

Warga komplek perumahan Mega Mas yang sungkan namanya dikorankan karena takut diancam maupun dilakukan perbuatan tidak menyenangkan dari kelompok LPMK sangat menyayangkan kinerja Lurah Melayu yang melindungi perbuatan LPMK bahkan kuat dugaan bayaran warga Melayu dengan alasan biaya Satgas Penjagaan juga dirasakan oleh Lurah.

“Aneh sangat kinerja LPMK Melayu masa meminta maupun mengutip retribusi yang tidak jelas peruntukanya sudah berjalan mulai bulan Januari 2013 kerap melakukan pengancanam bahkan tidak sungkan mendobrak pintu warga yang telat bayar” kesalnya.

“Kalau memang jelas payung hukumnya kenapa di kwitansi retribusi diganti hartanya dari Rp. 5000 menjadi Rp. 20.000 bahkan bulan tertentu ada sebesar Rp. 25.000.” Tegasnya.

“Perilaku maupun pungutan yang dilakukan LPMK Kelurahan Melayu sudah tak terpuji dan sudah sangat meresahkan warga setempat, masa dilakukan pemaksaan memangnya preman ya, ato jangan jangan pungutan ini hanya sebagai jatah reman saja kan selama ini tidak ada penjaga malam ditugaskan LPMK” tutupnya.

Dilain tempat rentang waktu bersamaan warga lainya membenarkan perbuatan tidak terpuji oknum pengutip setoran biaya, bahkan oknum mengaku sebagai anak dari Ketua dan Sekretaris LPMK Melayu kerap mengeluarkan ancaman.

“Masa kalau kita telat bayar maupun tidak bersedia membayar mereka langsung mengucapkan jangan menyesal kalau terjadi apa apa kedepan hari bahkan Lurah pun takan mau mengurusi” jelasnya.

“Kalaupun kehilangan harta benda jangan ada pernah laporan kelurah, bahkan ada juga warga yang merasa terusik akan perbuatan tidak menyenangkan suruhan ketua LPMK Melayu dengan menggas tinggi kretanya dan menambrakan pintu gerbang warga, kan bukan lebaga lagi yang terlihat tetapi sudah sikap preman” kesalnya.

Makdin Sagala selaku Lurah Kelurahan Melayu dijumpai dikantornya, Rabu (15/10) pukul 14.36Wib menejaskan selaku lurah hanya memantau tidak ada peran serta dalam program LPM dan terlihat buang badan akan pungutan untuk ± 1500 ruamah di Kelurahan melayu.

Rasyid Sinambela selaku Sekretaris LPMK Melayu terkesan bak premanisme dan tidak beretika malah menyebutkan beberapa nama yang tidak dimengerti apa tujuanya, malah sekretaris melakukan tuding kepada soerang warga yang menjadi pencemaran nama baik warga.

“Itu kutipan berdasarkan struknya dan itu sebagai partisipasi tergantung kondisi keadaan warga, pasti yang ngasih data LS kan warga yang menolak tower” jelasnya

Pelayanan maupun sifat Rasyid selaku pengurus aparat kelurahan sudah tidak terpuji bahkan tidak menunjukkan etika pelayan masyaraka.

Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara dari pungutan LPMK setiap bulanya meraup uang dari warga sebesar Rp. 20.000.000.- dari uang keringat warga.(SyamP)

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *