Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » LSM Cium Dugaan Praktik Pungli di KUA Karawang

LSM Cium Dugaan Praktik Pungli di KUA Karawang

Ilustrasi: Buku Nikah. Foto: net
Ilustrasi: Buku Nikah. Foto: net

Karawang,sidaknews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Peduli (FMP) Kabupaten Karawang mendapat informasi dari warga jika praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas diduga masih marak dalam hal mengurus administrasi pernikahan di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Karawang.

“Informasi adanya indikasi pungli ini kita dapatkan dari warga. Kalau kejadiannya seperti ini terus, kasihan masyarakat Karawang. Masa biaya nikah warga masih saja ada oknum penghulu yang berani meminta uang sampai Rp 1,5 juta. Ini sudah keterlaluan,” ujar Ketua LSM-FMP Kabupaten Karawang, Dennis FW, Minggu (25/1).

Hal ini, kata dia, membuat sekelompok masyarakat di kota ini gerah. Jika indikasi praktik pungli ini benar adanya, warga menganggap kasus ini merupakan kelemahan kinerja Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Karawang di bawah kepemimpinan Edy Yusup. Bahkan ada “suara sumbang” dari sekelompok warga Karawang yang mendesak agar Edy Yusup mundur dari jabatannya karena dianggap tidak mampu membina bawahannya di daerah.

Dennis mengatakan, ada dua kemungkinan penyebab masih maraknya dugaan pungutan liar untuk biaya pernikahan di Karawang. Kemungkinan pertama yakni lemahnya pembinaan yang dilakukan jajaran Kantor Kemenag terhadap bawahan.

Dan kemungkinan lain adalah ketidak-becusan Kepala Kemenag Karawang dalam memimpin instansinya. Akibat dua faktor itu, kata Dennis, masyarakat pula yang akhirnya menjadi korban.

“Oke, kalaupun katanya nikahnya di KUA pasti murah, tapi realita di lapangan tetap saja selalu ada oknum yang meminta “uang terimakasih” kepada warga yang mempunyai hajat,” cetus Dennis.

Oleh karena itu, lanjut dia, dalam waktu dekat Dennis dan beberapa masyarakat yang merasa dirugikan karena masih adanya biaya pengurusan administrasi pernikahan yang mahal akan mendatangi Kantor Kemenag Karawang untuk meminta penjelasan dari pimpinan intansi tersebut.

“Ada dua pilihan kalau permasalahan ini mau tuntas dan membuat jera oknum di bawah. Yaitu Kepala Kemenag yang mundur dari jabatannya atau Kepala Kemenag yang bersikap tegas dengan mau memecat oknum terindikasi melaksanakan aksi pungutan liar,” tegas Dennis.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karawang Edy Yusup belum berhasil dihubungi media ini terkait adanya indikasi pungli dalam pengurusan pernikahan yang dilakukan oknum petugas KUA tersebut sebagaimana yang didapatkan LSM-FMP Karawang.(Karla)

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>