Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » LSM ICTI Minta Kajari Usut Proyek Buah Naga

LSM ICTI Minta Kajari Usut Proyek Buah Naga

Buah Naga gagal panen, proyek mubazir telan 8 miliar.
Buah Naga gagal panen, proyek mubazir telan 8 miliar.

Bintan, sidaknews.com – Ketua lsm ICTI-Ngo kepulauan Riau kepada media ini Kuncus mengatakan, bahwa proyek Buah Naga tahun 2010 tidak jelas, sementara anggaran proyek ini menelan hingga mencapai Rp.7,4 milair dengan sumber dana Talangan Bencana Alam, dengan anggaran APBN tahun 2010.

Jadi kita minta kepada pihak Kajari untuk mengusut kasus ini, sebab, ada dugaan penyimpangan dana dan peruntukan dana dari pusat, padahal jelas kita ketahui, anggaran buah naga dengan luas 18 hektar yang ada di batu 46 Toapaya Utara kabupaten Bintan bersumber dari dana tanlangan bencana alam.

Impormasi yang diterima oleh media ini, bahwa kasus ini pernah muncul di zamannya Asrijal sebagai kasi intel di kajari Tanjungpinang, Namun entah kenapa kasus ini senyap tak jelas kemana arahnya.

Menurut Kuncus, didalam juklak dan juklis, bahwa dana tangan bencana alam tersebut tidak bisa diperuntukkan kepada program lainnya.Namun menurutnya, jika anggaran itu dialihkan tentunya ada proses, sebab anggaran tersebut anggaran pusat, minimal harus ada persetujuan menteri, DPR-Ri, dan presiden.

Mengenai proses pekerjaan tidak jelas siapa yang melaksanakan proyek tersebut, sementara dilapangan yang kami peroleh bahwa yang mengerjakan pisik bangunan dikerjakan oleh kontraktor, pembuatan tiang sebanyak 18.000 ribu tiang buah naga tidak jelas siapa yang mengerjakannya.”Apakah dikerjakan oleh pihak rekanan atau anggota kelompok tani Agri bangun jaya.

Sementara, ketika ditanyakan oleh media ini, bahwa anggota kelompok tani tidak pernah mengerjakan pembuatan tiang tersebut, Kami hanya mengerjakan perawatan buah naga.

Didalam pelaksanaan pekerjaan setelah siap pemasangan tiang buah naga, Anggota kelompok Gapotan (gabungan kelompok Tani) Agri Bangun jaya hanya pekerja yang diupah untuk perawatan buah naga, anggota terdiri warga desa Toapaya Utara berjumlah 6 kelompok, dalam satu kelompok berjumlah 20 orang dengan total 120 orang, yang diketuai oleh Edi Subagio.

Hartanto ketua BPD Toapaya Utara angkat bicara, ketika dijumpai oleh media ini, dia mengatakan, pada saat kita mengikuti pelatihan di kantor Pertanian kabupaten Bintan hingga di Bintan Angro, mulai dari Proses awal untuk pelaksanaan program buah naga, yang mengerjakan adalah kelompok Tani, itu janji kadis pertanian kepada kami saat itu.

Namun kenyataannya di lapangan berubah semua, yang mengerjakan semuanya adalah pihak kontraktor, seperti pada pembuatan Saung buah naga, Gudang genset, hingga pada pembuatan Tiang buah naga sebanyak 18.000 tiang, “Jadi” Anggota kelompok hanya ikut bekerja pada perawatan buah naga.

Kelompok Tani Agri bangun jaya juga pernah menawarkan kepada Dinas Pertanian Bintan untuk mengerjakan Tiang buah naga tersebut dengan harga per batangnya Rp 15.000, namun hal ini ditolak.

Pada hal kami dijanjikan oleh Kartini Kadis Pertanian kabupaten Bintan saat itu untuk melaksanakan proyek tersebut,dan Ironisnya lagi, dari janji kadis Pertanian Bintan, kami dibekerjakan selama 6 bulan, dalam kenyataannya kami hanya bekerja selama 3 bulan saja.

Dengan upah yang kami terima untuk satu orang Rp.450.000 per bulan, apakah wajar dengan gaji seperti itu? Ungkap Hartanto.

Menurut Hamdani anggota kelompok tani Agri bangun jaya, pada awal sebelum mengadakan kegiatan pelatihan di Bintan AGro,kami diberikan uang sebesar Rp.200.000 per orang, yang kedua, kami diberikan uang oleh Kadis Pertanian Bintan sebesar Rp 1.200.000 untuk satu orang, dan yang ketiga, kami menerima uang sebanyak Rp.300.000 per orang untuk biaya pemasangan Topi buah Naga, dan yang terakhir adalah, setiap kelompok tani mendapatkan Rp 6.500.000.

Barang yang kami terima dari Dinas Pertanian melalui ketua kelompok tani Agri bangun jaya adalah berupa, Motor Kaisar, sepatu, Topi, Cangkul, Sekop, Garpu, Kaus, tas dan Gerobak.”Ungkap Hamdani”.

Hartanto juga menyampaikan kepada media ini, yang perlu dipertayakan kembali, kemana aset-aset buah naga tersebut, sebab, bukan barang yang sedikit, seperti Tangki air, selang atau Pipa, dan lainnya.

Saat ditanyakan media ini Edi subagio ketua kelompok tani Agri bangun jaya seputar Program Buah Naga, Edi malah diam tak mau menjawab.

Kita juga sudah pernah menanyakan hal ini kepada pihak kontraktor yang mengerjakan pembuatan Saung Buah Naga tersebut, Namum, jawaban yang kami peroleh dari pihak rekanan, hanya menjawab kami hanya mengerjakan Saungnya saja, klo yang lain, kami tidak mengetahuinya siapa yang mengerjakan pekerjaan tersebut.

Menurut kuncus, selain proyek buah naga ini, masih ada lagi anggaran yang dikucurkan dinas pertanian Bintan sebesar atau kurang lebuh Rp 400.000.000 (empat ratus juta), dengan Program yang sama, untuk pemasangan tiang buah naga sebanyak 700.000 tiang, dan benihnya didatang dari daerah Jogjakarta.

Sementara pada Proyek Buah naga yang anggaran dari dana talangan Bencana alam, bibitnya dibelikan dari lokal, yaitu dari Akiat di desa Toapaya kilometer 25 Bintan.

Program ini tidak ada hasil yang mengguntungkan dan tidak pernah sama sekali panen, malah Program kegiatan ini kesannya untuk menghambur-hamburkan uang negara,lalu siapa yang bertanggung jawab.Ungkap Kuncus.Bersambung. (ks)

Check Also

Presiden RI Joko Widodo, Menteri PU dan PR, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Gubsu T Erry, Kadis PU madina Syahruddin ST saat melihat rencana pembangunan Asrama Haji di Mesjid Nur ala Nur.

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Asrama Haji Mandailing Natal

Mandailing Natal, sidaknews.com – Dalam kunjungannya di Kabupaten Mandailing Natal Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>