Home » Bengkulu » LSM Minta Audit Perusahaan Tambang

LSM Minta Audit Perusahaan Tambang

Keterangan foto: Lokasi bekas penambangan Batu Bara, yang dilakukan oleh PT. Danau Rmas Hitam, di Bengkulu Tengah, Prov. Bengkulu.
Keterangan foto: Lokasi bekas penambangan Batu Bara, yang dilakukan oleh PT. Danau Rmas Hitam, di Bengkulu Tengah, Prov. Bengkulu.

Bengkulu Tengah,Sidaknews.com – Menindak lanjuti kunjungan anggota DPRD Komisi III, Provinsi Bengkulu, dan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu, atas laporan masyarakat terkait dengan penambangan yang dilakukan oleh PT. Danau Emas Hitam, bersama sub kontraktor selama ini, yang telah mengeksplorasi batu bara, tanpa memperhatikan Lingkungan hidup.

Demikian dikatakan oleh Ketua LSM Gerkan Rakyat Miskin, Duano Kamidan yang ditemui Sidaknews.com usai melakukan pemantauan ke wilayah Penambangan batu bara di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

Dirinya menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak BLH Provinsi Bengkulu, yang hnya melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali saja, tanpa ada tindakan hukum atas PT Danau Emas Hitam tersebut, yang seharusnya sudah penyeret mereka ke pengadilan.

Ditambahkan oleh Duano Kamidan. Diduga terjadi kongkalikong antara Pihak BLH dengan PT Danau Emas Hitam, hal itu dinyatakan oleh wakil kepala tenaga teknis, bahwa PT Danau Emas Hitam.

Dari sekian Ribu hektar Kuasa Pengelolaan (KP), selama dekade 1988 sampai dengan 2014. belum dilaksanakan reklamasi dan reboisasi secara total dan baru sebagian saja. Hal itu tidak menunjukkan etikat baik, dan hanya menguntungkan pihaknya saja.

Dari hasil pantau langsung Duano Kamidan ke lapangan bersama Sidaknews.com. beberapa waktu lalu, masih banyak bekas galian batu bara, yang berbentuk danau dan kubangan air karena belum dilakukan reboisasi dan reklamasi terhadap lahan tersebut.

Duano juga mengharap kepada para anggota DPRD Komisi III,Kejaksaan, dan Mabes Polri serta KPK untuk memeriksa dan mengaudit kinerja tambang sekaligus sub kontraktor PT. Danau Emas Hitam,kemungkinan adanya penyelewengan pajak.

Mengutip dari Media lokal, yang terbit minggu lalu, yang mengatakan bahwa ada sumbangan CSR, berupa sumbangan kepada masyarakat, namun tidak seimbang dengan kerusakan lahan yang ditimbulkan akibat penambangan itu.

“ Bila pun ada dana CSR dari Perusahaan, harus transparan terhadap masyarakat yang mendapatkannya, seperti halnya membangun mesjid, sekolah, jalan lingkungan dan memberangkatkan tokoh-tokoh masyarakat pergi naik haji, namun samapi saat ini belum terlaksana, kalau ada sumbangan selama beroperasi perusahaan itu, baru mengyumbang ala kadar untuk masjid” Ungkap Duano. (Haris Haris)

Check Also

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati pada perayaan natal tribrata kasih jajaran Polres Luwu Timur yang bertempat di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (17/01/2017) sore

Sekda: Toleransi Kunci Keutuhan Luwu Timur

Lutim, sidaknews.com – Semangat toleransi menjadi kunci keutuhan Luwu Timur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>