Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » LSM Nilai Proyek Faspel Sijantung Batam Janggal

LSM Nilai Proyek Faspel Sijantung Batam Janggal

-Terkait Administrasi Penandatanganan Kontrak Proyek.

Keterangan Foto: Inilah kondisi pekerjaan pembangunan Faspel Sijantung Batam tahun 2014.
Keterangan Foto: Inilah kondisi pekerjaan pembangunan Faspel Sijantung Batam tahun 2014.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Proyek Pembangunan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Sijantung Batam Tahun anggaran 2014 dibiayai oleh dana APBD Provinsi Kepri melalui Dinas Perhubungan Kepri dengan nilai kontrak sebesar Rp9.438.870.000 disinyalir banyak kejanggalan.

“Proyek ini kita duga sarat kejanggalan dan masalah. Mulai dari permasalahan administrasi hingga prosedur penandatanganan kontrak dan papan proyek berbeda,” demikian diungkapkan oleh Kuncus, Ketua LSM ICTI-Ngo Kepri kepada media ini, kemarin.

Ia membeberkan, proyek pembangunan Faspel Sijantung di Galang Kota Batam tahun 2014 ini dimenangkan oleh PT Multi Karya Pratama cabang Tanjungpinang. Namun, kata dia, pekerjaan tersebut langsung diambil alih oleh PT Multi Karya Pratama Pusat Medan.

Faspel Sijantung3“Informasi yang kita dapat, pengerjaan proyek tersebut tanpa melibatkan cabang Perusahaaan PT Multi Karya Pratama,” ujarnya.

Terkait hal itu, lanjut dia, terlihat adanya dugaaan kejanggalan-kejanggalan mulai dari proses lelang hingga penandatanganan kontrak sudah ada permasalahan termasuk dengan administrasinya.

“Kita menilai, Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepri terlalu berani menanggung suatu resiko,” katanya.

Ia menilai jika tindakan pihak perusahaan pusat dimungkinkan sangat berpotensi melanggar hukum dan peraturan yang berlaku, Faspel Sijantung2khususnya terkait pengambil-alihan proyek karena dinilai tanpa melalui prosedur.

“Sebab, untuk memenangkan proyek Faspel Sijantung Batam ini adalah cabang Tanjungpinang bukan pusat sesuai dengan apa yang terlampir dalam penawaran,” katanya.

Meski demikian, Kuncus tidak menyanyangkan tindakan pihak PT Multi Karya Pratama pusat mengambil alih pekerjaan tersebut.”Kita persilahkan, tapi asalkan ada koordinasi dan komunikasi yang benar dengan perusahaan cabang Tanjungpinang. Jika tidak, pihak pusat bisa dikatakan semena-mena untuk mengambil alih pekerjaan tersebut,” katanya.

“Kasus ini dalam waktu dekat akan dilaporkan ke penyidik melalui kuasa hukum kita. Data-data kita sudah berikan, dan menunggu waktu saja,” ungkap Kuncus. (red)

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>