Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » LSM Pertayakan PPTK Tidak Dijadikan Tersangka?

LSM Pertayakan PPTK Tidak Dijadikan Tersangka?

-Terkait Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Olahraga Disdik Natuna Tahun 2011.

Jasman Harun mantan Kadis Pendidikan Natuna
Jasman Harun mantan Kadis Pendidikan Natuna

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pemerhati anti korupsi di Kepulauan Riau menyoroti sidang kasus korupsi proyek pengadaan Alat Praktik dan Peraga Olahraga di Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna tahun 2011 yang menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Jasman Harun dkk.

Sorotan ini dialamatkan pada Jabarudin, mantan PPTK pada kegiatan tersebut. Pasalnya, Jabarudin hanya dijadikan sebagai saksi saja dalam kasus ini. Terungkapnya masalah ini sejak sidang perdana digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang Rabu (6/8) kemarin.

Jabarudin, yang menjabat Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik dan peraga Disdik Natuna tahun 2011 bisa bernafas lega, pasalnya dalam kasus tersebut ia hanya dijadikan saksi saja oleh jaksa. Kejaksaan Negeri Natuna yang menangani perkara tersebut hanya menjadikan Jabarudin sebagai saksi saja karena dinilai tidak bertanggungjawab penuh dalam kasus korupsi yang diperkirakan merugikan negara sekitar Rp2,4 miliar tersebut.

“Dia (Jabarudin-red) tidak bertanggungjawab secara langsung dalam proses pelaksanaan proyek tersebut. Ia hanya ditetapkan sebagai saksi saja dalam kasus ini,” kata Kasi Pidsus Natuna, Bambang Widianto kepada wartawan usai persidangan kasus tersebut di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (6/8/2014) yang lalu.

Sorotan ini dikemukakan salah satu pemerhati anti korupsi, Kuncus, Ketua LSM Investigation Corupption Transparan Independen (ICTI) Kepulauan Riau. Ia mengatakan, PPTK itu adalah bagian dari Pengguna Anggaran (PA), jadi tanggungjawabnya ada pada saat pra pelelangan yaitu mencari HPS, mencari Spek, membuat kerangka acuan kerja dan lainnya yang berhubungan dengan persiapan pelelangan.

Selain itu, lanjut dia, tanggungjawab PPTK pada saat Pasca Pelelangan yaitu bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia jasa sampai selesai pekerjaan dan proses pembayaran prestasi pekerjaan.

“Apakah tidak keliru?, jika penyidik Kejaksaan Ranai tidak melibatkan atau menjadikan Jabarudin mantan PPTK sebagai tersangka?. Kita harapkan kepada Majelis Hakim nantinya agar lebih berhati-hati dalam menangani perkara ini,” ungkap Kuncus.

Pada kesempatan itu, Bambang juga mengutarakan yang paling bertanggungjawab penuh dalam proyek tersebut adalam Pengguna Anggaran (PA) dan PPK yang dipegang oleh mantan Kadisdik Natuna Jasman Harun.”PA dan PPK yang bertanggungjawab secara langsung dalam proyek tersebut,” tegasnya.

Pertimbangan lain tidak dijadikannya Jabarudin sebagai tersangka, lanjut Bambang, berdasarkan ketentuan Perpres No 54 tahun 2010 sebagaimana yang diubah menjadi Perpres No 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah.

Namun, seperti dalam peraturan tersebut yang dijelaskan oleh Bambang Widianto adalah tugas dan kewenangan PPTK. Itu salah satu dasar acuan kita dalam penanganan kasus ini. Kita sudah pelajari peraturan tersebut,” katanya.

Peranan dan tanggungjawab PPTK dalam proyek pengadaan barang dan jasa, sambungnya, tidak sama dengan yang melekat pada PPTK yang ditunjuk menangani sebuah proyek kegiatan pemerintah.

“Tugas dan fungsi PPTK dalam proyek pengadaan hanya bersifat teknis saja seperti menyusun jadwal dan pelaksanaan proyek. Sementara, saat pada tahap proses pencairan PPTK tidak dilibatkan lagi,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Natuna, Jasman Harun yang menjadi terdakwa korupsi pengadaan alat praktik dan peraga olahraga siswa tahun 2011 jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Rabu (6/8/2014).

Selain Jasman, lima terdakwa lain yang disidang secara terpisah (displit) juga menjalani sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan dari tim jaksa yang dipimpin langsung Kasipidsus Kejari Natuna, Bambang Widianto.

Kelima terdakwa lain masing-masing, Fredi Ferdianto alias Kim Tjhiu selaku pemilik toko penyedia barang, Asmadi sebagai Direktur CV Segi Lima Group yang memenangkan proyek bernilai Rp 5 miliar tersebut.

Selanjutnya, Agus Ferdian yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP), Idrawadi sebagai sekretaris dan Tasimun sebagai anggota (ketiga terdakwa satu berkas perkara-red).

Jasman yang juga menjadi Pengguna Anggaran (PA) dan Panitia Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut mendapat giliran pertama menjalani sidang yang semuanya dipimpin Majelis Hakim Parulian Lumbantoruan.

Dalam dakwaan jaksa, para terdakwa dinilai telah melanggar ketentuan pasal 2 jo pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Adapun modus yang dilakukan para terdakwa sesuai dalam dakwaan jaksa, yakni para terdakwa diduga melakukan manipulasi harga barang sehingga tidak sesuai dengan spek.

“Sejumlah alat-alat yang sudah diserahkan kepada pihak sekolah tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini juga berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementrian Perindustrian,” urai jaksa dalam dakwaannya.

Dalam dakwaan jaksa, alat-alat peraga olah raga seperti bola voli, net, meja tenis meja dan lainnya juga tidak bisa digunakan oleh sekolah yang menerima barang tersebut.

“Pihak sekolah juga melapor jika sejumlah alat-alat yang sudah didistribusikan tidak bisa digunakan,” papar jaksa.

Adapun perkiraan kerugian negara yang timbul dalam kasus tersebut, menurut hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan berdasarkan hasil penelitian Kementrian Perindustrian berkisar Rp2,4 miliar.

Usai pembacaan seluruh dakwaan oleh jaksa, sidang kembali ditutup hakim dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.(DK)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *