Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Mahasiswa Penadah Barang Curian Divonis Lima Bulan Penjara

Mahasiswa Penadah Barang Curian Divonis Lima Bulan Penjara

Terdakwa Ari Andika Pratama yang didamping kuasa hukumnya Lukman Nawir  saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (30/3). Foto: Rindu Sianipar
Terdakwa Ari Andika Pratama yang didamping kuasa hukumnya Lukman Nawir saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (30/3). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ari Andika Pratama, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Tanjungpinang divonis majelis hakim selama lima bulan penjara karena menadah barang hasil kasus pencurian.

Vonis tersebut diterima terdakwa pada persidangan yang dipimpin majelis hakim Fathul Mujib di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (30/3).

Terdakwa ini dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah menadah barang hasil tindak pidana penjambretan berupa satu unit handphone jenis Blackberry (BB) Gemini.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama lima bulan penjara dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan,” ujar hakim.

Hakim menilai mahasiswa ini terbukti bersalah melanggar ketentuan pasal 480 KUHP tentang tindak pidana penadahan barang curian.”Terdakwa terbukti bersalah memperbantukan tindak pidana kejahatan,” ujar Fathul.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan yang diajukan jaksa Zaldi Akri pada persidangan sebelumnya.  Terhadap putusan tersebut, Ari yang saat itu didampingi kuasa hukumnya, Lukman Nawir mengatakan pikir-pikir selama tujuh hari ke depan apakah menerima atau banding, begitu juga dengan jaksa Zaldi Akri mengatakan hal yang sama.

Ditemui usai sidang, Lukman Nawir mengatakan, dirinya sangat keberatan dengan putusan hakim yang dijatuhkan pada kliennya. Meski demikian, dirinya sangat menghormati putusan tersebut.

“Kita memang keberatan. Dalam putusannya, hakim tidak mempertimbangkan pendidikan klien kita yang sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya,” kata Lukman.

Selain itu, Lukman menilai jika apa yang diperbuat kliennya tersebut sebagai sebuah kelalaian hukum yang bisa menimpa siapa saja.”Ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk masyarakat luas agar setiap membeli sesuatu barang agar mengecek terlebih dulu kebenaran barang yang akan dibeli.

Pasalnya, semula klien kita tidak tahu jika barang tersebut hasil curian. Ia kebetulan dengan pelaku penjambretan barang tersebut saling kenal saja, tidak ada curiga sedikitpun saat membeli barang tersebut, ” ujar Lukman.

Kasus penadahan hasil curian ini terjadi sekitar pertengahan bulan Desember 2014 lalu. Ari membeli sebuah hape jenis BB Gemini dari dua pelaku penjambretan yakni Rendy dan Putra yang disidang terpisah (displit). Rendy divonis hakim selama satu tahun empat bulan penjara sedangkan Putra yang merupakan resedivis kasus yang sama di vonis selama satu tahun dan empat bulan penjara.

Ari mengaku membeli hape yang semula tidak diketahuinya hasil kejahatan tersebut senilai Rp 300 ribu. Hape tersebut, selanjutnya diberikan kepada pacarnya sebagai hadiah ulang tahun.

Ari diamankan polisi, setelah saksi korban (pemilik hape) melapor. Hape yang ketika itu berada di tangan pacarnya tersebut akhirnya terlacak polisi melalui pesan yang ada dalam hape (jaringan Blackberry-red).(Rindu Sianipar)

Check Also

Makjang…!!!, Gegara Dibakar Api Cemburu, Seorang Perempuan Dianiaya di Dalam Kios

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Seorang Wanita berinisial SB alias I (22) warga Pijorkoling kecamatan psp tenggara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *