Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Main golf jam kerja, sanksi lebih berat dari penurunan jabatan

Main golf jam kerja, sanksi lebih berat dari penurunan jabatan

main-golf-jam-kerja-sanksi-lebih-berat-dari-penurunan-jabatan2Sidaknews.com – Nasib dan masa depan empat direktur PT Biro Klarifikasi Indonesia (BKI) masih belum jelas. Meskipun sudah kedapatan bermain golf saat jam kerja, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku belum memberikan sanksi pada empat bos tersebut.

Dahlan mengaku telah menyiapkan sanksi berat bagi pejabat BUMN yang kedapatan bermain golf saat bertugas. Tidak sekadar penurunan jabatan. “Ya itu, lebih berat dari penurunan jabatan, tapi nanti lah,” ucap Dahlan di Pondok Pesantren Internasional Jagat ‘Arsy, Tangerang Selatan, Minggu (15/12).

Meski terus didesak wartawan, Dahlan masih enggan memastikan bentuk sanki yang akan diberikan terhadap direksi BUMN yang dimaksud. Dahlan beralasan saat ini bukan hari kerja. “Sanksinya nanti lah, ini kan hari Minggu,” imbuh Dahlan.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapatkan laporan mengenai direksi PT Biro Klarifikasi Indonesia (BKI) yang bermain golf di saat hari kerja.

Beberapa direksi yang kedapatan bermain golf saat bertugas yakni:

Direktur Utama dijabat Ibnu Wibowo sebelumnya menjabat direksi PT Pann Multifinace.

Direktur Keuangan dan SDM Anang Sundana yang merupakan mantan direktur PT Sarinah.

Direktur Teknik Iman Satria Utama yang merupakan mantan pejabat di Kementerian Perhubungan.

Direktur Pengembangan Usaha Ibrahim Gouse yang merupakan mantan direksi PT Surveyor Indonesia.

Direktur Utama BKI Ibnu Wibowo akhir pekan lalu angkat bicara terkait aktivitasnya main golf saat jam kerja. Dia mengaku pasrah mendapatkan sanksi apapun dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Termasuk jika harus dipecat.

Bahkan, pernyataannya menyentil Dahlan. “Sudah lah, tanya Pak Dahlan, jangan ke kita. Menteri kok dilawan, saya ikhlas disudutkan, saya dicopot sekarang saja alhamdulillah kok,” ujar Ibnu kepada wartawan di Kantor INSA, Jakarta, Jumat (13/12).

Ibnu mengklaim telah menjalankan tanggung jawabnya sebaik mungkin sebagai bos BKI. Tetapi, jika terbukti tidak becus memimpin perusahaan, maka dia siap dicopot dicopot dari jabatannya.

“Kalau yang menugaskan tidak happy, saya mau apa, He is the boss, rule the boss, one boss always true, number two follow number one,” tambahnya.sumber.merdeka.com

 

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *