Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Majelis Hakim Vonis Paizal 4 Tahun Penjara Terbukti Cabuli ABG

Majelis Hakim Vonis Paizal 4 Tahun Penjara Terbukti Cabuli ABG

DIGIRING-M Paizal, terdakwa pencabulan digiring petugas usai menjalani persidangan di PN Tanjungpinang Selasa
Paizal, terdakwa pencabulan ABG digiring petugas usai menjalani persidangan di PN Tanjungpinang Selasa (19/8)

Tanjungpinang,sidaknews.com – Majelis Hakim Aji Suryo setelah membacakan amar putusannya, terdakwa Muhammad Paizal alias Ical bin Surhadi (20) di vonis empat (4) tahun penjara, terdakwa pada kasus pencabulan ABG ini terbukti mencabuli gadis berusia 14 tahun, Mawar, bukan nama sebenarnya.

Vonis tersebut dijatuhkan kepada terdakwa dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Aji Suryo, Selasa (19/8) di PN Tanjungpinang.”Atas perbuatannya, terdakwa dihukum selama empat tahun penjara,” ujar Aji membacakan amar putusannya.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mirian yang sebelumnya menuntut terdakwa selama lima tahun penjara. Pemuda ini terbukti secara sah melanggar ketentuan pasal 81 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa hanya bisa pasrah dan menerima putusan, begitu juga dengan JPU mengutarakan hal yang sama.”Terima pak hakim,” ujar terdakwa yang mengaku masih lajang ini.

Kasus pencabulan anak di bawah umur ini terjadi pada Selasa (18/3) lalu sekira pukul 16.00 Wib di lantai II sebuah toko di sekitar wilayah Tanjungunggat, jln Sultan Mahmud Tanjungpinang. Sore itu, Mawar yang merupakan anak majikan terdakwa sedang bersantai di atas sofa di lantai dasar ruko tersebut. Kemudian, Paizal datang dan menghampiri korban.

Entah setan apa yang merasuki terdakwa, saat itu, ia langsung merangkul tubuh dan membekap mulut korban dengan tangan dan memaksanya naik ke sebuah kamar di lantai dua.

Ketika itu korban berusaha melawan, namun karena kalah tenaga terdakwa berhasil melakukan pencabulan kepada Mawar. Usai melampiaskan hawa nafsu bejatnya, Paizal meninggalkan korban yang tidak berdaya sambil mengancam agar tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun termasuk orangtuanya.

“Jangan bilang-bilang mama ya!,” ujar Paizal berusaha menenangkan korban. Kasus ini terungkap, setelah korban memberitahu abang kandungnya berinisial Yd melalui pesan singkat elektronik (sms). Mendapat sms ini, Yd kemudian memberitahu orang tuanya dan selanjutnya melaporkannya ke pihak berwajib.(DK)

Check Also

Jelang Ramadhan, Rumah Makan dan Tempat Hiburan di Bintan Ditertibkan

Bintan, sidaknews.com – Memasuki bulan suci Ramadan pemerintah daerah (Pemkab) Kabupaten Bintan. Satuan Polisi Pamong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *