Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Malam Grand Final Mojang Jajaka Purwakarta 2014 Meriah

Malam Grand Final Mojang Jajaka Purwakarta 2014 Meriah

Malam Grand Final Mojang Jajaka Purwakarta 2014 Meriah
Foto Bersama Pemenang Mojang Jajaka, M. Zaid Pamungkas, Sebagai Jajaka Dan Inez Rozelia Sebagai Mojang, Putri Indonesia Jabar 2013, Suci Nurhadiah, Bajri Jajaka 2006 Dan Wibiesono.

Purwakarta, Sidaknews.com – Dinas Perhubungan, Kebudayaan Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (DISHUBPARPOSTEL) Purwakarta Jawa Barat menggelar Grand Final Mojang Jajaka Purwakarta 2014. Di Pendopo Purwakarta, Selasa malam (17/6).

Kegiatan sendiri dibuka secara langsung oleh Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH, yang juga dihadiri oleh unsur Muspida Purwakarta, Pejabat Eselon II,III dan IV, Orang tua peserta serta masyarakat Purwakarta yang diiringi oleh grup musik emka 9.

Dalam sambutannya, Dedi menuturkan bahwa pemilihan mojang jajaka, bukanlah kontes salon tetapi kegiatan duta daerah yang bertujuan untuk mempromosikan daerah, terutama untuk Purwakarta sendiri yang terus memperlihatkan grafik meningkat dalam pembangunannya.

“Pertama ada yang harus dirombak cara berpikir mengenai mojang jajaka, selama ini menurut saya mojang jajaka hanya melombakan antar salon, karena hanya lomba salon makna sebenarnya hilang, karena mojang jajaka itu adalah duta yang harus mempromosikan daerahnya, terutama ketika purwakarta hari ini terus berkembang study ke Purwakarta terus meningkat, tren pembangunannya grafiknya makin baik, icon–icon pembangunannya sudah mempunyai karakternya sehingga harus dipertahankan kedepannya mojang jajaka harus bisa mendalami makna daerahnya sendiri.” Ujarnya.

Dedi menambahkan bahwa berkembangnya pariwisata bisa terbangun dari beberapa aspek, yaitu kultur dan konstitusi, serta rasa penghormatan dan menghargai masyarakat terhadap daerahnya, salah satunya adalah dengan menjaga lingkungan.

“Coba anda lihat di bali bagaimana, masyarakatnya masih menjaga kultur dan tradisinya serta menghormati daerahnya sehingga pariwisatanya berkembang, karena disana aspek kulturnya masih dilaksanakan oleh masyarakat, apabila kultur masyarakatnya terus maju, tradisi tersebut bisa menjadi konstitusi sehingga anda masuk singapura, anda bersiap–siaplah dengan seluruh pengetatan pengawasan, disana orang yang meludah sembarangan dihukum, membuang sampah dihukum, masyarakatnya taat pada hukumnya dan apa hasilnya banyak kunjungan turis–turis kesana, wilayahnya bersih, tertib karena tata kelola kota dan hukum disana jelas dan ditaati oleh masyarakat, karena mereka menghormati dan menghargai daerahnya.” Ungkapnya.

Untuk menstimulus kunjungan pariwisata ke Purwakarta, Dedi memiliki beberapa gagasan baru terhadap pengembangan pariwisata purwakarta, yaitu dimulai dari tata kota hingga membuat desain bangunan yang unik dan berkarakter.

“Ditahun 2015 saya akan membuat terobosan berupa desain kota lembut dan indah, yang nanti disebut kota Purwakarta dimulai dari perbatasan–perbatasan lalu para pedagang maranggi kita akan buat desain tanggungan dagangannya hingga lapak–lapaknya, bahkan untuk kedepan bangunan sekolah akan menyesuaikan dengan kultur daerahnya, harus ada rumpun bambu disetiap sudut sekolahnya, siswanya memakai pakaian khas dan ini adalah salah satu cara dalam menarik wisatawan karena keunikan yang kita miliki.” Tegasnya.

Malam Grand Final Mojang Jajaka Purwakarta 2014 Meriah
Para Peserta Grand Final Mojang Jajaka Purwakarta 2014.

Sedangkan menurut Kabid Pariwisata, Norman Nugraha, S.E M.Si, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, yang dimana menurutnya sebagai upaya peningkatan kapasitas remaja dalam mempromosikan potensi daerah.

“Akan dilaksanakan rutin setiap tahunnya, program dalam rangka peningkatan kapasitas remaja Purwakarta untuk duta dalam event dan promosi pariwisata di Purwakarta dan target kami kedepan berbicara banyak di Jawa Barat.” Ungkapnya.

Menurut salah satu juri, Mojang Jajaka Purwakarta 2014, Wibie, bahwa peserta mojang jajaka dinilai dari beberapa aspek, sedangkan untuk penilaian sendiri dimulai dari audisi, karantina, makalah, pengetahuan hingga perfomance.

“Juri sendiri menilai bukan hanya pas kegiatan hari ini, karena untuk hari ini nilai yang diambil hanya 10 persen, akan tetapi mereka dinilai sejak mereka mengikuti audisi hingga karantina dengan beberapa aspek baik pengetahuannya hingga mendalami wilayahnya.” Ujarnya.

Sedangkan yang terpilih menjadi mojang jajaka sendiri adalah, M. Zaid Pamungkas sebagai jajaka dan Inez Rozelia sebagai Mojang, dimana mereka berhasil mendapatkan poin tertinggi dari ketiga juri, yaitu Juara Putri Indonesia Jawa Barat 2013 Suci Nurhadiah, Bajri Jajaka 2006 serta Wibiesono. (ega)

Check Also

Kapolda Sumut Arahkan Kapolres Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan Kota Medan Pasca Ledakan Bom di Jakarta

Medan, sidaknews.com – Untuk menjaga kondusifitas kota Medan pasca ledakan Bom bunuh diri yang terjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *