Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Manfaatkan Keramaian, Walikota Tanjungpinang Berjualan Kwaci dan Kerupuk

Manfaatkan Keramaian, Walikota Tanjungpinang Berjualan Kwaci dan Kerupuk

Walikota Tanjungpinang
Walikota Tanjungpinang, manfaatkan keramaian saat HUT Kota Otonom Tanjungpinang ke-13

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Ada kejadian unik saat pelaksanaan pawai budaya dan kendaraan hias sempena HUT Kota Otonom Tanjungpinang ke-13, Sabtu (1/11) kemarin. Menjelang pukul 14.00 WIB ,  dimana rombongan pawai akan melewati panggung utama di pelataran Melayu Square, masyarakat sudah berbondong-bondong memadati arena untuk menyaksikan pawai.

Kerumunan masyarakat tersebut tentunya dimanfaatkan oleh para penjaja makanan ringan yang biasa berkeliling menjual dagangannya disekitaran Melayu Square.

Didalam kerumunan masyarakat tersebut, terlihat ada 2 orang penjual jajanan anak-anak, yaitu penjual kwaci dan penjual kerupuk. Pada saat yang bersamaan, Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH pun tiba dilokasi acara bersama Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd.

Melihat kerumunan masyarakat yang sudah memenuhi arena, Lis bersama Syahrul pun segera mengambil hidangan berupa kue dan buah yang diletakkan di meja VIP dan diberikan kepada para pengunjung yang berdesak-desakan di pinggir jalan.

Sembari ditemani sang wakil membagi-bagikan kue kepada masyarakat, Lis melihat ada 2 orang pedagang makanan ringan tersebut. Secara spontan, Lis segera memanggil ke-2 orang pedagang tersebut dan mengambil dagangannya.

Dagangan berupa kwaci dan makanan ringan tersebut langsung dia jajakan kepada para pengunjung sambil berteriak “Kwaci…kwaci… siapa yang mau?” Teriaknya. Sontak saja, seluruh masyarakat berebut mengambil kwaci dan makanan ringan yang dijajakan Lis tersebut.

Karena yang menjual kwaci dan makanan ringan tersebut adalah orang nomor 1 di Kota Tanjungpinang, tentu saja dalam hitungan menit semua dagangan habis terjual. Sang pemilik dagangan tertegun dan tak bisa berkata apa-apa melihat tali gantungan dagangan yang tadinya penuh menjadi kosong tak bersisa. Setelah habis, Lis pun menghampiri sang pedagang dan membayar seluruh dagangannya. (Sn)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *