Home » Berita Foto » Mantan Anggota Dewan Soroti Dana Sewa Lahan PT Saipem

Mantan Anggota Dewan Soroti Dana Sewa Lahan PT Saipem

PT Saipem Indonesia. Foto: job-like.com
PT Saipem Indonesia. Foto: job-like.com

Karimun, sidaknews.com – Mantan Anggota DPRD Karimun, Juriantias menyoroti aliran dana sewa lahan yang dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) kepada PT Saipem Indonesia Karimun Branch karena diduga sarat permasalahan.

Selain informasi dari mantan anggota dewan ini, sidaknews.com mencoba menelusuri permasalahan tersebut (investigasi), untuk transparansi dan akuntabilitas publik, kepada beberapa pihak untuk mendapatkan data-data yang akurasi dan layak dipercaya.

Beberapa sumber menyebutkan, lahan seluas 140 Ha itu merupakan aset daerah yang disewa pakaikan kepada PT Saipem Indonesia Karimun dengan harga sewa sebesar Rp 9000/meter persegi selama ± 70 tahun.

“Permasalahannya, dana sewa pakai lahan dengan nilai nominal, sebagaimana disebutkan di atas, diduga tidak masuk ke kas daerah Kabupaten Karimun. Hal itu karena pada saat laporan akhir tahun masa jabatan tahun 2005-2010, saat dibacakan melalui sidang paripurna DPRD Karimun,” ujar Juriantias ketika diwawancarai media ini di kantin Pemkab Karimun, Rabu(17/2) lalu.

“Tidak disebutkan secara rinci sumber pendapatan yang sah, terutama pendapatan asli daerah yang diikuti sumber pendapatan pajak, restribusi, dan hasil pengelolaan kakayaan daerah maupun pendapatan lain-lain yang sah,” terangnya.

Selain itu,Juriantias juga menyebutkan ada yang aneh di saat Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Anwar Hasyim selaku Badan Pengawas Perusda Karimun secara tersirat menyatakan kalau posisi Usmantono sebagai Dirut Perusda masih akan dipertahankan, alias masih aman.

“Namun apa yang terjadi, kita semua tau, Usmantono yang kedua kalinya masuk “hotel prodeo” karena diduga tersandung kasus yang berbeda,” kata Juriantias.

“Terkuaknya masalah demi masalah di tubuh badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Karimun ini, tentu (Perusda red) semakin yakin kita bahwasannya adanya dugaan korupsi berjamaah yang sistematis yang sulit untuk ditangkap aktor intelektualnya. Kita lihat aja nanti yang masuk paling yang di bawah-bawah saja,” kritiknya.

“Contoh saja, sudah jelas laba usaha Perusda nol persen masuk ke kas daerah namun masih dianggarkan lagi Rp 1 milyar ke Perusda pada APBD 2011. Masyarakat perlu tau dana sewa lahan PT.Saipem dialirkan kemana?,” terang Juriantias.

PT Saipem Indonesia Karimun, perusahaan galangan kapal atau shipyard terbesar di Karimun, perusahaan asal Italia dengan total investasi 450 juta USD atau Rp4 triliun itu diharapkan menimbulkan multiplier effect terhadap perekonomian Karimun.

PT Saipem juga diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri yang ditargetkan 10 persen di tahun 2015 ini. Ironisnya, proses pembebasan lahan masyarakat di Desa Pangke, ketika itu dan akhirnya menjadi petaka menimpa beberapa pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Karimun tersandung kasus hukum.

Secara terpisah H.Anwar Hasyim sekarang menjabat Ketua Komisi II DPRD Karimun ketika ditemui Rabu (18/2) sedang tidak berada di tempat. Kemudian Kepala Dinas pendapatan Daerah M.Firmasnyah juga sedang tidak berada di tempat saat akan dikonfirmasi terkait adakah dana sewa lahan PT.Saipem masuk ke kas daerah?. Sampai berita ini diterbitkan belum dapat ditemui.

“Dana sewa pakai lahan PT.Saipem Rp.28 Milyar yang harus disetor ke kas daerah masuk ke dalam APBD masih misterius,” kata Usmantono, mantan Dirut Perusda Karimun yang dilansir salah satu media terbitan lokal di Mapolda Kepri beberapa waktu lalu.Bersambung.(Udo)

Check Also

Drs. H. Dalmasri Syam, MM menyerahkan Dokumen Pelaksana Anggaran ( DPA ) untuk Tahun Anggaran 2017

Wakil Bupati Bintan Serahkan DPA Tahun 2017 ke SKPD

Bintan, sidaknews.com – Wakil Bupati Kabupaten Bintan Drs. H. Dalmasri Syam, MM menyerahkan Dokumen Pelaksana …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>