Home » Berita Foto » Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Ditetapkan Tersangka 

Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Ditetapkan Tersangka 

-Terkait Kasus Dugaan Tersangka Korupsi Fasum dan Fasos Kabupaten Natuna.

Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah.
Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi pengadaan lahan untuk fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di Kabupaten Natuna, dinyatakan berkas berita acara (BAP)  lengkap (P21). Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Natuna, Bambang Widiyanto SH.

“Berkas BAP untuk tersangka Raja Amirullah sudah kita nyatakan lengkap (P21). Saat ini kita masih menuggu pelimpahan dan penyerahan tahap dua dari penyidik Polres Natuna yang menangani perkara tersebut,” Kata Bambang Widiyanto SH kepada wartawan, Kamis (25/9).

Raja Amirullah yang juga ditetapkan tersangka dalam korupsi pengadaan lahan fasos dan fasum Kabupaten Natuna pada 2010 sudah dinyatakan lengkap (P21). Penyidik Kejaksaan, tambah Bambang, hanya tinggal menunggu pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti dari penyidik Sat Reskrim Polres Natuna.

Dikatakan, penanganan perkara terhadap tersangka tersebut secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, jika pihak penyidik polisi telah melengkapi semua berkas, kemudian melimpahkannya ke Kejari Natuna.

“Untuk materi penyidikan tersangka, tidak jauh berbeda dengan materi berkas kedua tersangka (terdakwa) yang sudah menjalani hukuman tetap sebelumnya. Hal ini saksi untuk tersangka Raja Amirullah juga sama, sehingga dalam persidangan, semua saksi itu akan kembali kita hadirkan,”ucap Bambang.

Sebagai mana diketahui sebelumnya, dua terdakwa korupsi pengadaan lahan untuk fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di Kabupaten Natuna, masing-masing Asmiadi dan Bahtiar divonis dengan lama hukuman bervariasi.

Dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Iwan Irawan SH, dengan anggota R. Aji Suryo dan hakim adhock Linda Wati SH, pada Senin (4/8) lalu, Asmiadi divonis 2 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sedangkan tersangka Bahtiar divonis lebih ringan, 1 tahun dan 3 bulan penjara dan denda Rp50 Juta subsider 2 bulan kurungan.

Selain hukuman badan dan denda, Majelis Hakim Pengadilan Tipiklor Tanjungpinang, juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pengembalian kerugiaan negara sebesar Rp127 juta dari Rp367 juta terhadap tersangka Asmiadi atau diganti dengan hukuman badan selama 10 bulan kurungan penjara.

Dalam putusannya, Iwan Irawan menyatakan, kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan atas jabatannya melakukan tindak pidana korupsi hingga merugikan keuangan negara, sebagaimana dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

Sementara, Bahtiar tidak terbukti memperoleh dan menggunakan dana tersebut, hingga tidak dikenakan uang pengganti. (Sn)

Check Also

Drs. H. Dalmasri Syam, MM menyerahkan Dokumen Pelaksana Anggaran ( DPA ) untuk Tahun Anggaran 2017

Wakil Bupati Bintan Serahkan DPA Tahun 2017 ke SKPD

Bintan, sidaknews.com – Wakil Bupati Kabupaten Bintan Drs. H. Dalmasri Syam, MM menyerahkan Dokumen Pelaksana …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>