Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Mantan Istri Jadi TKI, Anak Kandung jadi Sasaran Cabul

Mantan Istri Jadi TKI, Anak Kandung jadi Sasaran Cabul

Keterangan Foto: Madrusi (43) diduga tega melampiaskan nafsu syahwatnya pada anak kandung sendiri sebut saja putri (4).
Keterangan Foto: Madrusi (43) diduga tega melampiaskan nafsu syahwatnya pada anak kandung sendiri sebut saja putri (4). Foto: Sidaknews.com

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Disinyalir kesepian karena telah lama bercerai dengan istri yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, Madrusi (43) diduga tega melampiaskan nafsu syahwatnya pada anak kandung sendiri sebut saja putri (4).

“Mungkin saja karena kesepian setelah sudah lama ditinggal cerai istri yang jadi TKI ke luar negeri,” ujar Efan Apturedi SH, jaksa yang menangani kasus pencabulan tersebut ketika pihak kepolisian melimpahkan berkas kasus dan tersangka ke Kejari Tanjungpinang, Rabu (13/1).

Dalam berkas penyelidikan (BAP) kasus tersebut, lanjut Efan, pelaku telah beberapa kali melakukan perbuatan bejatnya pada korban.

“Terakhir, perbuatan itu dilakukan tersangka sekitar tanggal 17 November 2014 lalu,” ujar Efan.

Perbuatan tersebut, terang Efan, dilakukan tersangka di dalam rumahnya di sekitar wilayah Tanjunguban Kabupaten Bintan ketika sang anak sedang tertidur.

“Diketahui, pelaku memiliki anak empat orang, tiga anaknya laki-laki sedangkan putri adalah anak perempuan satu satunya,” kata Efan.

Dari hasil pemeriksaan visum et repertum dari rumah sakit, lanjut Efan, di sekitar alat vital korban ditemukan luka robek yang diduga akibat terkena benda tumpul.

“Namun, saat kita periksa tadi si tersangka ini membantah melakukan perbuatan cabul pada anak kandungnya tersebut,” kata Efan.

Peristiwa memalukan ini, berdasarkan BAP, diketahui pertama sekali oleh pengasuh korban yang masih bertetangga dengan pelaku yang curiga dengan tingkah si putri.

“Karena curiga, si pengasuh mencoba mengorek informasi dari anak asuhnya. Dari pengakuan si anak, ia mengaku telah dicabuli ayah kandungnya sendiri,” ujar Efan.

Mendapat pengakuan polos si putri, kemudian sang pengasuh melaporkan hal ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Bintan.

“Selanjutnya, sang pengasuh dan anggota KPAID membuat laporan ke polisi dan berhasil menangkap pelaku,” katanya.

Efan mengatakan, tersangka dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(Rindu Sianipar)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *