Home » Berita Foto » Mantan Kadis Perindustrian dan perdagangan kepri Jon Arizal Juni Depan Diperiksa

Mantan Kadis Perindustrian dan perdagangan kepri Jon Arizal Juni Depan Diperiksa

Mantan KAdis
Mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kepri.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Jon Arizal, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau dijadwalkan diperiksa pihak Kejaksaan Tinggi Kepri Riau pada Juni nanti. Sementara itu, Kadis yang menjabat saat ini, M Syed Taufiq sudah diperiksa beberapa hari lalu.

“Kepala Disperindag yang menjabat sekarang sudah kami periksa. Kami sudah melayangkan surat panggilan kepada Jon Arizal, Kadisperindag sebelumnya,” ucap Kepala Seksi Penyidikan Kejati Kepri Padeli kepada wartawan, Jumat (23/5).

Sampai saat ini, saksi yang diperiksa sekitar 40 orang dari 200 lebih saksi. Beberapa ahli akan dimintai tanggapannya dalam kasus ini. Mengenai kerugian negara, pihak Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan sudah disurati.

“Kami melayangkan surat pemberitahuan untuk melakukan pemantauan ke lapangan,” ujar Padeli.

Diberitakan sebelumnya, dua pejabat Disperindag Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana retribusi tera melebihi dari aturan yang ditetapkan. Kedua pejabat itu adalah Kepala Seksi Tera di Unit Pelaksana Teknis Tarmin dan Kepala UPT Muchdawarman.

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Dalam laporan tersebut disampaikan ada indikasi korupsi dana retribusi tera melebihi aturan yang berlaku sesuai Peraturan Pemerintah tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Alat tera yang digunakan ada tiga macam seperti tera rutin, tera statis, dan tera stempat ( menyangkut perusahaan besar).

Kedua tersangka menjabat sejak 2007 hingga 2012. Dalam memungut biaya retribusi tera, kedua tersangka memungut retribusi melebihi ketentuan.

Dana retribusi sesuai tarif sebenarnya dimasukkan ke kas negara. Sedangkan sisanya dibagi-bagikan ke pihak intern dalam.

“Tim jaksa penyelidik sepakat terjadi dugaan tindak pidana korupsi. Pasalnya, kedua tersangka memungut retribusi tera menggunakan fasilitas negara,” ucap Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Yulianto.

Kasus ini melibatkan 98 perusahaan di Kepri. Sebagian besar perusahaan tersebut berada di Batam. Dengan terbitnya surat perintah penyidikan, maka tim kejaksaan akan melakukan penyidikan secara terukur dan terencana.
“Semua orang dalam akan kami periksa,” tegasnya.

Pasal yang akan dijeratkan kepada kedua tersangka yaitu pasal 2, pasal 3, dan pasal 12, Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Pasal 12 huruf e mengenai gratifikasi dan pemerasan,” sebut Yulianto.(Red)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>