Home » Daerah » Aceh » Mantan Pasukan GAM Ini Curhat Menyangkut Kondisi Aceh Setelah MoU

Mantan Pasukan GAM Ini Curhat Menyangkut Kondisi Aceh Setelah MoU

Mantan GAM, Tgk Tahe Pase alias Singa Kota alias Beudon Amad leupon (Foto, IDRIS KASEM)
Mantan GAM, Tgk Tahe Pase alias Singa Kota alias Beudon Amad leupon (Foto, IDRIS KASEM)

BIREUEN,ACEH,Sidaknews.com – Tgk Tahe Pase alias Singa Kota alias Beudon Amad leupon, mengungkapkan isi hatinya tentang situasi perpolitikan Aceh saat ini dalam kontek perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia, khusus berkaitan dalam bidang pembangunan ekonomi dan social masyarakat Aceh.

Disela sela kesibukannya membangun ekonomi masyarakat bersama mantan-mantan kombatan GAM lainnya di salah satu kawasan terpencil daerah perkebunan dan pertanian Desa (Gampong -red) Pinto Rimba Kecamatan Peudada, Bireuen.

Singa Kota menyempatkan waktu mengutarakan unek – unegnya yang selama ini terpendam di benaknya, kepada Idris Kasem yang kemudian menulisnya dan dan di kirim kemedia ini, Rabu 19 November 2014.

Betapa tidak, Singa Kota atau Beudon Amad leupon sendiri dalam jajaran Gerakan Aceh Merdeka adalah yang terdepan dan termasuk salah seorang pengawal Tgk Hasan Umar Di Tiro dalam masa tugasnya, Beudon sering terjadi kontak tembak dengan aparat TNI saat itu, selain itu itu Beudon juga pernah ditugaskan oleh komandannya Alm. Ahmad Leupon untuk memasokkan senjata dan amunisi dari luar ke Aceh pada saat itu, kenangnya pada penulis, Idris Kasem.

Setelah Aceh damai Beudon melang-lang buana hampir seluruh pelosok Aceh untuk melihat kondisi masyarakat pasca konflik walaupun sebenarnya beliau dalam serba kekurangan dibidang materi.

Setelah sekian lama perdamaian Aceh terjadi berdasarkan amatan Beudon, sebahagian mantan kombatan GAM dan bangsa Aceh belum tersentuh tentang pemberdayaan ekonomi mereka, bahkan seolah-olah jeritan penderitaan mereka tidak ada yang mendengarnya,

Padahal dalam perhelatan pesta Demokrasi seperti pemilu Gubernur, Bupati dan Dewan Beudon juga yang terdepan dalam pemenangannya bersama tokoh-tokoh masyarakat lainnya di Kecamatan Peudada, terutama dalam proses pemenangan “HARUSMUDA”.

Hal Ini sangat menyedihkan bagi kami-kami mantan kombatan yang telah berjuang mengorbankan harta, hilangnya nyawa keluarga, anggota keluarga disiksa, hilang tempat tinggal dan itu saya sendiri ikut mengalaminya ungkap Beudon, tapi sampai hari ini nasib kami tidak ada yang peduli, kami berjuang sendiri dalam hal ekonomi kami, lihat kami membuka lahan dengan tenaga dan modal seadanya (sambil memperlihatkan kebunnya) kepada penulius.

Namun demikian, kami mampu melakukannya bahkan sebahagian pekerja-pekerja disini adalah mantan-mantan GAM sambil membuka lahannya sendiri mereka juga bekerja upahan, kalau kami berharap dengan apa yang dijanjikan dalam MoU Helsinki bahwa kami para kombatan GAM diberikan lahan usaha saya pikir kiamat belum terrealisasi, tapi kami yakin dengan pemerintah Aceh yang dipimpin oleh komandan kami yaitu mualem cepat atau lambat ini akan terwujut.

“Kamipun para mantantan angkatan perang Aceh Merdeka bersama masyarakat terus menuntut pada pemerintah Republik Indonesia dan Uni Eropa mana janji mereka terhadap kami para kombatan-kombatan ini dan masyarakat korban komflik yang telah mereka janjikan dalam butir-butir mou Helsinki”

Kepada Pemerintah Aceh saya berharap agar kami para mantan combatan GAM dan masyarakat lemah di desa – desa yang tidak mengerti birokrasi dan akses terhadap pemerintah diberikan sedikit perhatian, karna diseluruh penjuru bumi Aceh ini masih banyak kawan-kawan yang senasip seperti saya yang sungguh-sungguh memperjuangkan ekonomi demi penghidupannya yang layak karna mereka memiliki keluarga dan anak-anak mereka yang butuh pendidikan yang layak layak juga, rintihan Beudon melalui penulis.

Kami juga menaruh harapan kepada Dewan terpilih kali ini agar benar-benar menjalankan amanah Rakyat Aceh dan secara khusus saya berpesan kepada Dewan terpilih dari partai Aceh agar sesegera mungkin menyelesaikan poin-poin draf MoU dan Undang-Undang Pemerintah Aceh yang belum selesai seperti Pertanahan, bagi hasil migas, batas wilayah, bendera, himne dan lambang Aceh.

Untuk kali ini saya sangat yakin Legislatif kita bisa menyelesaikan masalah Aceh dengan munculnya wajah-wajah baru dari kalangan aktifis pejuang Aceh Merdeka seperti Kautsar Muhammad Yus, dan dari kalangan mantan angkatan Perang Aceh Merdeka seperti Abg Fadli, Amd dari dapil Bireuen , Armiyadi, Tgk Muharuddin dan Tgk Isa dari Dapil Aceh Utara (Pase) dan masih banyak lagi dari daerah-daerah pemilihan lainnya yang dari kalangan Aktivis dan mantan angkatan GAM.

Saya juga berharap Jangan sampai terulang seperti selama ini yang mendapatkan bantuan pemerintah adalah orang-orang dekatnya saja dan para SKPA serta SKPK pun sangat enggan turun langsung kelapangan dengan melihat langsung bagaimana kondisi social ekonomi masyarakat.

Sehingga banyak bantuan tidak tepat sasaran dan pada akhirnya pemerintah Aceh menjadi tidak baik dimata masyarakatnya sendiri, padahal menurut amatan saya ini adalah ulah daripada dinas-dinas yang menjadi tugas dan fungsi mereka masing-masing tidak dijalankan dengan maksimal dan sungguh-sungguh dilapangan.

Saya sendiri secara pribadi mendoakan semoga diberi kesehatan dan keberkatan umur oleh Allah SWT, kami semua disini di kabupaten Bireuen dan Aceh Utara mendukung Mualem dan Abu Doto Zaini sebagai ulee pemerintah Aceh semoga dapat memimpin Aceh kedepan lebih baik lagi, InsyaAllah, tegas Tgk Tahe Pase alias Singa Kota alias Beudon Amad leupon yang di tulis Idris Kasem. (Tarmizi/Hasbi)

Check Also

Abdullah Puteh ketika menyampaikan orasi politiknya dihadapkan masyarakat Asam Peutek.

Abdullah Puteh: Jangan Takut Dengan Intimidasi

Langsa, sidaknews.com – Menjelang pemilihan Gubernur/wakil Gubernur dan Walikota/wakil Walikota pada 15 Februari nantinya, diminta …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>