Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Mantan Perwira Poldasu disiksa Polisi didepan Istri

Mantan Perwira Poldasu disiksa Polisi didepan Istri

mantan-polisi-dikeroyok2Medan,Sidaknews.com – Mantan  Pensiunan Perwira Poldasu itu adalah, Dahlan. Terakhir bertugas ia berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Saat ini, Dahlan terbaring lemah di ruang perawatan RSU Bina Kasih. Selang infus dan alat medis lainnya melekat di tubuhnya.

AKP (Purn) Dahlan Ginting didampingi istrinya di RS Bina Kasih di hadapan istrinya, seorang pensiunan polisi babak belur disiksa belasan pria. Ironisnya, pengeroyok mantan Panit Jahtanras Subdit III Ditreskrimum Poldasu ini dikordinir anggota Polri juga, yang masih bertugas di Polres Langkat.

Di temui di rumah sakit, Dahlan yang didampingi istrinya, mengaku peristiwa itu terjadi, Kamis (19/12) jam 15.00 wib di ladangnya di Lau Kulpa, Desa Simpang Kuta Buluh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. “Kejadiannya kemarin. Saat saya di ladang,” kata AKP (Purn) Dahlan di dampingi istrinya, Jumat (20/12) siang.

Cerita Dahlan, saat itu ia dan istrinya hendak pulang selesai melihat ladangnya. “Jadi, di perjalanan pulang dari ladang, saya melihat seorang pemuda memalang jalan dengan keretanya yang dilengkapi keranjang. Saya curiga kalau pemuda itu hendak mencuri sawit di ladang saya,” kata Dahlan.

Dahlan menghampiri pria tersebut. Anehnya saat ditanyai, pria yang identitasnya belum diketahui itu teriak minta tolong. “Waktu saya tanyai, pemuda itu teriak minta tolong, seolah-olah saya pukuli, padahal tidak,” jelasnya. Bersamaan dengan teriakan itu, dari semak-semak ladang muncul belasan pria. Tiga diantaranya dikenal Dahlan. “Dari belasan pria itu, tiga saya kenal yakni, AKP NS, dia sekarang tugas sebagai Kasi Sarpras di Polres Langkat. Kemudian MS, dan RB, mereka ketua OKP,” sambung Dahlan.

Saat itu, AKP NS menyuruh belasan pria tersebut memukuli Dahlan. Bahkan AKP NS juga sempat melepas tiga kali tembakan ke udara dengan senjata api jenis revolver miliknya. “Saya coba menyelamatkan diri, tapi dikejar beberapa pria yang bawa senjata tajam. Sementara yang lainnya memegangi istri saya,” katanya. Tak cuma dipukuli, Dahlan digancu (pangait es). “Mata saya luka karena kena gancu”.

Dahlan teriak minta tolong, sembari berharap teriakannya didengar warga. Ternyata nasib baik masih berpihak padanya. Warga yang mendengar teriakan berdatangan ke lokasi. Nyawa Dahlan tertolong. Para pelaku yang melihat kedatangan warga langsung kabur. “Syukurlah warga datang, kalau gak mungkin saya sudah dibunuh sama mereka”.

Dengan kondisi berlumuran darah, Dahlan dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi, karena lukanya parah, Dahlan dirujuk ke RSUD dr Djoelham Binjai. Setelah mendapat perawatan, Dahlan kemudian dipindah ke RSU Bina Kasih. Lalu, dengan pengawalan petugas Polsek Namukur, Dahlan melaporkan peristiwa itu ke Polres Binjai. Dalam laporannya dengan nomor LP/618/XII/2013/Res Binjai, tanggal 19 Desember 2013. AKP NS cs dilaporkan dengan sangkaan telah melanggar Pasal 351 jo 170, tentang tindak penganiayaan secara bersama-sama.

Berebut Lahan
TERNYATA pemicu pengeroyokan itu diduga akibat perebutan lahan sawit. Karena menurut Dahlan, sejak 6 tahun lalu, AKP NS mengklaim jika lahan sawit milik Dahlan adalah miliknya. Tak itu saja, AKP NS juga memberi surat kuasa kepada BS untuk memanen buah sawit. “Gak tau apa dasarnya dia (AKP NS) mengklaim lahan sawit itu miliknya. Padahal saya punya sertifikat lahan itu, dan pohon sawit itu saya yang menanam,” kata Dahlan.

Sebelumnya, Dahlan juga telah melaporkan tindakan pencurian ke Mapolsek Namukur. “Kasus pencurian sawit juga telah saya laporkan.
Dengan menyerahkan barang bukti foto-foto pelakunya,” sambung Dahlan. Saat itu, Kapolsek Namukur, AKP Pasaribu menurunkan 4 anggotanya yang akhirnya berhasil menangkap basah pelaku yang tengah mencuri. Namun pencuri itu dilepas dengan jaminan AKP NS.

Di tempat terpisah, Kapolres Langkat, AKBP Yulmar saat dikonfirmasi membenarkan jika AKP NS adalah Perwira Menengah (Pama) di Polres yang dipimpinnya. Sayangnya Yulmar enggan berkomentar banyak. Alasannya karena kasus tersebut ditangani Polres Binjai.

“Memang benar AKP NS merupakan staf Pama di Polres Langkat. Terkait kepemilikan senpi itu, secara kedinasan, NS tidak dilengkapi dengan senjata organik Polri, itu masih kita selidiki. Untuk proses penyidikan dilakukan di Polres Binjai,” jelas Yulmar.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbid PID Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan menegaskan, setiap tindakan penyelewengan, penganiayaan serta penyalahgunaan wewenang dan senjata api yang dilakukan oknum Polri di lapangan dapat dilaporkan kepada Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Langkat ataupun Poldasu. “Silahkan laporkan segala bentuk tindakan oknum Polri yang menyalahi aturan ataupun mencoreng kode etik Polri itu ke Propam. Pasti akan diproses,” tegas mantan Kapolres Nisel itu. (*/zul)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>