Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Marak Tempat Esek-esek Di Tanjab Barat

Marak Tempat Esek-esek Di Tanjab Barat

 

Ilustrasi
Ilustrasi. Warung Remang-remang.

Tanjab Barat,Sidaknews.com – Masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khususnya di Kecamatan Tungkal Ilir dan Kecamatan Betara akhir-akhir ini merasa resah dengan maraknya tempat prositusi berkedok warung remang-remang dengan dalih tempat minum dan karoke.

Salah satu warga yang berdomisili di Kecamatan Betara berinisial “Y” menghubungi media ini (24/5) mengatakan bahwa warga yang berdomisili di betara sepuluh Kec. Betara, merasa resah dengan banyaknya warung/cafe remang-remang yang menyediakan cewek-cewek untuk para hidung belang.

Pasalnya, aktivitas Warung Remang-remang (warem) di daerah betara makin merajalela dengan aman dan tenang. Warem seakan-akan bebas menyajikan minuman keras dari Bir hingga Tuak dan wanita penghibur, bisa menemani karaoke hingga plus-plus.

Selama ini kalau saya lihat Satpol PP tidak berani menertipkannya, “Y” mensinyalir adanya oknum-oknum dikalangan tertentu di Kab.Tanjab Barat yang jadi ‘beking’, terbukti di beberapa lokasi dengan leluasa menjalankan bisnis ‘warem esek-esek’, “Pemda tidak menghargai dan menjalankan salah satu motto Relegius. Jangan hanya mencari pencitraan guna meraih penghargaan dengan menertibkan PKL saja, tapi yang jelas melanggar larangan Agama diabaikan, papar “Y”.

Salah satu waga Kuala Tungkal bernama anto di tempat terpisah menyampaikan hal yang sama, di kota kuala tungkal pun ada hotel yang mempasilitasi dengan menerima cewek-cewek ini menginap di hotel untuk melakukan esek-esek yang terselubung. Rata-rata cewekya berumur 16 Thn, di malam hari bisa kita pantau mereka beraktifitas melalui germonya.

Dari laporan masyarakat berdasarkan pantauan media ini memang di Kab. Tanjab Barat seperti di kuala tungkal banyak terdapat cewek- cewek yang berusia 18 Thn s/d 23 Thn menjajakan diri, rata-rata mereka tejun ke dunia hitam ini dengan berbagai macam persoalan dan alasan.

Salah satu cewek bernama Lia (bukan nama asli) saat memberikan keterangan bahwa dirinya bisa menjajakan diri karna faktor ekonomi, karna untuk biaya sekolah dan kebutuhan hidup, maklum lah mas, anak kos. Dan ada juga teman yang cuma ikut-ikutan untuk mencari kesenangan semata “Ujarnya Saptu (24/5).

Masih dari pantauan media ini, Warem yang terdapat di daerah Betara sebenarnya sudah lama keberadaannya, ada sekitar 15 warem yang menggunakan rumah warga sampai dengan bangunan semi permanen.

Cewek-cewek yang ada di cafe daerah betara sepuluh rata-rata berasal dari pulau jawa dan batam Intan 16 Tahun (bukan nama asli) salah satu gadis warem yang ditemui wartawan Sidak News di daerah Betara sepuluh saat melakukan observasi, Saptu malam (25/5), mengatakan dirinya berasal dari kota “S” sudah hampir 1 Tahun bekerja di betara sepuluh, Kecamatan Betara.

“Saya diajak teman mas, habis di kampung tidak ada kerjaan, lumayan juga deh hasilnya disini, Intan yang lulusan SLTP tidak bisa melanjutkan sekolah karena faktor biaya, dan orang tuanya hanya petani penggarap. Ungkapnya (Andi)

Check Also

KAMMI Gelar Aksi Longmarch Menuju DPRD Prov Sumbar

Padang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Sumatera Barat (KAMMI SUMBAR). Melakukan Aksi Longmarch …

One comment

  1. pas d simpang betara apa ada jga cwek esek2nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *