Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Daerah » Babel » Maraknya Penghuni Kost liar di Belitung

Maraknya Penghuni Kost liar di Belitung

-Sahani Saleh Tegaskan, Usir Saja Penghuni kost liar.

Maraknya Penghuni Kost liar
Salah satu rumah kost-kosan di Belitung .

TANJUNGPANDAN,Sidaknews.com – Maraknya rumah kost-kosan liar dengan penghuni pendatang haram/Ilegal di daerah Belitung membuat Bupati Belitung marah dan tegaskan kepada jajarannya agar ditindak tegas.

Setidaknya ada terdapat 18 orang penghuni kost-kostan liar di wilayah Tanjungpandan, Belitung beberapa waktu lalu yang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Belitung kini masih menjadi buah bibir di masyarakat Belitung.

Bahkan Bupati Belitung, H.Sahani Saleh.,S.Sos angkat bicara mengenai maraknya penghuni kost-kostan liar ini. Kepada Media, Sahani Saleh menuturkan bahwa sebelumnya memang sudah berulang-ulang kali diketemukan hal serupa.

Dimana penghuni kost-kostan liar ini dinilai oleh Sahani Saleh merupakan penduduk bermasalah, sehingga dirinya tidak menggubris bahwa penghuni kost-kostan tersebut adalah pendatang gelap di Belitung. “Fakta dan realnya memang seperti itu, mereka adalah pendatang gelap yang ada identitasnya, tapi mereka tidak melapor ke daerah kita, ini yang diabaikan, makanya kemarin ditindak,” ungkapnya, Jumat (10/10) kemarin.

Sahani Saleh menyebutkan, secara administrasi memang rencana nantinya, Pemkab Belitung akan mendata secara keseluruhan kost-kostan atau kontrakan yang ada di Kabupaten Belitung. Ini mengingat penghuni tersebut rata-rata adalah warga pendatang. “Kalau untuk pendatang gelap ini memang penerapan untuk tindaklanjutnya belum ada.

Ini juga mengingat mereka bukan penduduk kita. Ya kalau penduduk kita, tetap akan kita adakan pembinaan seperti itu. Nah kalau penduduk pendatang kita usir atau suruh keluar dari daerah kita ini,” kata Sahani Saleh.

Sahani Saleh mengatakan, pemulangan yang diinginkan emkab Belitung kepada penduduk gelap ini bukanlah secara formal melalui instansi terkait, melainkan dilakukan secara pribadi atau individu penghuni kost masing-masing. Sehingga, lanjut dia, nantinya dengan cara tersebut tidak menimbulkan effect lain kepada penduduk pendatang yang sudah melakukan laporan kepada perangkat desa/kelurahan setempat untuk melakukan hal positif.

“Kita ingin hindari itu. Nanti tanggapannya orang-orang datang kesini, terus bikin onar, menyusahkan kita, terus kita bina, kita pulangkan dengan ongkos kita, enak bener, dan kita tidak mau seperti itu. Apalagi memang banyak kejadian seperti ini, sengaja datang kesini, tau-tau dipulangkan ke daerah asalnya, naik pesawat enak bener, mending kita suruh pulang secara pribadi mereka saja,” tuturnya.

Sahani Saleh menambahkan, kedepan Pemkab Belitung tidak akan bosan-bosan melakukan penertiban tersebut melalui langkah-langkah berikutnya. Salah satunya dengan mendata kost-kostan, baik dari pemilik maupun kamar yang disediakan.

“Kita minta mereka (pemilik kost, red) juga pedulilah dengan hal ini. Rencana kita kerjasamanya nanti seperti itu, yang punya-punya kost melalui RT nanti akan kita data, siapa saja pemiliknya, siapa saja penghuninya, dan ini biar jelas identitasnya secara administrasi,” pungkas Sahani .(ANS).

 

 

 

 

 

Check Also

Bah…!, Ternyata “SB” Mau Rebut Suami “SH”, Akhirnya Berujung di Kantor Polisi

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Kasus penganiayaan yang dialami oleh SH (24) Warga Kelurahan Wek V Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *