Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Mashari Divonis Hakim 11 Bulan Penjara

Mashari Divonis Hakim 11 Bulan Penjara

-Akibat gunakan Uang Palsu pada saat Main Judi Cingkoko.

Ilustrasi Judi Dadu atau Cingkoko.
Ilustrasi Judi Dadu atau Cingkoko.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Ketahuan gunakan Uang palsu (Upal) saat bermain judi Cingkoko di kawasan sukaberenang Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang, Mashari (54) akhirnya divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang selama 11 bulan penjara, denda Rp30 juta subsider 2 bulan kurungan, pada persidangan, Selasa (4/11).

Pada Vonis yang dijatuhi oleh Majelis Hakim dipimpin Iwan Irawan SH didampingi, Sarudi SH dan Dame Parulian Pandiangan SH tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Palapiah SH sebelumnya selama 12 bulan ditambah denda Rp30 juta subsider 3 bulan penjara.

Hakim menilai, terdakwa Mashari terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 36 ayat (2) UU RI Nomor 7 tahun 2011, tentang Mata Uang dan pasal 245 KUH Pidana. Atas vonis tersebut, terdakwa menyatakan menerimanya.

“Saya terima pak hakim,” ucap terdakwa pria paruh baya ini menjawab pertanyaan majelis hakim.

Dalam sidang terungkap, perbuatan terdakwa berawal, Senin (26/5) sekira pukul 19.00 WIB bertempat di pinggir jalan kilometer 15 arah Tanjung Uban, Tanjungpinang, terdakwa menemukan amplop berisikan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 20 lembar.

Kemudian amplop tersebut disimpan dalam saku celannya, dan membawanya untuk memasang uang taruhan di tempat perjudian jenis cingkoko (Dadu Gunjang) di kawasan Suka Berenang.

Setelah beberapa kali memasang taruhan, tindakan terdakwa tersebut akhirnya diketahui oleh bandar judi cingkoko yang merasa curiga dengan uang kertas pecahan Rp100 ribu yang digunakan terdakwa saat itu

Merasa yakin uang itu palsu, bandar judi ini lalu membawa uang tersebut ketempat yang lebih terang, dan benar dilihat uang itu tidak ada benang sarinya, kemudian warnanya juga lebih pucat dibandingkan dengan uang asli.

Tindakan terdakwa tersebut, juga sempat mendapatkan pukulan oleh kaki tangan bandar judi cingkoko, kemudian terdakwa diserahkan kepihak anggota Kepolisian Tanjungpinang yang terjun ke lokasi kejadian.

Ironisnya, setelah menangkap Mashari, tidak seorang-pun penjudi ataupun bandar dan kaki tangannya yang ikut ditangkap.

Dalam sidang sebelumnya, Majelis Hakim juga sempat menanyakan kepada saksi anggota Polisi yang menangkap, tentang mengapa bandar, pemain dan kaki tangan judi cingkoko tidak ikut ditangkap.

Pertanyaan Majelis Hakim tersebut, dijawab oleh saksi anggota Polisi, dengan alasan, ketika mereka tiba dilokasi kejadian, sudah bubar dan tidak ada lagi permainan judi cingkoko. (SN)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *