Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Masyarakat Harus Dukung Investasi di Aceh

Masyarakat Harus Dukung Investasi di Aceh

Penulis Tarmizi A. Gani Aktifis Pertanian dan Peternakan Saat Bersama Beberapa Teman Para Pelaku Bisnis (Foto, Dok, TARMIZI A. GANI)
Penulis Tarmizi A. Gani Aktifis Pertanian dan Peternakan Saat Bersama Beberapa Teman Para Pelaku Bisnis (Foto, Dok, TARMIZI A. GANI)

BIREUEN,Sidaknews.com – Keterbukaan ruang gerak yang kian tidak terbatas antara sebuah negara dengan negara lain, akibat kemajuan globalisasi tekhnologi membuat kita semua ikut serta larut dalam bebagai keterbukaan informasi, baik itu berupa kemajuan pembangunan, ekonomi, pendidikan dan investasi.

Berbicara investasi sangat erat kaitannya dengan investor, investasi akan terjadi jika para investor yakin dan percaya bahwa modal mereka tidak sia-sia setelah di tempatkan di bidang tertentu dengan lokasi yang mereka pilih dan yakini.

Kehadiran investor ke sebuah daerah juga tidak lepas dari lobi dan komunikasi yang dilakukan oleh orang-orang tertu atau para pihak dalam meyakinkan para pemilik modal agar mau berinvestasi di sesuatu daerah yang di perkenalkan oleh para pelobi.

Saya (Tarmizi A. Gani) aktivis Pertanian dan Peternakan melihat, untuk keberhasilan dan terjadinya investasi dalam bidang apapun juga, apa lagi melibatkan jumlah uang dalam angka yang besar, sangat dibutuhkan dukungan semua komponen di Aceh, termasuk pemerintah, LSM, Ormas, tokoh masyarakat dan lainnya untuk melindungi para investor, siapun mereka, maka penanaman modal tidak akan terjadi.

Mengapa pentingnnya investor harus di dukung, karena dengan adanya investasi maka akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama akan ada penyerapan tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha-usaha kecil masyarakat di sekitar object investasi, sehingga geliat perekonomian masyarakat akan semakin meningkat.

Untuk itu, marilah kita jadikan senyum dan sikap santun serta dengan menunjukkan nilai-nilai persahabatan dan persaudaraan dengan gaya kita orang Aceh yang khas ke setiap para investor, sehingga ada yang mau berinvestasi di negeri kita, percayalah tanpa peran baik dari masyarakat secara majmuk jangan harap investasi akan hadir di bumi iskandar muda ini, apa lagi kita masih suka menunjukkan sikap yang tidak kopratif terhadap para tamu (pemilik modal-red).

Di Aceh, seperti mana di Bireuen yang cukup memiliki potensi bagi para investor dengan ketersedian berbagai bahan baku, kita percaya tetap menjadi salah satu pilihan bagi para investor, terutama investor yang bergerak di bidang hasil pertanian arti luas termasuk perikanan, Kabupaten Bireuen punya bahan baku kelapa yang banyak, Bireue memiliki tanah yang subur untuk lokasi pengembangan kedelai dan jagung yang cukup bagus, belum lagi kakao, rambutan dan tanaman lainnya.

Kecuali itu, Kabupaten Bireuen juga memiliki tinggkat budi daya perikanan yang makin berkembang, sebut saja udang vannamei, ikan lele, dan hasil laut yang berlimpah ruah, begitu juga dengan sejumlah Kabupaten lain di Aceh yang masing-masing memiliki bekal bahan baku andalan masing-masing.

Aceh Selatan misalnya, mereka cukup hebat dengan tanaman palawija Pala, Nilam yang memilki nilai eksport cukup tinggi, demikian juga Nagan Raya dan Aceh tenggara dengan tanaman Kakaonya, termasuk di Pidie dan Pidie Jaya selain Bireuen, belum lagi dengan Pulau Simeulue dan Sabang yang letaknya di kelilingi oleh laut.

Sebagai anak Aceh dan juga merupakan salah seorang Aktifis pertanian dan peternakan, saya berharap agar kita seluruh rakyat Aceh, bisa mengundang dan melindungi serta ramah dengan para investor, kalau perlu marilah hari ini kita jadikan senyumman dan sapaan sebagai langkah awal bahwa bangsa kita adalah bangsa yang menerima pembaharuan, tanpa adanya investasi dan kehadiran para investor ke tanah rencong, saya yakin kita akan semakin jauh tertinggal dari peredaran kemajuan global yang cukup cepat.

Dengan demikian, ayo lah dukung dan panggil investor datang ke bumi serambi mekah, marilah semua kita memberi kenyaman pada siapapun yang ingin bergabung dalam kancah pembangunan Aceh ke arah yang lebih baik, kita ajak pun janganlah Investor yang hanya ingin piknik semata, tanpa realisi, “kheun ureng Aceh, Beek tasoek luweu ukuran 80 bak keuieng 27″ (kata orang Aceh jangan pakai celana ukuran 40 cm pada pinggang yang 27 cm-red), tentu tidak cocok. (Tarmizi A. Gani)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>