Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Mau Digusur PT KAI, Warga Klari Karawang Ngadu ke Pak Menteri

Mau Digusur PT KAI, Warga Klari Karawang Ngadu ke Pak Menteri

Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, didampingi oleh Plt Bupati Karawang.
Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, didampingi oleh Plt Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

KARAWANG,Sidaknews.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mendatangi warga Kampung Babakan Nyatai, Desa Gintung Kerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Anak buah Presiden Joko Widodo ini sengaja blusukan demi mengetahui secara langsung persoalan yang ada di Masyarakat.

Tidak kecuali warga di Kampung Babakan Nyantai yang tengah dirundung kegelisahan karena tempat tinggal mereka akan digusur oleh PT KAI. Sontak saja kedatangan Marwan Jafar disambut antusias warga. Mereka lansung mengeluhkan persoalannya tersebut.

Pasalnya menurut warga alasan pegusuran rumah warga yang menempati lahan milik perusahaan BUMN ini penuh kejanggalan. Warga menuding penggusuran dilakukan untuk kepentingan perluasan salah satu pabrik milik prusahaan swasta yang ada sekitar tempat tinggal mereka.

“Pak Mentri tolong kami. Lebih baik kami (Masyarakat) yang membeli tanah ini. Kami siap mencicil berapapun harganya. Jangan malah dibeli oleh bpabrik Gudang Garam hingga kami harus diusir,” kata Ikah (43) warga setempat saat menggelar dialog dengan Marwan Jafar.

Ibu tiga anak yang mengaku sudah 25 tahun tinggal menempati tanah milik PT KAI tersebut mengatakan ada 80 kepala keluarga (KK) yang terancam digusur setelah diberi surat peringatan untuk angkat kaki. Namun warga menolak, mereka tetap tinggal dan memilih tidak mengindahkan surat peringatan yang diterima mereka sekitar tiga bulan lalu itu.

“Kami siap pasang badan, daripada harus meninggalkan rumah ini,” kecam dia.

Menanggapi hal itu, Marwan Jafar mengaku akan membantu warga dan mencari solusi yang terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan. Menurutnya persoalan tersebut adalah persoalan klasik yang terjadi di negara Indonesia.sehingga sudah saatnya perlu ditangani dengan baik.

“Kami akan melayangkan surat kepada PT KAI terkaiat persoalan ini. Kami akan cari solusinya. Jaman sekarang sudah tidak musim gusur-gusuran yang dilakukan secara paksa. Jika warga harus meninggalkan tempat tinggalnya lakukan dengan baik,” kata Marwan. (karla)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *