Home » Daerah » Babel » May Day Buruh Belitung tidak ada pergerakan

May Day Buruh Belitung tidak ada pergerakan

May Day
Ilustrasi. May Day

Babel,Sidaknews.com – Dalam Pantauan media ini di dua Kabupaten Belitung dan Belitung Timur (Beltim) dihari Buruh (May Day ) 1 Mei 2014 adem ayem dan tidak ada kegiatan Baik dari dua Federasi,yaitu SPSI dan SPSI Reformasi yang ada di Dua Kabupaten ini.

Suasana Hari Buruh disikapi dengan biasa biasa saja, yang menjadi pertanyaan besar bagi kita semua adalah apakah  para Buruh di Belitung tarap hidupnya memang sudah layak, baik dari segi upah maupun kesejahteraan dari pihak Perusahaan tempat mereka bekerja sehingga mereka tidak perlu lagi memperjuangkan hak hak mereka?.

Dua kabupaten ini yang banyak bekerja di sektor Perkebunan sawit terutama Masyarakat yang berdiam di kampung berdekatan dengan Perusahaan Perkebun sawit tempat mereka menggantungkan hidupnya. Kendatipun demkian ada juga yang bekerja di Perusahaan Kaolin dan sektor lainya seperti masyarakat Kota ada yang bekerja di pelabuhan sektor jasa dan Hotel hotel yang ada di dua kabupaten yang bersebelahan tidak lebih 90 km jaraknya.

Hari Buruh (May Day)
Hari Buruh (May Day)

Namun gejalah Buruh di dua Kabupaten ini tidak pernah sampai bergejolak kendati pun kadang kalah ada riaknya namun tidak seperti di daerah atau dikota kota lain di Indonesia.

Apa mungkin Tenaga kerja atau Buruh di Babel ini tidak ada masalah ditempat mereka berkerja atau takut mereka untuk berserikat bersuara memperjuangkan hak dan kewajiban para buruh yang dikebiri oleh Perusahaan dimana tempat mereka bekerkerja.

Untuk menjawab semua itu tentunya kerja keras dan kepedulian Relawan ataupun orang yang peduli dengan nasib buruh untuk memberikan kesadaraan dan motivasi”Kaum Buruh tidak harus takut berserikat dan memperjuangkan nasib mereka dan mereka jgan takut sehingga harus menutup diri dengan adanya permasalahan ditempat mereka bekerja.

Media ini sempat menemui Salah satu Karyawan Perkebunan sawit dan bertanya bagaimana suka duka sebagai buruh sawit di Belitung terutama yang bekerja disektor Perkebunan sawit .Mas trisno yang berasal dari jawa yang sudah lama menetap di Belitung yang sampai saat ini dengan usia hampir mendekati pensiunan bertutur kepada Media ini dan mengisahkan suka dukanya sebagai Karyawan sawit.

hari buruh2kisan dan pengalaman Trisno (54) asal suku jawa tengah yang disampainya kepada media ini” dianya merantau ke Belitung atas ajakan teman yang terlebih dahulu merantau ke Belitung dan bekerja di perkebunan Sawit milik Sinar Mas Grup yaitu PT.Lestari Dwikarya tepatnya di divisi simpang rusa estate Kembiri, Kecamatan Membalong Belitung.

Awal masuk kerja di bagian Panen Buah, pada waktu itu gaji perbulan baru Rp 70.500 ,- saya jalani selama 8 Tahun namun karena usia Saya mendekati pensiun saya dipindahkan Personalia ke bagian Perawatan,”kilah Trisno.

Ketika ditanyakan Wartawan sidaknews.com mengenai suka dukanya kerja di perkebunan sawit.Trisno mengungkapkan banyak sukanya mas, apalagi waktu baru masuk kerja, aduh mas seperti sapi perahan dibuat oleh Asistenya. Sudah benar kerja masih juga disalahkan apalagi kalau salah . Metik buah panen meskipun gak ada buahnya harus mencapai target, kalau gak mencapai target malah gaji dipotong.

Namun setelah terbentuknya PUk SPSI barulah Perusahaan tempat saya bekerja agak segan memperlakukan karyawan semena- mena. itupun sudah ada SPSI belum sesempurna mungkin, seperti alat keselamatan kerja seperti sepatu boat, helm dan masker dan minuman Susu untuk pelarut racun bagi karyawan bagian semprot tidak diperhatiikan. Pokoknya memprihatikan, kenang Trisno mengenang kisahnya.

Namun kini sesuai erah Zamanya berubah dan Manajemen Perusahaan sudah rapi barulah ada perubahan. Dulu tinggal dirumah bedeng kini sudah tinggal di Perumahan Dinas Karyawan tapi walaupun demikian setiap ada pergantian Pimpimnan (Manager) maupun staf staf lapangan selalu peraturan berubah rubah dan berbagai karakter pemipin dengan menerapkan pola kepemimpimnan.

Ya ada yang arogansi,cuek.pendiam dan ada yang baik terhadap karyawan .Yang anehnya kalau Staf lapanganya baik selalu tidak lama dan dimutasikan kerjanya ke cabang cabang yang memang Sinar Mas banyak memiliki cabang Perusahaan perkebunan sawit di indonesia,”tutur Trisno yang setahun lagi mendekati pensiunan ini.

Media ini mau kompermasi kepada Kadinaskertras,Drg.Dian Farida ketika dihubungi via telpon tapi tidak aktif dan menghubungi Ketua Federasi SPSI Reformasi cabang Belitung via telpon juga tidak aktiif.

Data yang diperoleh media ini masih banyak permasalahan Tenaga kerja di Belitung yang tidak terungkap kepermukaan oleh Pemerintah sendiri karena mungkin kurangnya pengawasan Disnaker atau memang SPSI nya alias mandul atau juga memang Buruhnya yang tidak berani berbicara.

Mari kIta tanyakan pada rumput yang bergoyang sesungguhnya masalah Buruh tidak akan pernah terselesaikan, apalagi buruh buruh yang bekerja diluar daerah yang jangkauanya jauh dari Pusat Pemerintahan.(Dam)

Check Also

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli saat mewakili Bupati pada perayaan natal tribrata kasih jajaran Polres Luwu Timur yang bertempat di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (17/01/2017) sore

Sekda: Toleransi Kunci Keutuhan Luwu Timur

Lutim, sidaknews.com – Semangat toleransi menjadi kunci keutuhan Luwu Timur. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>