Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Mengendus Dugaan Penyelundupan Rokok Gudang Garam ke Malaysia, Aparat hukum diduga Tutup Mata

Mengendus Dugaan Penyelundupan Rokok Gudang Garam ke Malaysia, Aparat hukum diduga Tutup Mata

Keterangan photo: ”Kapal pompong yang sarat dengan muatan rokok Gudang garam.
Keterangan photo: ”Kapal pompong yang sarat dengan muatan rokok Gudang garam.

SELAT PANJANG,Sidaknews.com – Dari penelusuran sindikat penyeludupan rokok Gudang Garam oleh team awak media sidak news.com baru-baru ini bukan rahasia lagi bagi masyarakat yang ada diwilayah ini, bahwa aksi penyeludupan rokok Gudang Garam ke Malaysia dari sungai baru desa ketapang permai kecamatan pulau merbau kabupaten Kepulauan Meranti.

Meskipun sudah terjadi sejak bertahun-tahun dan merugikan negara hingga miliaran rupiah itu meskipun sudah diketahui oleh aparat penegak hukum namun tidak ada tindakan nyata.

Berdasarkan sumber yang berhasil ditemui Media ini dilapangan menyebutkan, “Rokok gudang garam yang diselundupkan ke Malaysia dan laut Cina selatan itu tidak memiliki pita cukai.

Karena rokok yang dikirim menggunakan belasan speedboat itu hanya rokok bagian atas saja, kalaupun ada pitanya, rokok bagian atas sementara selebihnya tidak memiliki pita cukai sama sekali”, ungkap sumber yang namanya enggan disebutkan dan sehari-hari bekerja bongkar muat rokok gudang garam dipenimbunan yang ada disungai baru itu.

Speed boat pengangkut rokok ke Malaysia.
Speed boat pengangkut rokok ke Malaysia.

Lanjut sumber itu lagi, “Rokok gudang garam itu dikirim oleh pemiliknya dari Dumai menggunakan kapal pompong dengan ukuran besar sebelum di overskip dipinggiran sungai guna dipindahkan kegudang yang selanjutnya dipindah ke speedboat guna dikirim ke Malaysia dan perairan laut cina selatan”.

“Untuk armada speedboat nya sendiri jumlahnya belasan buah, satu speedboat memiliki tiga mesin 200 pk, bayangkan saja satu speedboat memakai mesin tiga buah jadi satu speedboat memiliki 600 pk, bahkan ada yang 750 pk hingga 1500 pk. Dan kecepatannya pun hanya hitungan menit perjalanan dari sungai baru ke Malaysia, lebih kurang 25 menitlah sampai ketujuan”, terangnya.

Tambah sumber itu lagi, dalam satu malam belasan speed boat itu ada yang dua kali melakukan pengiriman dan ada yang hanya satu kali pengiriman saja, satu speedboat itu bersisi 100 tim rokok gudang garam, dan biasanya mereka berangkat dari sungai baru ketika hari menjelang malam, jika waktu kurang bagus mereka berangkat tengah malam, tergantung situasi dan cuaca.

“Bukan sampai disitu saja, kondisi ini diperparah oleh banyaknya aparat terkait yang sering mondar mandir digudang disungai baru itu, tujuannya berbagai macam kebanyakan mereka minta uang minyak kepada pengurus gudang”, ujarnya.

Lain halnya Ucok nakhoda kapal pengangkut kelapa yang sering mondar mandir di sungai baru menuturkan, ‘’Saya sering melihat secara langsung disana. Belasan kapal pengangkut ribuan tim rokok gudang garam yang akan diselundupkan ke Malaysia dan laut cina selatan itu hanya bagian atas saja yang dilengkapi pita cukai, lebihnya mana pakai cukai lagi, masih polos tak ada cukainya”.

“Kalau penyeludupan rokok gudang garam sendiri diwilayah kepulauan meranti ini sudah terjadi sejak bertahun tahun,dan tempatnya pun pindah pindah kayak maling,’’ ungkapnya.

Dia juga menuturkan pertama sekali yang menjadi gudang penyimpanan di wilayah Kepulauan Meranti adalah disungai rangsang Kecamatan Rangsang, kemudian beralih ke Selatpanjang samping pelindo, dan pindah lagi ke Batam, setelah itu pindah ke Selat Akar, dan diselat akar sendiri ternyata pemilik gudangnya tersangkut kasus sabu yang diungkap oleh aparat bea cukai, dan saat ini berpindah ke Sungai baru, Kecamatan Pulau Merbau. Disebutkannya kalau memang legal, kenapa berpindah-pindah tempat keberangkatan mereka.

Sementara itu, Akiong salah seorang yang disebut sebagai pengurus upeti bagi pihak –pihak terkait ketika di konfirmasi Media ini beberapa waktu lalu pihaknya mengakui, memang ada aktifitas pengiriman rokok gudang garam di sungai baru, “saya dipercaya mengurusnya,Nggak usah lah di ekspos biar kami bantu seperti yang lainnya”, ungkapnya singkat.

Secara terpisah kasi P2 Bea Cukai Selat Panjang Syahrudin ketika di mintai keteranganya mengatakan aktifitas ini sudah lama berlangsung dan bahkan kami sudaah berkoordinasikan ke dumai katanya mereka sudaah membayar pajak,”Saya sudah berkoordinaasi ke kantor Dumai mereka ini sudah membayar pajak di sana,”Killah Udin sapaan akrabnya. ( Udo)

 

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>