Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Mengintip Kepemimpinan Walikota Siantar dari Awal Hingga Akhir Jabatan

Mengintip Kepemimpinan Walikota Siantar dari Awal Hingga Akhir Jabatan

-Banyak Kekecewaaan Masyarakat Terhadap Kebijakan Atas Kinerjanya.

Keterangan Gambar: Walikota Siantar periode 2009-2015, Hulman Sitorus.SE
Keterangan Gambar: Walikota Siantar periode 2009-2015, Hulman Sitorus.SE

SIANTAR,Sidaknews.com – Ingat Voucher ..!!! Ingat Izajah “Palsu”..!!!,Ingat Celoteh ..!!! dan Ingat Kenaikan Tarif PDAM. “Ungkapan yang tidak bisa dipisahkan akan kepemimpinan Walikota Siantar yang sudah di penghujung periode”. Selain empat faktor yang berakibat fatal bahkan tidak akan layak jual nama baik Hulman Sitorus, SE banyak juga kekecewaan masyarakat yang tidak bisa disebut satu persatu.

Perubahan yang tidak dirasakan warga dianggap bahwa Hulman Sitorus.SE mandul memajukan taraf hidup bahkan lebih melahirkan rasa waswas maupun sedikit resah karena kebijakan yang tidak seutuhnya pro rakyat. Anehnya setiap peraturan daerah yang diterbitkan tidak berdampak atau banyak yang menyimpang secara teknis pelaksanaan.

Bagi kalangan SKPD Pemko Siantar Walikota merupakan pemimpin yang baik dimana tidak adanya kejadian pergeseran maupun penggantian perangkat daerah secara siknifikan seperti yang sering dipertontonkan oleh Bupati Simalungun, hal ini menjadi satu modal pendukung akan meraup suara bagi Hulman Sitorus.SE untuk berperan serta dalam Pilkada yang akan direncanakan tahun depan.

Namun rasa sakit hati masyarakat Siantar sampai saat ini masih belum padam akan tumpukan permasalahan yang lahir sejak kampanye empat tahun silam dengan janji janji busuk akan Voucer Rp300.000, dugaan penggunaan Izajah palsu diketahui kalangan masyarakat bahwa pemilik Izajah dengan nomor induk siswa yang tertera bukan atas nama Hulman Sitorus tetapi melainkan inisial “RN” di salah satu SMP Swasta yang sudah lama tutup.

Belum terobati akan pembohongan publik yang dilakukan, malah belakangan ini Walikota mengeluarkan kebijakan menaikkan tarif dasar air minum PDAM Tirtauli bak mencekik leher warga Siantar hanya dengan alasan guna untuk pelunasa utang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta usaha untuk menunjang peningkatan pelayanan yang tidak ada sedikit pun dirasakan oleh warga.

Sebelumnya juga Hulman Sitorus.SE pernah membuat insan Pers dan LSM berang bahkan melakukan aksi demo sampai 2kali ke kantor Polres Siantar dijalan Sudirman terkait celoteh yang dianggap sangat meresahkan, namun sampai saat ini DPRD maupun Polres Siantar bak tutup mata akan pernyataan Walikota disalah satu acara yang menyatakan bahwa Wartawan dan LSM menghambat kemajuan pembangunan kota Siantar.

Bobroknya perencanaan pengguaan anggaran tahun 2014, dimana pelaksanaan paket kegiatan yang dikelola Dinas Tarukim dalam pembangunan saluran drainase dan trotoar di inti kota yang sangat diduga tidak sesuai adanya banyak didapati penyimpangan menjadi satu penilaian bahwa Hulman Sitorus.SE selaku Walikota Siantar tidak mampu aktif melakukan perencanaan anggaran.

Sisi lain gagalnya kepemimpinan Hulman Sitorus.SE terlihat dari pelaksanaan Perda tentang IMB dimana terhitung sejak Januari 2014 IMB diduga sangat cacat hukum dengan alasan dalam penerbitan salah satu syarat pengurusan tidak di sertakan Dinas Tarukim tetapi hanya diterbitkan dan diketahui oleh BPPT.

Tata kota yang semberawut malah Hulman Sitorus.SE dianggap tidak mengerti akan perencanaan tata kota sehingga kota Siantar terkesan kumuh dan bangunan banyak yang melanggar GSB dan didapati adanya perumahan yang berdiri diatas lahan hijau.

Rencana Hulman Sitorus.SE mencalonkan kembali untuk menjabat dua periode yang akan mengajukan nama Dirut PDAM Tirtauli, Badri Kalimantan yang diduga banyak melakukan penyimpangan akan pelaksanaan proyek pipanisasi.

Sekjen Forum 13 dijumpai dibilangan kota Siantar, Kamis (5/3) pukul 10.50Wib sangat tidak memberikan respon baik terhadap kepemimpinan Hulman Sitorus.SE khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat miskin yang haknya banyak tidak diberikan seperti halnya hak mendapatkan Raskin dan bantuan sosial lainya.

“Walikota Siantar terkesan tidak peduli akan hak orang miskin dalam penyaluran raskin yang kerap tidak tepat waktu, malah ada dugaan banyaknya penyimpangan dalam penyaluran Raskin sehingga warga yang kuram mampu tidak lagi antusias akan nama Hulman Sitorus.SE” jelasnya.

“Selain hal beras Walikota juga gagal melakukan pengawasan dalam penyaluran tabung subsidi Elpiji 3Kg bahkan harga eceran di warung yang mencapai Rp. 30.000 sudah sangat mencekik leher warga tetapi Hulman Sitorus.SE tidak mampu ambil kebijakan” ujarnya.

“Begitu juga dalam menaikkan tarif dasar air bersih PDAM Tirtauli yang secara sepihak dinaikkan, tetapi setelah dinaikkan malah para anggota DPRD ciut akan jawaban Hulman dalam Paripurna yang dilakukan tahun silam, apa tidak puas pejabat Siantar mencekik leher masyarakatnya” tegasnya.

“Kebijakan yang dikeluarkan Walikota Siantar kerap meresahkan warga yang kedepanya juga banyakan warga Siantar yang tercatat sebagai pemilik hak suara tidak akan bersedia lagi untuk memilih sosok Hulman Sitorus.SE kembali dalam Pilkada kedepan” tutupnya. (Syamp)

Check Also

Pisah Sambut Walikota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Dengan hormat dan rasa terima kasih, kami berdua sampaikan kepada bapak H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *