Kamis , 25 Mei 2017
Home » Daerah » Jabar » Merasa Diintimidasi Investor, Pedagang Pasar Baru Unjuk Gigi

Merasa Diintimidasi Investor, Pedagang Pasar Baru Unjuk Gigi

KARAWANG,Sidaknews.com – Merasa diintimidasi investor, ratusan pedagang Pasar Baru Karawang menggelar pertemuan dengan pengurus Ikatan Pedagang Pasar Karawang (IPPK) untuk menyepakati menolak di relokasi ke Pasar Rawa Sari Kamis (13/3) di sekretariat Ikatan Pedagang Pasar Karawang.

Penolakan itu dituangkan oleh para pedagang dengan membuat kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh pedagang Pasar Baru Karawang kemarin. Alasan menolak untuk direlokasi itu, menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Karawang (IPPK) Asep Kurniawan, SH karena pihak ketiga pemegang proyek pembangunan pasar baru dinilai tidak kooperatif kepada para pedagang.

Investor pembangunan pasar hingga saat ini belum pernah mau menemui pedagang. “Mereka malah membuat para pedagang gelisah karena diisukan pedagang pasar baru akan segera direlokasi ke pasar Rawasari,” ujar Asep kepada sidaknews.com seusai menggelar pertemuan.

Dari hasil pertemuan dengan para pedagang kemarin, dihasilkan lima poin kesepakatan yang nantinya akan diserahkan ke pemerintah daerah. Adapun lima poin yang disepakati pedagang pasar baru itu diantaranya menolak direlokasi karena belum ada kesepakatan antara investor dan pedagang.

Kedua menolak segala bentuk intimidasi dan pendzaliman yang dilakukan oleh siapapun terhadap para pedagang. Ketiga para pedagang menolak PT.Panglima sebagai investor pembangunan pasar baru. Keempat pedagang sepakat tahapan pembangunan pasar baru harus dilakukan pada tahun 2015 setelah idhul fitri, dan terakhir memberikan kuasa penuh kepada IPPK untuk menyelesaikan permasalahan relokasi pedagang pasar baru.

Sementara itu ditempat yang sama Koordinator K3 Deden Permana mengaku kecewa terhadap leading sector atau dalam hal ini Disperindag Karawang yang tidak memahami permasalahan yang dihadapi pedagang. “Leading sectornya tidak paham keinginan pedagang,” cetus Deden.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pertemuan para pedagang dan pengurus IPPK tersebut adalah sebagai bukti kesolidan para pedagang pasar baru yang menolak direlokasi ke pasar rawasari. Selain alas an lokasi tempat dagang yang kecil, proses relokasi menurut dia tidak bisa dilakukan begitu saja.

Seharusnya menurut Deden, proses relokasi itu harus ada SK bupati Karawang dan pihak investor telah membuat kesepakatan dengan para pedagang. “Jangankan SK, diajak ketemu dengan pedagang saja mereka tidak mau,” tandasnya. (ega nugraha)

Check Also

DPC GMNI Cianjur Resmikan Aula “Saung Marhaenis”

Cianjur, sidaknews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur, meresmikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *