Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Miliki 10 Paket Sabu, Iwin Divonis 9 Tahun Penjara

Miliki 10 Paket Sabu, Iwin Divonis 9 Tahun Penjara

Ilustrasi: Sabu-sabu
Ilustrasi: Sabu-sabu.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Aswin Ahmad alias Iwin (37), terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba divonis hakim selama sembilan tahun penjara.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama sembilan tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah tetap ditahan,” ujar majelis hakim yang dipimpin Iwan Irawan pada persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (10/2).

Selain hukuman badan, pria yang tidak pernah mengenyam pendidikan ini juga dikenakan hukuman membayar denda Rp 1 miliar. Jika tidak dibayar akan diganti dengan hukuman dua bulan penjara.

Ia terbukti bersalah melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan jaksa yakni pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Narkotika.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa Eckart Palapia yang sebelumnya menuntut terdakwa selama dua belas tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa yang merupakan mantan resedivis kasus yang sama ini mengatakan menerima, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

Iwin sendiri diamankan ketika hendak melakukan transaksi narkoba dengan seorang pemesan, Ucil yang masuk menjadi salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian di dalam kamar 106 Wisma Miami KM 18 Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan tanggal 27 September 2014 lalu.

Sebelumnya, Ucil menghubungi Iwin dan memesan sabu sebanyak 10 paket dengan harga Rp 48 juta. Iwin disuruh datang dan menunggunya di kamar wisma tersebut.

Tidak merasa curiga, dengan menggunakan sebuah sepeda motor Iwin menuju wisma sambil membawa pesanan yang saat itu sabu disimpan di sebuah kotak penyimpanan kamera digital.

Namun, saat baru akan masuk ke dalam kamar wisma, polisi yang sebelumnya mendapat informasi adanya transaksi narkoba ini langsung menggeledah Iwin.

Saat digeledah, petugas menemukan barang haram tersebut berada di tangan terdakwa. Selanjutnya, polisi menggelandang Iwin ke kantor polisi untuk pemeriksaan lanjutan.

Kepada polisi, Iwin mengaku mendapat barang tersebut dari seseorang bernama Jum (DPO) yang berdomisili di Batam. Iwin mengaku hanya sebagai kurir, untuk transaksi tersebut ia dijanjikan akan mendapat keuntungan Rp 10 juta. (Rindu Sianipar)

Check Also

img_20170328_001457

Dukung Visit Bireuen Year 2018 BIROAD Bireuen Ekspos Lokasi Wisata Air Terjun Ie Rhob

Bireuen, sidaknews.com – Bireuen Trail Organization Adventure (Biroad), kembali melakukan aktivitas adventure-nya dalam wilayah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>