Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Miliki Ganja, Hendika dan Entri Berujung Ke pengadilan

Miliki Ganja, Hendika dan Entri Berujung Ke pengadilan

 Hendika dan Entri, dua terdakwa ini menjalani sidang keduanya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (22/9).

Fhoto: Hendika dan Entri, dua terdakwa ini menjalani sidang keduanya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (22/9)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Hendika dan Entri, dua terdakwa ini menjalani sidang keduanya di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (22/9). Dalam persidangan itu terungkap dua kali transaksi narkoba dimana salah satunya transaksi ganja dengan menggunakan daun pisang.

Kepada majelis hakim, Entri menceritakan awal kejadian penangkapan dirinya oleh pihak Sat Narkoba Polres Tanjungpinang pada 11 Mei lalu itu. Berawal saat ia sedang bekerja di lokasi cucian mobil, ia dihubungi rekannya yang bernama Usepta alias Iwan, sekitar pukul 15.00.
“Sabunya ada di Tanjungpinang. Makanya, saya merental mobil,” ungkapnya.

Setelah pulang dari tempat kerja, Entri langsung merental mobil. Kemudian, Entri menjemput rekannya bernama Hendika.

Keduanya lalu menuju rumah Entri. Di sana sudah ada dua rekan lainnya menunggu, Sudi dan Dedi. Entri bertukar pakaian. Setelah itu, keempatnya berangkat ke Tanjungpinang.

Mobil disuruh berhenti tak jauh dari simpang lampu merah Batu 10 oleh Entri. Ternyata, seorang pria bernama Ijal sudah menunggu di sana. Ijal (DPO) lalu naik ke dalam mobil. Entri menanyakan nama bandar sabu yang akan ditemui.

“Namanya Hasyim. Hati-hati sama dia. Kita ketemu di Batu 8 Atas,” ucap Entri menirukan Ijal saat itu.
Dalam perjalanan ke lokasi yang dituju, Ijal menyerahkan ganja kering berbungkus daun pisang. Penumpang lain juga heran entah kenapa ganja kering itu harus dibungkus daun pisang.

“Saya tak tahu dalam isi bungkusan daun pisang itu. Bungkusan itu serahkan Ijal kepada Entri,” ucap Hendika, yang duduk di sebelah Ijal waktu itu.

Sampai di Batu 8 Atas, sekitar pukul 20.00, rombongan ini turun di sebuah kedai kopi, tak jauh dari Kampus STISIPOL. Keempatnya memesan minum sambil menunggu kedatangan Hasyim. Situasi kedai kopi sudah mulai agak sepi. Hanya ada dua dosen STISIPOL yang duduk dengan rekan lain berbincang-bincang sambil menikmati kopi.

Lima orang ini duduk masuk ke dalam kedai kopi. Endika disuruh pindah meja karena ada yang penting akan dibicarakan.
Lima belas menit kemudian, Hasyim datang. Seluruhnya diajak masuk ke dalam mobil.

Rupanya, Hasyim tak mau bertransaksi di dalam kedai kopi. Saat ketiganya masuk, mobil bergerak sedikit ke depan lokasi londri, tak jauh dari kedai kopi. “Ijal transaksi sabu dengan Hasyim. Sabu itu lalu diserahkan ke saya,” ungkap Entri.

Setelah transaksi terjadi, Ijal, Hasyim, Sudi, Dedi, Entri, Hendika kembali ke kedai kopi. Baru beberapa menit duduk, aktivitas mereka tercium petugas Sat Narkoba. Hasyim, Hendika, dan Entri berhasil ditangkap. “Hasyim berhasil kami tangkap,” ucap salah seorang saksi dari kepolisian.(Sn)

Check Also

Peran Apoteker penting bagi masyarakat didalam Pelayanan

Pangkalpinang, sidaknews.com – Banyak Apotek yang ada hampir merata di Bangka Belitung sangat kurang memperhatikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *