Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » MKKS: Penghapusan Kurtilas Belum Tepat

MKKS: Penghapusan Kurtilas Belum Tepat

Sekretaris Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (FMKKS) Kabupaten Karawang Drs. H. Suheri M.Pd.
Keterangan Gambar: Sekretaris Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (FMKKS) Kabupaten Karawang Drs. H. Suheri M.Pd.

KARAWANG,sidaknews.com – Rencana penghapusan kurikulum 2013 (kurtilas) yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat tanggapan dari Sekretaris Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (FMKKS) Kabupaten Karawang Drs. H. Suheri M.Pd.

Menurut Suheri penghapusan kurtilas dinilai kurang tepat,sebab momentumnya saat ini bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).Dengan adanya penghapusan kurtilas yang bersamaan dengan UAS tersebut, kata Suheri akan berpengaruh pada proses penilaian dan pelaporan hasil ujian yang akan diberikan kepada orang tua siswa.

“Idealnya,keputusan penghapusan kurtilas dilakukan di akhir tahun pelajaran bukan saat ini.Semuanya masih berbenturan dengan momentum UAS,” ujar Suheri.

Namun begitu,pihaknya sebagai pelaksana tetap akan berusaha bersikap normatif sesuai dengan aturan yang diputuskan oleh pemerintah pusat. Namun tetap saja, kata Suheri, penghapusan tersebut dirasa perlu pertimbangan.Sebab ada beberapa faktor yang perlu dikaji ulang jika memang betul penghapusan kurtilas benar adanya.

Seperti yang terjadi di lapangan dalam kegiatan belajar mengajar, Suheri menyinggung nasib siswa kelas 7 dan 8.Menurut dia,di akhir semester ganjil nanti,akan ada penyerahan hasil belajar siswa kepada orang tua dengan konsep raport kurtilas.

“Kendalanya, jika kurtilas sudah diketok palu lalu dikembalikan ke KTSP,lantas bagaimana dengan format raport siwa kelas 7 dan 8? Format raport kurtilas dan KTSP itu sangat berbeda,” katanya.

Dirinya mencatat ada beberapa nilai siswa yang dipastikan tidak akan mucul jika format raport siswa dikembalikan ke KTSP, yaitu nilai sikap dan keterampilan, sedangkan dalam format KTSP yang muncul yaitu nilai pengetahuan. “Atau semisal penghapusan kurtilas dilakukan semester ini juga, kemungkinan format raport akan dirangkap menjadi dua. Bagi saya itu hal yang memberatkan dan terkesan tidak rapi,” katanya.(karla)

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *