Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Murid Kelas Satu SD Tewas Dikeroyok Teman

Murid Kelas Satu SD Tewas Dikeroyok Teman

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MAKASSAR,Sidaknews.com – Muhammad Syukur, murid kelas satu SD Negeri Tamalanrea V, Makassar, meninggal dunia di Rumah Sakit Ibnu Sina, Senin (31/3) dini hari. Diduga Muhammad Syukur meninggal akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga teman sekelasnya pada Kamis (27/3) siang.

Ibu kandung korban, Nurdani kepada Berita Kota mengatakan, putranya dikeroyok oleh dua rekannya pada hari Kamis siang sepulang sekolah. Sejak itu, ia merasakan sakit di bagian lambungnya.

Karena sakitnya tak kunjung sembuh, Syukur dilarikan orangtuanya ke RS Ibnu Sina.

“Hari Sabtunya dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina, tapi tadi subuh (Senin) meninggal,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok H, Senin (31/3) siang.

Menurut Nurdani, selama ini Syukur tidak pernah mengeluhkan sakit di lambungnya. Ia juga mengaku tidak tahu bagaimana kronologis pengeroyokan itu.
“Kami belum mendapat informasi dari pihak rumah sakit penyebab kematian anak kami. Tapi yang jelas, kami bawa dia ke rumah sakit setelah ia dikeroyok dan mengeluh sakit di lambungnya,” papar Nurdani dengan mata sembab.

Ia mengaku tidak menyangka, pengeroyokan itu bakal berbuntut kematian putranya. Nurdani mengaku sudah pasrah, tapi ia berharap kepolisian tetap menyelidiki kasus ini, meskipun terduga pelakunya adalah anak di bawah umur.

“Ya terserah polisi bagaimana nanti. Saya sudah menyerahkan pada proses hukum,” katanya. Nenek korban, Sitti (60) juga mengatakan, jenazah Muhammad Syukur langsung dibawa ke kampung halaman kedua orangtuanya, di Sempang, Kabupaten Wajo, untuk kemudian dimakamkan di sana.

“Saya juga baru datang dari Siwa, jadi tidak tahu bagaimana kejadiannya, tapi tadi jenazahnya sudah dibawa ke Sempang. Semua keluarga ikut ke sana, kecuali mamanya karena ada anak bayinya,” ujar Sitti dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Beberapa tetangga korban mengatakan, semasa hidupnya, Syukur merupakan anak yang penurut dan jarang bermain jauh dari rumah.

“Anak rumahan itu anak, kalau main-main juga di sekitar sini ji. Ke sekolah juga diantar jemput sama bapaknya kasian,” kata beberapa tetanggnya.

Belum diketahui persis siapa pengeroyok Syukur dan bagaimana kronologisnya. Setelah kejadian ia didapati oleh ayahnya meringis kesakitan di pinggir jalan.Saat dibawa pulang, Syukur terus mengeluh sakit di perutnya.

“Awalnya katanya orangtuanya pikir nda papa. Mereka kita itu sakit perut biasa,” jelas tetangga korban.

Karena sakitnya tak kunjung sembuh, pada hari Sabtu ia dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal pada Senin subuh.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Tamalanrea Iptu Andi Husain yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/3) mengatakan, belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut, karena pihaknya sementara memeriksa beberapa saksi.

“Untuk sementara saya belum bisa memberikan penjelasan, karena kita masih periksa beberapa orang saksi terkait hal itu,” jelas, Andi Husain.

Ia membenarkan, ada dugaan sebelum dibawa ke rumah sakit dan meninggal, Muhammad Syukur sempat berkelahi dengan temannya, tapi untuk penyebab kematian korban, kata Husain, hasilnya belum diketahui.

“Memang diduga sempat berkelahi dengan tiga temannya, tapi untuk penyebab kematiannya belum diketahui, kita masih tunggu hasil visum dari RSU Ibnu Sina. Bisa jadi ada penyebab lain sehingga korban meninggal,” jelas andi husain.

Dari keterangan saksi, pihaknya telah mengidentifikasi siapa tiga rekan sekelasnya yang terlibat pengeroyokan itu. Namun menurut Husain, pihaknya belum bisa memeriksa ketiganya, sebelum memastikan penyebab kematian korban.

“Kalau sudah ada hasil visum baru kita tentukan bagaiman tindakan selanjutnya,l” katanya.(BKM)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *