Kamis , 30 Maret 2017
Home » Kepri » Anambas » Musim Utara Nelayan Tarempa Alih Profesi

Musim Utara Nelayan Tarempa Alih Profesi

-Bagi Nelayan Waspadai Musim Utara dan Cuaca Ekstrim Juga Angin kencang.

Poto Ilustrasi: Nelayan Berakit Kab Bintan
Poto Ilustrasi: Nelayan Berakit Kab Bintan. (Foto Istimewa,Sidaknews.com)

Anambas,Sidaknews.com – Kelompok 3-Tibanya musim angin utara membuat nelayan bingung, sebab selama musim Utara berlangsung cukup lama akibat tidak berani melaut akibat gelombang besar dan angin di laut sangat berisiko.

Menurut Muslim (41) salah seorang nelayan dengan menggunakan kapal sendiri berkapasitas 3 GT, saat dikonfirmasi oleh media ini dipasar tradisional Kecamatan Siantan di Desa tarempa Barat Kabupaten kepulauan Anambas.

Dia mengatakan, dimana hasil tangkapan pada bulan Nopember lalu cukup lumayan hasilnya, dalam satu hari bisa mendapatkan lima puluh Kg ikan tongkol, tapi terkadang tak dapat hasil tangkapan sama sekali cuma dapat capeknya saja tutur muslim.

kalau ikan tongkol hasil tangkapannya terjual habis dalam satu hari, hasilnya lumayan besar, namun saya jual sendiri bisa sampai tiga hari baru habis.Hasilnya setelah saya hitung bersihnya dari ransum masih bersisa seratus ribu rupiah, namun pun demikian tapi saya selalu berharap lain hari bisa bertambah hasilnya ungkap Muslim pada Minggu kemarin.(30/11)

Masih menurut muslim, diakuinya, dari hasil penjualan ikan saat ini berkurang secara dratis dari hari biasanya, sebelumnya saya berpenghasilan rata-rata dua ratus ribu sekali melaut, “nah kalau bulan ini saya hanya mendapatkan hasil paling banyak cuma seratus ribu perhari,” Ungkapnya.

Ditempat terpisah, GO (54) salah satu nelayan Siantan saat ditemui oleh media ini di tempat kerjanya, mengatakan, saya sebagai suku laut mengaku memiliki kapal dengan ukuran 1 GT.

Menurutnya sangat beresiko untuk melaut dimusim Utara, jadi saya harus siap mencari pekerjaan lain untuk perkerjaan sampingan untuk membutuhi hidup, dan saya tidak memilih kerja apapun, baik itu bikin rumah panggung maupun rumah permanen, dan kapal bisa bertambat di pelabuhan nelayan Desa sri Tanjung, Ungkapnya.

Senada halnya yang disampaikan oleh Rahmad (38) warga Desa Tarempa Barat dikatakannya rahmat selaku nelayan tangkap luar pulau,memasuki musim angin Utara pada awal Desember ini sudah sangat sulit bagi kita nelayan,selain cuaca yang ekstrim anginnya juga kencang.

Namun dikarenakan desakan kebutuhan ekonomi, Rahmad bersama dengan beberapa nelayan lainnya bisa berkerja yanglayak. Untuk teman-teman Nelayan lainnya kata rahmad, jangan dipaksakan turun melaut.

Kalau dapat silakan mencari pekerjaan lain sebelum habis angin utara, saya masih bisa bersyukur, sebab istri masih ada kerja sampingan di rumah membuat dan menjual kerupuk ikan juga kerupuk atum,ungkap Rahmat.(Rohadi)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>