Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Daerah » Babel » Naker Diminta Lengkapi Dokumen Ketenagakerjaan

Naker Diminta Lengkapi Dokumen Ketenagakerjaan

Kepala Dinsosnakertrans Beltim, Syahrial.
Kepala Dinsosnakertrans Beltim, Syahrial.

MANGGAR – Sidaknews.com – Calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri diminta melengkapi dokumen ketenagakerjaan. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus menjamin nasib tenaga kerja.

“Sebaiknya calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri melengkapi dokumen. Jadi kalau ada sesuatu, akan memudahkan pemulangan ke daerah asal,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Beltim, Syahrial, Jumat (19/9) kemarin.

Penegasan tersebut disampaikannya, menyusul adanya warga Desa Baru Kabupaten Beltim yang sempat terlunta-lunta di Malaysia sebelum diselamatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan dikembalikan ke daerah asal.

Syahrial mengatakan, pihaknya menerima surat dari KBRI di Malaysia perihal rencana pemulangan dan permohonan penelusuran keluarga WNI/TKI asal Manggar, Beltim pada tanggal 10 September lalu.

Dalam surat resmi tersebut, KBRI menjelaskan kronologis permasalahan WNI atas nama Tati (53) yang meninggalkan Manggar sejak tahun 1994 silam. Dalam keterangannya, Tati mengaku memiliki keluarga kandung di Manggar yang saat itu masih termasuk wilayah Kabupaten Belitung. “Jadi saya dihubungi KBRI yang meminta Dinsosnakertrans Beltim mencari saudara kandung WNI atas nama Tati yang mengaku berasal dari Manggar. Setelah kita cek, ternyata benar ada pihak keluarga yang merupakan abang kandungnya,” kata Syahrial.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak KBRI Malaysia, Tati datang ke Malaysia melalui Batam ke Johor menggunakan kapal penyeberangan. Sesampainya di Malaysia, yang bersangkutan bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada keluarga keturunan Arab di daerah Petaling Jaya, Selangor. “Setelah itu, yang bersangkutan keluar dari rumah majikan dan bekerja serabutan secara ilegal dan tinggal di rumah kongsi di daerah Ampang, Kuala Lumpur,” ucapnya.

Nasib Tati kemudian diketahui setelah dirinya mengalami sakit darah tinggi dan mengalami kesulitan untuk berjalan. Beruntung, masyarakat Indonesia yang tinggal berdekatan membantu dan membawanya ke KBRI Kuala Lumpur. Selanjutnya, Tati ditampung di penampungan sementara (shelter) KBRI dan diupayakan pemulangan ke Indonesia.

Tati sendiri kini sudah berkumpul bersama keluarganya, setelah dipulangkan menggunakan maskapai penerbangan dan dijemput pihak keluarga dan Dinsosnakertrans di bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Rabu (12/9) lalu.

“Karena tidak memiliki dokumen apapun (KTP dan KK), yang bersangkutan akan kita upayakan menumpang pada KK saudaranya. Saya juga sudah minta ke pak Kades agar memberi kemudahan. Sebab, yang bersangkutan memerlukan penanganan atas penyakitnya,” jelasnya.

“Pak Bupati juga sudah merespon dengan baik, sewaktu di bandara beliau juga langsung menemui pihak KBRI yang mengantarnya untuk mengucapkan terima kasih,” tandasnya.(ANS)

 

Check Also

Anggota BPKP Sultra. Armadi saat melakukan pemeriksaan, ketika disambangi wartawan.

Anggota DPRD Konut Nilai Oknum BPKP Sultra Tidak Profesional Menjalankan Tugas

-Terkait Penggeledahan Rumah Mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tanpa mekanisme Wanggudu, sidaknews.com – Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>