Rabu , 24 Mei 2017
Home » Daerah » Babel » Nama Kajari sempat disebut Atup

Nama Kajari sempat disebut Atup

 

Sidang perkara pemerasan Bupati Belitung Sahani Saleh.,S.Sos melibatkan tersangka Fachrudin Victory alias Atup (41)
Sidang perkara pemerasan Bupati Belitung Sahani Saleh.,S.Sos melibatkan tersangka Fachrudin Victory alias Atup (41)

TANJUNGPANDAN,Sidaknews.com – Sidang perkara pemerasan Bupati Belitung Sahani Saleh.,S.Sos melibatkan tersangka Fachrudin Victory alias Atup (41), kembali digelar, kemarin (22/10). Sidang dengan agenda pembacaan eksepsi ini dipimpin Ketua PN Tanjungpandan Ronald Salnofri BYA.,SH.,MH didampingi Majelis Hakim Andri Natanael Partogi.,SH serta Ferdinaldo.,SH.

Dalam sidang, Atup menolak bahwa dirinya terlibat dalam kasus pemerasan terhadap Bupati Belitung. Meski demikian, Atup mengaku kenal dengan terdakwa Nur Halal alias Andi (36). “Saya memang mengenal Andi, tapi itu hanya sekedar teman biasa,” ucap Atup dihadapan Majelis Hakim.

Mengenai perkara yang menjerat dirinya hingga kini harus dititipkan ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Cerucuk, Kabupaten Belitung, Atup menuturkan bahwa saat itu dirinya hanya memfasilitasi pertemuan antara terdakwa Andi dengan Bupati Belitung.

“Waktu itu saudara Andi meminta saya untuk dipertemukan dengan bupati karena ada masalah yang harus diselesaikan. Lalu Dia menjelaskan, kalau di Belitung ini banyak proyek mangkrak dan diduga dana tersebut di korupsi,” jelas Atup.

Mendapatkan penjelasan dari terdakwa Andi, lantas Atup dengan sesegera mungkin langsung mencari nomor handphone Bupati Belitung. Saat itulah, Atup lantas menjelaskan mengenai pokok permasalahan yang disampaikan kepada Bupati Belitung.

“Setelah aku jelaskan, akhirnya bupati menjawab, “apa yang harus saya lakukan agar anggota KPK tersebut tidak melaporkan ke pusat mengenai kasus ini,” sebut Atup menirukan perkataan Bupati Belitung.

Dalam sidang ini Atup terlihat tanpa didampingi panasehat hukum. Atup membaca sendiri eksepsi tersebut atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Meski demikian Atup menyatakan dirinya ditipu dan dijebak dalam perkara yang menimpa dirinya kini.

Saat pembacaan eksepsi tersebut juga Atup sempat membuat kaget ruang sidang. Pasalnya pria yang dikenal sebagai wartawan ini memunculkan nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpandan, Nova Elida Saragih. Dia menyebutkan sebelumnya sempat berkoordinasi dengan Kejari Tanjungpandan mengenai keberadaan terdakwa Andi apakah benar dari KPK.

Bahkan, lanjut dia, komunikasi antara terdakwa Andi dan Kajari Tanjungpandan sempat berlangsung dengan baik hingga pertemuan makan siang di rumah makan Minang Star Tanjungpandan sebelum mencuapnya perkara ini. “Itu sempat terjadi, harusnya SMS dan telpon saya dengan Kajari Tanjungpandan dijadikan alat bukti.

Kajari juga sempat telepon Andi berapa kali, dan saya terus berupaya mencari tahu siapa Andi. Saya tidak pernah mengenal Nurhalal dari awal saya cuma tahu Andi,” beber Atup.

Lucunya dalam kasus ini Atup mengatakan bahwa sejak awal dirinya merasa dijebak. Sebab sebelumnya dia hanya diminta untuk menjadi perantara oleh Bupati Belitung ke Andi. Bahkan beberapa kali terjalin komunikasi kepada Bupati Belitung meminta dirinya untuk menjadi penghubung ke Andi.

Bahkan Atup mengelak bahwa dirinya pernah meminta uang sebesar Rp. 300 juta kepada Bupati Belitung untuk membayar hotel. ” Tidak pernah saya meminta uang sebesar itu, yang ada Andi sempat bilang kalau-kalau mau bantu, bantu saja Rp 300 juta. Habis itu saya diminta lagi untuk menghubungi Andi oleh saksi Sahani Saleh, katanya mau antar uang Rp 20 juta untuk bantu biaya hotel Andi,” jelas Atup.

Atup menegaskan bahwa dirinya dijebak atas konspirasi beberapa pihak yang tidak senang, termasuk Sahani Saleh diduga bagi Atup tidak senang karena terkait pemberitaan. Atup menduga, pemberitaannya sewaktu menjadi wartawan tentang Sahani Saleh menjual tanah di hutan produksi menjadi dendam pribadi.

“Jadi saya merasa tertipu dan dijebak baik oleh Andi yang mengaku sebagai anggota KPK. Karena saya hanya mengenal Andi sebagai Andi. Saya merasa dijebak juga oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, karena saya diminta tolong untuk menjadi perantara ke Andi malah begini. Ini ada kerja sama antara berbagai pihak baik oknum aparat dan kelompok tertentu yang merasa terusik lalu memenjarakan saya,” tukas Atup.

Atup usai membaca eksepsinya sempat ditanyakan oleh Ketua Majelis Hakim Ronald, S apalagi yang akan disampaikan. Dalam persidangan itu, sebuah pernyataan mengejutkan keluar, dimana Atup menyatakan dirinya sebagai wartawan selama 20 tahun sudah tahu seluk beluk di Kejaksaan Negeri Tanjungpandan. Dan sewaktu-waktu ia akan membuka apa yang terjadi dengan saksi-saksi 213 orang penghuni Lapas Cerucuk.

“Saya tahu apa yang terjadi di dalam Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, 213 orang di penjara sana (Lapas Cerucuk) siap bicara,” tegas Atup. Sementara, Kajari Tanjungpandan saat dicoba konfirmasi tidak mendapat balasan. (ANS)

 

 

 

 

 

Check Also

Pemko Langsa Salurkan Dana Meugang Kepada 6.700 Fakir Miskin

Langsa, sidaknews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, Pemerintah kota Langsa menyalurkan bantuan berupa uang untuk …

One comment

  1. Luar Binasa….. sungguh mengerikan jika benar apa yg dikatakan atut, wajib juga untuk dipelajari, jgn hny di jadikan tontonan objek belaka… Hukum pelayanan Publik mana yah…. , ayo bongkar semua,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *