Home » Berita Foto » Napi Lapas Warung Bambu Karawang Bebas Bawa Hape, Kok Bisa ?

Napi Lapas Warung Bambu Karawang Bebas Bawa Hape, Kok Bisa ?

Diminta kepada Menteri Hukum Dan HAM Segera Menindaklanjuti

Lapas Karawang
Lapas Karawang.

KARAWANG,Sidaknews.com – Sejumlah narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang diduga bebas memiliki peralatan elektronik dan gad get seperti tablet, laptop, dan ponsel. Hal ini terbukti ketika sidaknews.com berhasil menelusuri akun facebook seorang narapidana yang ditahan di Lapas Karawang.

Dalam akun itu, nampak poto-poto ‘sumringah’ penghuni lapas berfose di depan kamera ponsel seolah mereka ingin menunjukan bahwa di dalam lapas tempat mereka tinggal mereka masih bisa menggunakan alat elektronik layaknya masyarakat di luar.

Dalam beberapa poto hasil jepretan seorang narapidana yang di upload ke facebook sekitar dua hari lalu itu memperlihatkan sekitar ada enam orang laki-laki penghuni lapas yang mayoritas badannya bertato sedang duduk menghadap ke kamera dengan backround jeruji sel nampak jelas dalam gambar tersebut.

Saat dikonfirmasi, KPLP Lapas Karawang Yusup mengakui bahwa pihaknya sering kecolongan perihal banyaknya napi yang masih memiliki ponsel di dalam lapas. Namun menurut dia, bukan berarti hal itu dibiarkan, karena pihak lapas sendiri menurutnya sering menggelar razia bahkan bekerjasama dengan pihak luar dari kantor wilyah.

“Kita mengakui hal itu, namun bukan berarti hape dilegalkan di dalam lapas, kendala kita karena kurang personil,” ujar Yusup di ruang kerjanya.

Yusup menambahkan, dengan jumlah penghuni lapas Karawang sebanyak 963 warga binaan dari yang seharusnya untuk 590 orang itu ,cukup membuat repot petugas lapas yang jumlahnya sekitar 7 orang dalam setiap regu untuk berjaga. “Dengan jumlah segitu, kita harus mengawasi hampir seribu orang, bayangin aja,” katanya.

Ditambahkan Yusup, untuk menjaga keamanan lain, pihak Lapas juga memiliki sebanyak 9 CCTV atau kamera pengintai yang dipasang di beberapa lokasi area lapas. Misalnya saja cctv dipasang di pintu masuk lapas, blok lapas, dan tempat lain.

Namun begitu, dengan kejadian ini pihaknya mengaku akan memberikan sangsi tegas jika dalam poto-poto yang tersebar luas di dunia maya itu benar terjadi di dalam lapas Karawang. “Nanti kita telusuri, kalau memang benar pasti kita tindak,” tandasnya.

Masih menurut Yusup, di dalam Lapas Karawang sendiri sebenarnya barang-barang yang dilarang dimiliki oleh warga binaan sebenarnya sering dirajia. Bahkan kepada sidaknews.com, Yusup sempat memperlihatkan beberapa buah handphone milik warga binaan yang berhasil di rajia oleh pihak lapas Karawang. “Kalau mau lihat ini kita punya banyak hape hasil rajia,” cetus Yusup sambil menunjukan beberapa handphone hasil sitaan.(ega nugraha)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

4 comments

  1. ya wajar aja klu berita ini mencuat,toh napi juga secara gk lgsg disuruh kerja dgn cara mengelabuhi org.dan hasilnya itu untuk bayar inilah,itulah,.pokoknya fasilitas yg tersedia dari pemerintah untuk napi tsb,mereka jadikan lahan uang. klu gk dari pegawai,mana bisa para napi memiliki hp2 mewah seperti itu ?
    Dan itupun pernah saya jalani didalam lapas tsb -+ 2thn.bayangin aja,setiap kali petugas nongol ke kmr,tiap kmr itu para napi diminta 10rb.sedangkan disitu ada 4blok dan di tiap bloknya itu ada 5 s/d 6 aula.dan di tiap aula itu ada 6 s/d 7 kamar,itu tinggal dikalikan saja untuk seorang petugas tiap harinya bisa mengantongi uang brapa dari para napi..tiap petugas itu mempunyai regu,dan tiap regu itu ada beberapa petugas..disitu tiap harinya ada regu pagi,siang dan malam.coba bayangkan aja dari mana para napi bisa membayar para petugas tsb klu bukan dari hasil menipu orang.

    • bener tuh, kk saya juga lgi ditahan disana, juga bilang gitu, awalny saya g prcaya tpi stlh bca pnuturan anda, saya bru yakin, prlu pnyikapan serious nigh dr pemerintah

  2. Mereka yang berseragam biru sebenarnya hanya memanfaatkan situasi dan kondisi kita yang meringkuk didalam..
    Jadi sebenarnya antara napi dan petugas tuh samasama enak..
    mereka dapat bayaran, sedangkan kita para napi juga leluarsa menggunakan handpone..
    Lalu kalo kita gak setor bayaran, mereka bakalan pake hukum rimba penjara..
    Yaa mau gak mau kita bayar lah..
    Yah yang penting skarang saya udah pulang dan bisa bekerja mencari uang halal..

    Salam satu lapas, satu nkri.
    Krw.29/01/13 – 18/11/14

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>