Home » Berita Foto » Nelayan Pagae Dari Luar Daerah Buat Resah Warga Pesisir Pulau Bonerate

Nelayan Pagae Dari Luar Daerah Buat Resah Warga Pesisir Pulau Bonerate

Salah satu kapal nelayan gae dari luar daerah terekam camera wartawan tengah beroperasi melakukan penangkapan ikan di perairan kepulauan selayar, Sulawesi-Selatan.(Foto:fadly syarif)
Salah satu kapal nelayan gae dari luar daerah terekam camera wartawan tengah beroperasi melakukan penangkapan ikan di perairan kepulauan selayar, Sulawesi-Selatan.(Foto:fadly syarif)

Kep.Selayar,Sidaknews.com – Warga masyarakat nelayan pesisir Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan kembali dibuat resah oleh kehadiran nelayan pagae asal Bulukumba, Sinjai dan Kabupaten Bone yang beroperasi melakukan penangkapan ikan di sekitar perairan Bonerate dengan menggunakan rumpon.

Para nelayan dari luar daerah ini diduga kuat beroperasi tanpa menggunakan kelengkapan dokumen izin. Operasi penangkapan ikan yang disinyalir tanpa izin ini dikategorikan warga sebagai tindakan pencurian dan penjarahan sumberdaya ikan.

Salah seorang warga nelayan pesisir Pulau Bonerate yang enggan disebutkan namanya bahkan telah mengkategorikan hal sebagai tindakan pencurian asset daerah. Informasi akhir hasil pantauan warga menyebutkan, nelayan pagae dan rumpon banyak beroperasi di sekitar perairan Pulau Bonerate dan Lambego.

Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH yang pertama kali menerima kiriman informasi via BBM menandaskan, informasi diterima dan akan segera ditelusuri, ujarnya.

Pemerintah kabupaten tidak boleh tinggal diam disaat mendengar ungkapan permasalahan masyarakat dan ini adalah merupakan bahagian dari rasa sensitifitas pemerintah terhadap persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat.

Jawaban senada disampaikan Camat Pasimarannu, Andi Abdurrahman, SE. M.Si hari kamis, (13/11) siang.

“Terima kasih infonya, tolong bantu pantau dan telusuri kepastian izin untuk dasar melapor resmi. Saya akan kontak aparat satuan polisi pamong praja dan UPT DKP untuk segera melakukan pemeriksaan dokumen, tandas Andi Abdurrahman via BBM.

Informasi ini telah diteruskan kepada sejumlah pihak diantaranya, pengurus LSM Lidik Sulsel, Imran Hasan, ajudan Wakil Bupati, Ultris dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Suwadi, Hj. Sofiah, Awiluddin, serta Arfianto.

Menanggapi permasalahan ini, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Selayar, Arfianto menegaskan, komisi II akan mempertanyakan persoalan izin yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan untuk nelayan pagae dan rumpon dari luar Kabupaten Kepulauan Selayar.

Untuk jawaban yang lebih resmi, hal ini ini akan dirapatkan dan dibahas lebih dahulu oleh anggota Komisi II di DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, tandas Arfianto kepada wartawan via BBM, hari Kamis, (13/11) siang. (fadly syarif)

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>