Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Nguan Seng Menggugat Suban Hartono PT kemayan Bintan

Nguan Seng Menggugat Suban Hartono PT kemayan Bintan

Oleh: Jendaita Pinem

Jendaita Pinem
Jendaita Pinem.

Sidaknews.com – Siapa tidak mengenal Pria tua ini di Tanjungpinang, dia adalah Nguan Seng  yang sudah berumur 76 Tahun, jika mengikut umur seorang manusia normal pada zaman ini, sesungguhnya dia sudah tidak terlalu penting dengan dunia ini, apalagi dengan kehidupannya yang serba cukup dimana anak-anaknya semua sudah dewasa dan berumah tangga bahkan diatara anak-anaknya ada yang menjadi pengusaha sukses di Kota Metropolitan Jakarta.

Nguan Seng terpanggil untuk melawan dalam kasus ini adalah karena rasa keprihatinan beliau terhadap keselamatan Bangsa dan Negara apabila Rakyat Jelata yang tidak bersalah di zalimi oleh Suban Hartono  melaui tangan-tangan manusia yang kejam bersifat Iblis dan Setan untuk merampok harta yang dikuasai oleh Negara dan hak-hak Rakyat terhadap tanah di Dompak.

“Sikap Suban Hartono dalam hal ini tidak ubahnya seperti seorang Penjajah bagaikan Panglima Perang Jaman Belanda, sewaktu menjajah Indonesia dahulu dimana Belanda-Belanda itu menghalalkan segala cara untuk merampas nilai komersil tanah di Indonesia yang begitu subur dan Syurga bagi mereka.

Belanda-belanda itu sanggup menyogok dengan uang, wanita cantik dan mempersenjatai sebagian kecil rakyat Indonesia untuk bergaduh sesama sendiri bahkan ada yang saling membunuh sementara Penjajah Belanda tertawa terbahak-bahak dalam menikmati hasil alam Indonesia yang diperoleh hanya dengan cara melagakan dan mejanjikan kehidupan mewah dan syurga. Akibatnya anak dan keturunan kita menanggung derita sampai ke hari ini.

Nguang seng
Nguang seng Menggugat Suban Hartono.

Dalam hal tanah di Dompak, nilai komersilnya berpuluh tahun sudah dikuasai oleh Suban Hartono Dkk secara Illegal untuk memperkaya diri sendiri, Namun tiada siapa dan Aparat penegak Hukum yang bangkit untuk membongkar perbuatan Suban Hartono tersebut yang nyata melawan Hukum.

Bahkan sebaliknya Suban Hartono memperalat aparat Penegak Hukum untuk menakutkan dan menggiring rakyat agar tidak bangkit melawan dan tunduk kepada Suban Hartono , walaupun akhirnya ada diantara aparat penegak Hukum turut menjadi terperiksa dan terkena imbasan dari perbuatan Suban Hartono itu.

Pertanyaannya sampai kapankah Suban Hartono akan dilindungi oleh Aparat penegak hukum khususnya di wilayah Hukum Tanjungpinang??? begitu pentingnyakah sumbangan dan peranan Suban Hartono terhadap Pemimpin dan Pembangunan Daerah ini berbanding dengan pengorbanan para pemimpin terdahulu yang memerdekakan negara ini dengan meneteskan darah.

Mengorbankan jiwa dan raga serta harta yang tidak ternilai harganya bersama kepentingan rakyat Tanjung Pinang pada umumnya, sehingga Suban Hartono tidak pernah terjangkau Hukum (Kebal Hukum) di Negeri ini walaupun perbuatannya terbukti melawan Hukum.

Masihkah ada tempat mengadu di Negara yang kita cintai ini, Masihkah ada harapan bagi rakyat kecil khususnya di wilayah Hukum Tajung Pinang untuk mendapatkan pembelaan dan keadilan dari Penegakan Hukum di Negeri ini.

Pertanyaan ini pasti akan terungkap dan terbentang luas melalui Gugatan orang tua bernama Nguan Seng  terhadap Suban Hartono/PT Kemayan Bintan karena pada awalnya dalam Perkara Perdata Nomor: 04/PDT.G/2010/PN.TPI Majelis Hakim pada Pengadilan Tingkat Pertama mengabulkan Gugatan Suban Hartono/PT Kemayan Bintan  terhadap Nguan Seng  Dkk hanya didasarkan pada fotocopy SHGB No. 00871 yang notabenenya Fiktif/Palsu.

Secara Hukum diketahui bahwa fotocopy tidak bisa dijadikan dasar kepemilikan tanah dalam Persidangan di Pengadilan sebelum pemiliknya dapat membuktikan atau menunjukkan Sertipikat yang Asli karena fotocopy bisa direkayasa dan mudah untuk di palsukan. Dan ternyata sampai kehari ini baik Suban Hartono , Penyidik Kepolisian, Jaksa Penuntut Umum maupun Majelis Hakim tidak dapat membuktikn atau menunjukkan Seripikat HGB No. 00871 yang asli.

Bahkan yang lebih ironi Sertipikat HGB No. 00871 telahpun dilaporkan hilang oleh Suban Hartono pada Tanggal 17 Maret 2011 tetapi BPN tidak menerbitkan sertipikat yang baru kepada Suban Hartono/PT Kemayan Bintan sebagai pengganti Sertipikat yang dilaporkannya itu, karena terdapat hampir keseluruhan areal pada lokasi SHGB No. 00871 tersebut mengandungi Tanah milik Masyarakat, Pemukiman Masyarakat dan Manggrove/Hutang lindung Bakau sebagaimana ditemukan sewaktu Tim Komisi IV DPR RI melakukan Kunker kelokasi tanah di lokasi SHGB No. 00871 tersbut.

Sehingga dengan demikian Suban Hartono/PT Kemayan Bintan haruslah dinyatakan telah membuat keterangan Palsu karena tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan tanah yang sah menurut Undang-Undang terhadap tanah yang dia klaim sebagai miliknya berdasarkan SHGB No. 00871 yang Asli dan akibat dari perbuatannya itu Rakyat dan Negara telahpun dirugikan.

Terkait dengan Upaya Hukum Peninjauan Kembali (PK) yang akan dimohonkan oleh Suban Hartono/PT Kemayan Bintan Kepada Ketua Mahkamah Agung RI di Jakarta melalui Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pinang di Tanjung Pinang, Peranan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Pinang sangat diharapkan untuk menilai layak tidaknya bukti baru yang akan dikemukakan oleh Suban Hartono /PT Kemayan Bintan dalam Persidangan di Pengadilan agar Peristiwa rekayasa yang dilakukan oleh Suban Hartono tidak terulang kembali.

Dalam kasus ini yang menjadi Pokok Perkara ialah dasar bukti kepemilikan terhadap tanah, oleh karena itu selagi Suban Hartono /PT Kemayan Bintan  tidak dapat menunjukkan Sertipikat HGB No. 00871 yang ASLI sebagai dasar kepemilikanya terhadap tanah yang dia klaim sebagai miliknya dalam Upaya “Hukum Peninjauan Kembali” yang dia akan mohonkan, Maka secara Hukum selama itu pula Permohonan Peninjauan Kembali yang dimohonkan oleh Suban Hartono/PT Kamayan Bintan harusnya tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak memenuhi Persyaratan.(**)

Check Also

Pelanggar lalu lintas membayar denda yang dikenakan kepada kasir Bank BRI Cabang Langsa.

Polres Langsa Gelar Sidang di Tempat Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Langsa, sidaknews.com – Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian resor Langsa bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>