Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Nguan Seng Tunjukan 12 Bukti Menguatkan, Suban Hartono 14 Bukti, Namun Aslinya Tidak Dapat Ditunjukkan

Nguan Seng Tunjukan 12 Bukti Menguatkan, Suban Hartono 14 Bukti, Namun Aslinya Tidak Dapat Ditunjukkan

– Sidang Gugatan Terhadap PT Kemayan Bintan Rp 1,1 Triliun

Jefrianto,SH Kuasa Hukum Nguan Seng
Jefrianto,SH Kuasa Hukum Nguan Seng

Sidaknews.com.Tanjungpinang – Pada sidang lanjutan kasus gugatan perdata yang diajukan oleh Nguan Seng alias Henky, selaku pengusaha dan pemilik alat berat terhadap PT Kemayan Bintan (KB) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (7/7-2014).

Dalam sidang kali ini, Nguan Seng melalui Kuasa Hukumnya, Jefrianto Simanjutak,SH memperlihatkan sebanyak 12 bukti tambahan tentang dokumen asli tentang kepemilikan alat berat untuk lebih menguatkan dari 7 bukti yang telah diajukan pada persidangan sebelumnya di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim ketua Parulian Lumbantoruan,SH. MH, didampingi Bambang,SH dan Fathul Mujib, SH. MH.

Sementara dari pihak tergugat, PT KB melalui kuasa hukumnnya, Rusmadi,SH juga menunjukan sebanyak 14 bukti tambahan tentang dokumen yang mereka miliki. Namun dari sejumlah bukti dokumen tersebut, pihak tergugat belum bisa menunjukan salinan bukti asli, terutama menyangkut tentang Sertifkat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 00871/Dompak, atas nama PT KB, termasuk gambar situasi tertanggal 19 Januari 1995 Nomor 05/PGSK/1995 seluas 2.966.500 meter persegi.

Terhadap hal tersebut, majelis hakim meminta kepada pihak tergugat untuk dapat segera menunjukan bukti sertifikat tersebut aslinya itu pada sidang akan datang, dengan agenda untuk mendengarkan keterangan saksi.

“Kita minta agar pihak tergugat untuk dapat menunjukan bukti dokumen aslinya pada sidang akan datang,”ucap ketua majelis hakim.

Nguan Seng
Nguan Seng

Dalam perkara perdata tersebut, Nguan Seng melalui kuasa hukumnya, Jefrianto Simanjutak,SH menyangkut lanjutan sidang gugatan perdata, dengan menggugat para tergugat PT KB sebesar Rp1,1 Triliun, atas pencemaran nama baik dan kerusakan alat berat miliknya pada Gugatan nomor 30/PDT.G/2014 di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang saat ini. Nguan menggugat PT KB dan TPD, karena alat berat miliknya yang disewakan kepada CV Tri Karya Abadi (TKA) untuk usaha pertambangan bauksit, telah disita dan dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara pidana Nomor 82/PID.B/2010/PN.TPI.

“Dalam perkara pidana tersebut, seluruh alat berat milik klien kita selaku penggugat, telah dirampas untuk negara, kecuali dua unit alat berat lainnya yang dikembalikan kepada penggugat,” ungkap Jefri usai sidang kepada media ini.

Penyitaan seluruh alat berat milik Nguan Seng didasari laporan polisi yang diajukan oleh para tergugat melalui karyawannya bernama Toto Suprianto dengan dasar laporan pencurian dan penyerobotan tanah yang dilakukan Agus Sutanto dengan laporan Polisi Nomor Pol, LP/B.81/IV/2009 tertanggal 21 April 2009

Sementara dalam perkara perdata Nomor 82/PID.B/2010/PN.TPI yang diputuskan tanggal 19 Agustus 2010, Suban Hartono selaku pemilik PT KB mengatakan sertifikat HGB Nomor 00871 yang asli ada pada dirinya dan merupakan rahasia perusahaan dan tidak dapat diperlihatkan kepada orang lain.

Namun pada saat perkara perdata yang diajukan oleh para tergugat tanggal 12 Oktober 2010, kuasa hukum tergugat telah menjelaskan bahwa sertifikat HGB Nomor 00871 ada di bank sebagai agunan, namun pada kenyataannya tidak ada sedikitpun surat keterangan dari bank yang menjelaskan kalau benar sertifkat HGB itu diagunkan.(SN)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>