Jumat , 31 Maret 2017
Home » Daerah » Babel » NIK Sebagai Identitas Tunggal

NIK Sebagai Identitas Tunggal

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Beltim, Ernadi
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Beltim, Ernadi.

MANGGAR,Sidaknews.com – Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi tiap-tiap penduduk wajib dimiliki. Sebagai identitas tunggal, NIK memudahkan penduduk yang hendak berurusan dalam hal apapun.

Hingga saat ini, sekitar 35 lembaga kementerian maupun non kementerian sudah menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Kementerian Dalam Negeri RI.

Terakhir, empat lembaga yang terdiri dari Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Badan Pertanahan Nasional, ikut menandatangani MoU saat Rapat Kerja Nasional Pendaftaran Penduduk 2014, di Jakarta, 15 hingga 17 September 2014.

Berdasarkan amanat Undang-Undang nomor 24 tahun 2014, tentang administrasi kependudukan, pendaftaran penduduk merupakan momentum yang penting dan strategis bagi perkembangan penyelenggaraan adminduk di Indonesia.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Beltim, Ernadi yang menghadiri rapat kerja nasional menjelaskan, salah satu pembahasan penting adalah memanfaatkan data penduduk berdasarkan NIK. Untuk itu, NIK dan KTP elektronik menjadi satu-satunya identitas tunggal. Identitas tersebut juga tidak bisa dimiliki, dipalsukan atau dipergunakan selain oleh yang bersangkutan.

Diakui Ernadi, kendala yang dihadapi dalam penerapan NIK adalah kesepakatan di tingkat pusat belum diikuti instruksi lanjutan ke daerah. Akibatnya, sinkronisasi data belum sepenuhnya berjalan. “Pertama, instruksi dari atas belum diterima, jadi terkendala di daerah. Kedua, belum ada alat pengecekan data kependudukan di daerah. Kecuali baru kita yang memiliki,” ujar Ernadi, Senin kemaren.

Sementara itu, jumlah penduduk Beltim yang telah memiliki NIK diperkirakan mencapai 85 persen. Sisanya, terkendala perekaman KTP elektronik yang hingga saat ini bermasalah pada distribusi ke daerah. “Untuk mengatasi hal itu, staf Dukcapil sudah mengikuti Bimtek percetakan dan pembersihan data ganda. Jadi, November ada dropping blangko dan kita sudah cetak disini,”jelasnya.(ANS)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *